Menu ✖

Mode Gelap
Sungai Cileungsi Kembali Menghitam, H. Fikri Hudi Oktiarwan Minta DLH Kabupaten Bogor Segera Selidiki Dugaan Pencemaran Brotherhood of SANFFEST, Sineas Mancanegara Berbagi Ilmu Film di Sejumlah Daerah Arif H. Rumagesan Resmi Dilantik Jadi Sekda Fakfak DAMRI Sampaikan Permohonan Maaf Atas Potensi Gangguan Perjalanan Akibat Kelangkaan BBM ​Seleksi Ketat! 60 Calon Kepala Sekolah di Fakfak Ikuti Pelatihan dan OJT Hingga 28 Oktober Peringati Maulid Nabi, POC IND Aceh Gelar Kopdar ke-II di Bireuen, Perkuat Silaturahmi dan Solidaritas

Uncategorized

Jakarta Butuh Hub Logistik

badge-check


 Yuliantini Perbesar

Yuliantini

Wartatrans.com, BANDUNG – Jakarta membutuhkan sistem logistik perkotaan yang mampu menjamin ketersediaan barang dengan cepat, efisien, dan berkelanjutan.

Berdasarkan proyeksi Badan Pusat Statistik (BPS), penduduk DKI Jakarta pada pertengahan 2025 mencapai 10,68 juta jiwa.

“Permintaan aktual kota lebih besar karena Jakarta juga melayani pekerja komuter dari kawasan penyangga serta berbagai kegiatan bisnis, pemerintahan, perdagangan, hotel, restoran, dan layanan publik,” tutur Founder dan CEO Supply Chain Indonesia (SCI), Setijadi, Ahad (30/8/2026).

Dia menilai besarnya permintaan tersebut membutuhkan hub logistik yang bukan sekadar tempat penyimpanan.

Fasilitas itu harus menjalankan fungsi konsolidasi, pengolahan pesanan, cross-docking, rantai dingin, dan distribusi cepat untuk memenuhi kebutuhan pangan, barang konsumsi, produk industri, farmasi, serta perdagangan elektronik.

Jakarta Utara merupakan lokasi paling strategis karena menghubungkan Pelabuhan Tanjung Priok, jaringan distribusi Jabodetabek dan nasional, serta pasar Jakarta.

Wilayah ini juga memiliki 1,82 juta penduduk dan basis kegiatan ekonomi yang besar.

Berdasarkan angka sangat sementara BPS, PDRB Jakarta Utara atas dasar harga berlaku pada 2025 mencapai Rp713,97 triliun.

Industri pengolahan menyumbang Rp207,88 triliun atau 29,12 persen; perdagangan Rp136,78 triliun atau 19,16 persen; serta transportasi dan pergudangan Rp41,89 triliun atau 5,87 persen.

Industri pengolahan, perdagangan, serta transportasi dan pergudangan—tiga sektor yang membentuk basis permintaan dan layanan logistik—secara keseluruhan menyumbang 54,15 persen terhadap PDRB Jakut.

Secara riil sektor transportasi dan pergudangan Jakarta Utara tumbuh 8,67 persen pada 2025, lebih tinggi daripada pertumbuhan ekonomi wilayah tersebut sebesar 4,92 persen.

Perkembangan itu memperkuat kebutuhan peningkatan kapasitas dan kualitas sistem logistik perkotaan.

Rekomendasi Pengembangan Hub Logistik Jakut

Berkaitan dengan hal itu, Rektor Institut Transportasi dan Logistik (ITL) Trisakti Yuliantini, merekomendasikan pengembangan fasilitas berproduktivitas lahan tinggi karena Jakut menghadapi harga lahan mahal, keterbatasan ruang, kemacetan, serta risiko banjir dan rob.

“Prioritasnya mencakup urban consolidation center, cold-chain hub, fasilitas distribusi cepat, dan layanan logistik bernilai tambah yang terintegrasi secara digital,” ungkapnya.

Pengembangan hub harus didukung tata ruang, konektivitas multimoda, pengaturan angkutan barang, mitigasi risiko lingkungan, teknologi, dan SDM logistik yang kompeten.

Kolaborasi pemerintah, perguruan tinggi, dan industri diperlukan agar fasilitas tersebut mendukung ketahanan pasokan, mengurangi perjalanan kendaraan barang yang tidak efisien, dan meningkatkan kualitas layanan kepada warga.

“Pemerintah perlu memetakan permintaan siang dan malam, asal-tujuan barang, waktu tempuh, biaya distribusi, kebutuhan pengguna, serta calon investor,” katanya.

Pengembangan harus dilakukan bertahap dengan komitmen pengguna utama serta target utilisasi dan efisiensi terukur agar layak secara komersial dan memberikan manfaat nyata bagi Jakarta. (omy)

Baca Lainnya

​Seleksi Ketat! 60 Calon Kepala Sekolah di Fakfak Ikuti Pelatihan dan OJT Hingga 28 Oktober

19 Oktober 2026 - 10:09 WIB

KKP Segel Tambak Udang 7,71 Hektare di Karimunjawa, Ada Apa?

14 Oktober 2026 - 19:03 WIB

Indonesia Raih Kenaikan Kuota Tuna Sirip Biru Selatan 25 Persen, Jadi 1.670 Ton per Tahun

12 Oktober 2026 - 14:21 WIB

KKP Siapkan Produk Lele dan Nila Siap Masak untuk SPPG

10 Oktober 2026 - 06:21 WIB

Trenggono Tekankan Komunikasi Publik untuk Kawal Enam Program Prioritas KKP

8 Oktober 2026 - 06:45 WIB

Kabupaten Blora Uji Coba Pelaksanaan MBG Secara Prasmanan

6 Oktober 2026 - 14:02 WIB

Alutsista Indonesia Makin Modern: Rafale, A400M, Scorpene hingga Kapal Induk Pertama Perkuat Pertahanan Nasional

5 Oktober 2026 - 20:21 WIB

760 Ribu WNA Gunakan Layanan KAI Group hingga Agustus 2026, Perjalanan Wisata Antarkota Terus Tumbuh

4 Oktober 2026 - 14:05 WIB

DPD Tani Merdeka Indonesia Aceh Tengah Ucapkan Selamat atas Pelantikan Plt. Kepala Dinas Pertanian

1 Oktober 2026 - 13:31 WIB

Dinas Sosial Kabupaten Fakfak Prioritaskan Pembenahan Data demi Bantuan Tepat Sasaran

28 September 2026 - 16:04 WIB

Trending di RAGAM