Menu ✖

Mode Gelap
Dedit Cahyo Ponadi Terpilih sebagai Spark KAI Services September 2026 Trenggono Tekankan Komunikasi Publik untuk Kawal Enam Program Prioritas KKP KAI Group Layani 394,4 Juta Pelanggan hingga September 2026, Tumbuh 7,06 Persen Kendaraan Roda Tiga, Menakar Peluang dan Tantangan jadi Angkutan Umum Kemenhub Dorong Penguatan Kolaborasi Ekosistem Maritim Kemenhub Dorong Layanan Penumpang Lebih Mudah dan Terintegrasi saat di Bandara

EKOBIS

BPS: Sektor Transportasi dan Pergudangan Tumbuh 5,65 Persen

badge-check


 BPS: Sektor Transportasi dan Pergudangan Tumbuh 5,65 Persen Perbesar

Wartatrans.com, BANDUNG – Badan Pusat Statistik (BPS) merilis bahwa ekonomi Indonesia pada triwulan II-2026 tumbuh 5,29 persen secara tahunan.

Diikuti sektor transportasi dan pergudangan, yang tumbuh 5,65 persen serta berkontribusi 6,16 persen terhadap PDB.

Ini menunjukkan peluang bagi perusahaan logistik untuk memperkuat strategi pertumbuhan.

Perdagangan luar negeri turut membuka peluang. Ekspor Januari-Mei 2026 mencapai USD115,36 miliar, naik 3,02 persen secara tahunan, sedangkan impor mencapai USD111,33 miliar atau tumbuh 15,24 persen. Neraca perdagangan mencatat surplus USD4,03 miliar.

Merespons perkembangan tersebut, Logistics Executive Forum 2026 diselenggarakan di HARRIS Convention Hall Summarecon Bekasi pekan lalu (12/8/2026).

Forum yang digelar Inoversi dan Beyond Core Academy serta didukung ALFI DPW Jawa Barat dan Supply Chain Indonesia (SCI) ini menyasar pemimpin industri dan mendapat respons positif.

Founder Inoversi Business Consultant dan Co-founder Beyond Core Academy Berty Argiyantari menginisiasi forum untuk mendorong perusahaan logistik menemukan sumber pertumbuhan baru melalui diversifikasi sektor dengan mempertimbangkan potensi pasar, kapabilitas, dan risiko.

Setijadi, CEO dan Founder SCI, memaparkan bahwa pertumbuhan sektor transportasi dan pergudangan perlu dibaca bersama perubahan permintaan, perdagangan, teknologi, dan kebijakan.

“Perusahaan tidak cukup mengejar volume, tetapi perlu memilih sektor pelanggan yang prospektif, membutuhkan layanan logistik, dan memiliki ketahanan bisnis,” ujar Setijadi dalam keterangan tertulis, Selasa (18/8/2026).

Diversifikasi dapat diarahkan ke sektor makanan dan minuman, ritel dan perdagangan elektronik, manufaktur, agribisnis, farmasi, serta rantai dingin.

Pemilihan sektor didasarkan pada ukuran dan pertumbuhan pasar, arus barang, persaingan, kebutuhan investasi, serta kesesuaian jaringan.

Penerapannya memerlukan pemetaan peluang, penilaian kapabilitas, pemilihan sektor prioritas, pengembangan solusi, dan uji pasar.

Ekspansi bertahap memungkinkan perusahaan membangun portofolio tanpa mengganggu layanan inti dan arus kas.

Yan Hendry Jauwena, Chief Sales Officer CJ Logistics Indonesia, menjelaskan, diversifikasi harus diterjemahkan menjadi model bisnis yang jelas.

“Perusahaan perlu menetapkan proposisi nilai, segmen pelanggan, cakupan layanan, sumber pendapatan, struktur biaya, dan kemitraan,” ungkapnya.

Kesiapan operasi menjadi penentu keberhasilan. Kapabilitas sumber daya manusia, proses, teknologi, aset, jaringan, tata kelola, dan standar layanan harus sesuai dengan kebutuhan sektor sasaran agar peluang tidak menimbulkan kompleksitas yang tidak terkendali.

Implementasi perlu dilakukan melalui proyek percontohan dengan indikator terukur, termasuk pendapatan, margin, utilisasi aset, mutu layanan, dan retensi pelanggan.

Evaluasi menjadi dasar untuk memperluas, menyesuaikan, atau menghentikan inisiatif.

Trismawan Sanjaya, Sekretaris Jenderal DPP ALFI, menggarisbawahi bahwa diversifikasi menambah risiko perusahaan.

Risiko pasar, kredit pelanggan, investasi, operasional, teknologi, regulasi, keselamatan, dan reputasi perlu diidentifikasi sejak perencanaan.

Setijadi menambahkan, setiap pilihan sektor perlu dilengkapi batas toleransi risiko, skenario, mitigasi, penanggung jawab, dan mekanisme pemantauan.

“Pendekatan ini membantu manajemen menyeimbangkan ambisi pertumbuhan dengan kemampuan menyerap potensi kerugian,” tutupnya. (omy)

 

 

Wartatrans.com, BANDUNG – Badan Pusat Statistik (BPS) merilis bahwa ekonomi Indonesia pada triwulan II-2026 tumbuh 5,29 persen secara tahunan.

Diikuti sektor transportasi dan pergudangan, yang tumbuh 5,65 persen serta berkontribusi 6,16 persen terhadap PDB.

Ini menunjukkan peluang bagi perusahaan logistik untuk memperkuat strategi pertumbuhan.

Perdagangan luar negeri turut membuka peluang. Ekspor Januari-Mei 2026 mencapai USD115,36 miliar, naik 3,02 persen secara tahunan, sedangkan impor mencapai USD111,33 miliar atau tumbuh 15,24 persen. Neraca perdagangan mencatat surplus USD4,03 miliar.

Merespons perkembangan tersebut, Logistics Executive Forum 2026 diselenggarakan di HARRIS Convention Hall Summarecon Bekasi pekan lalu (12/8/2026).

Forum yang digelar Inoversi dan Beyond Core Academy serta didukung ALFI DPW Jawa Barat dan Supply Chain Indonesia (SCI) ini menyasar pemimpin industri dan mendapat respons positif.

Founder Inoversi Business Consultant dan Co-founder Beyond Core Academy Berty Argiyantari menginisiasi forum untuk mendorong perusahaan logistik menemukan sumber pertumbuhan baru melalui diversifikasi sektor dengan mempertimbangkan potensi pasar, kapabilitas, dan risiko.

Setijadi, CEO dan Founder SCI, memaparkan bahwa pertumbuhan sektor transportasi dan pergudangan perlu dibaca bersama perubahan permintaan, perdagangan, teknologi, dan kebijakan.

“Perusahaan tidak cukup mengejar volume, tetapi perlu memilih sektor pelanggan yang prospektif, membutuhkan layanan logistik, dan memiliki ketahanan bisnis,” ujar Setijadi dalam keterangan tertulis, Selasa (18/8/2026).

Diversifikasi dapat diarahkan ke sektor makanan dan minuman, ritel dan perdagangan elektronik, manufaktur, agribisnis, farmasi, serta rantai dingin.

Pemilihan sektor didasarkan pada ukuran dan pertumbuhan pasar, arus barang, persaingan, kebutuhan investasi, serta kesesuaian jaringan.

Penerapannya memerlukan pemetaan peluang, penilaian kapabilitas, pemilihan sektor prioritas, pengembangan solusi, dan uji pasar.

Ekspansi bertahap memungkinkan perusahaan membangun portofolio tanpa mengganggu layanan inti dan arus kas.

Yan Hendry Jauwena, Chief Sales Officer CJ Logistics Indonesia, menjelaskan, diversifikasi harus diterjemahkan menjadi model bisnis yang jelas.

“Perusahaan perlu menetapkan proposisi nilai, segmen pelanggan, cakupan layanan, sumber pendapatan, struktur biaya, dan kemitraan,” ungkapnya.

Kesiapan operasi menjadi penentu keberhasilan. Kapabilitas sumber daya manusia, proses, teknologi, aset, jaringan, tata kelola, dan standar layanan harus sesuai dengan kebutuhan sektor sasaran agar peluang tidak menimbulkan kompleksitas yang tidak terkendali.

Implementasi perlu dilakukan melalui proyek percontohan dengan indikator terukur, termasuk pendapatan, margin, utilisasi aset, mutu layanan, dan retensi pelanggan.

Evaluasi menjadi dasar untuk memperluas, menyesuaikan, atau menghentikan inisiatif.

Trismawan Sanjaya, Sekretaris Jenderal DPP ALFI, menggarisbawahi bahwa diversifikasi menambah risiko perusahaan.

Risiko pasar, kredit pelanggan, investasi, operasional, teknologi, regulasi, keselamatan, dan reputasi perlu diidentifikasi sejak perencanaan.

Setijadi menambahkan, setiap pilihan sektor perlu dilengkapi batas toleransi risiko, skenario, mitigasi, penanggung jawab, dan mekanisme pemantauan.

“Pendekatan ini membantu manajemen menyeimbangkan ambisi pertumbuhan dengan kemampuan menyerap potensi kerugian,” tutupnya. (omy)

 

 

Baca Lainnya

Lima Tahun Bersatu, Terminal Teluk Lamong Terus Tumbuh dan Bertransformasi Bersama Pelindo

7 Oktober 2026 - 20:33 WIB

Pelindo Regional 2 Dorong Generasi Muda Kenali Strategi dan Bisnis Kepelabuhanan

7 Oktober 2026 - 19:42 WIB

26 UMKM Binaan PLN UID Jakarta Raup Rp200 Juta Selama FIFA ASEAN Cup

7 Oktober 2026 - 17:19 WIB

Industri Pelayaran Kejar Nilai Ekspor, Bukan Sekadar Tambah Kapal

6 Oktober 2026 - 17:04 WIB

BNI Tawarkan Investasi SBN SBR015 via wondr, Imbal Hasil hingga 6,85%

6 Oktober 2026 - 15:34 WIB

Yes, BNI Tingkatkan Layanan Keuangan Digital bagi Nasabah Emerald dan Private

6 Oktober 2026 - 14:35 WIB

Joumpa Masuk di Layanan wondr, BNI Perluas Ekosistem Perjalanan

6 Oktober 2026 - 04:54 WIB

Hajatan FIFGROUP Pondok Gede Hadirkan Beragam Promo, Hiburan, dan Kegiatan Sosial untuk Masyarakat

4 Oktober 2026 - 23:05 WIB

Apresiasi Pencapaian Prestasi Bank Jakarta oleh Kamaksi

4 Oktober 2026 - 21:15 WIB

Kolaborasi Diperkuat, Terminal Teluk Lamong dan KSOP Utama Tanjung Perak Tingkatkan Pelayanan Kapal

3 Oktober 2026 - 06:19 WIB

Trending di ANJUNGAN