Menu

Mode Gelap
Mahalnya Ongkos Logistik Indonesia Calvin Dores Penerus Deddy Dores Rilis ‘Sampai Kapankah’ di HUT RI-81: Merdeka itu Bebas dari Belenggu Kehidupan! Ika Kartika Kembali Ke Musik, Kini Bersama RAL Entertainment FGD Penguatan Kelembagaan di Simeulue Dorong Pengembangan Potensi Alam, Ekonomi, dan Layanan Sosial Pameran Lukisan KDM: Kepemimpinan, Dedikasi dan Masa Depan, Seni Menjadi Ruang Refleksi dan Kritik Ketua Umum KP3ALA Pusat, Prof. Rahmat Salam: Makna Perjuangan Provinsi ALA dalam Menjaga Perdamaian Aceh

EKOBIS

BPS: Sektor Transportasi dan Pergudangan Tumbuh 5,65 Persen

badge-check


 BPS: Sektor Transportasi dan Pergudangan Tumbuh 5,65 Persen Perbesar

Wartatrans.com, BANDUNG – Badan Pusat Statistik (BPS) merilis bahwa ekonomi Indonesia pada triwulan II-2026 tumbuh 5,29 persen secara tahunan.

Diikuti sektor transportasi dan pergudangan, yang tumbuh 5,65 persen serta berkontribusi 6,16 persen terhadap PDB.

Ini menunjukkan peluang bagi perusahaan logistik untuk memperkuat strategi pertumbuhan.

Perdagangan luar negeri turut membuka peluang. Ekspor Januari-Mei 2026 mencapai USD115,36 miliar, naik 3,02 persen secara tahunan, sedangkan impor mencapai USD111,33 miliar atau tumbuh 15,24 persen. Neraca perdagangan mencatat surplus USD4,03 miliar.

Merespons perkembangan tersebut, Logistics Executive Forum 2026 diselenggarakan di HARRIS Convention Hall Summarecon Bekasi pekan lalu (12/8/2026).

Forum yang digelar Inoversi dan Beyond Core Academy serta didukung ALFI DPW Jawa Barat dan Supply Chain Indonesia (SCI) ini menyasar pemimpin industri dan mendapat respons positif.

Founder Inoversi Business Consultant dan Co-founder Beyond Core Academy Berty Argiyantari menginisiasi forum untuk mendorong perusahaan logistik menemukan sumber pertumbuhan baru melalui diversifikasi sektor dengan mempertimbangkan potensi pasar, kapabilitas, dan risiko.

Setijadi, CEO dan Founder SCI, memaparkan bahwa pertumbuhan sektor transportasi dan pergudangan perlu dibaca bersama perubahan permintaan, perdagangan, teknologi, dan kebijakan.

“Perusahaan tidak cukup mengejar volume, tetapi perlu memilih sektor pelanggan yang prospektif, membutuhkan layanan logistik, dan memiliki ketahanan bisnis,” ujar Setijadi dalam keterangan tertulis, Selasa (18/8/2026).

Diversifikasi dapat diarahkan ke sektor makanan dan minuman, ritel dan perdagangan elektronik, manufaktur, agribisnis, farmasi, serta rantai dingin.

Pemilihan sektor didasarkan pada ukuran dan pertumbuhan pasar, arus barang, persaingan, kebutuhan investasi, serta kesesuaian jaringan.

Penerapannya memerlukan pemetaan peluang, penilaian kapabilitas, pemilihan sektor prioritas, pengembangan solusi, dan uji pasar.

Ekspansi bertahap memungkinkan perusahaan membangun portofolio tanpa mengganggu layanan inti dan arus kas.

Yan Hendry Jauwena, Chief Sales Officer CJ Logistics Indonesia, menjelaskan, diversifikasi harus diterjemahkan menjadi model bisnis yang jelas.

“Perusahaan perlu menetapkan proposisi nilai, segmen pelanggan, cakupan layanan, sumber pendapatan, struktur biaya, dan kemitraan,” ungkapnya.

Kesiapan operasi menjadi penentu keberhasilan. Kapabilitas sumber daya manusia, proses, teknologi, aset, jaringan, tata kelola, dan standar layanan harus sesuai dengan kebutuhan sektor sasaran agar peluang tidak menimbulkan kompleksitas yang tidak terkendali.

Implementasi perlu dilakukan melalui proyek percontohan dengan indikator terukur, termasuk pendapatan, margin, utilisasi aset, mutu layanan, dan retensi pelanggan.

Evaluasi menjadi dasar untuk memperluas, menyesuaikan, atau menghentikan inisiatif.

Trismawan Sanjaya, Sekretaris Jenderal DPP ALFI, menggarisbawahi bahwa diversifikasi menambah risiko perusahaan.

Risiko pasar, kredit pelanggan, investasi, operasional, teknologi, regulasi, keselamatan, dan reputasi perlu diidentifikasi sejak perencanaan.

Setijadi menambahkan, setiap pilihan sektor perlu dilengkapi batas toleransi risiko, skenario, mitigasi, penanggung jawab, dan mekanisme pemantauan.

“Pendekatan ini membantu manajemen menyeimbangkan ambisi pertumbuhan dengan kemampuan menyerap potensi kerugian,” tutupnya. (omy)

 

 

Wartatrans.com, BANDUNG – Badan Pusat Statistik (BPS) merilis bahwa ekonomi Indonesia pada triwulan II-2026 tumbuh 5,29 persen secara tahunan.

Diikuti sektor transportasi dan pergudangan, yang tumbuh 5,65 persen serta berkontribusi 6,16 persen terhadap PDB.

Ini menunjukkan peluang bagi perusahaan logistik untuk memperkuat strategi pertumbuhan.

Perdagangan luar negeri turut membuka peluang. Ekspor Januari-Mei 2026 mencapai USD115,36 miliar, naik 3,02 persen secara tahunan, sedangkan impor mencapai USD111,33 miliar atau tumbuh 15,24 persen. Neraca perdagangan mencatat surplus USD4,03 miliar.

Merespons perkembangan tersebut, Logistics Executive Forum 2026 diselenggarakan di HARRIS Convention Hall Summarecon Bekasi pekan lalu (12/8/2026).

Forum yang digelar Inoversi dan Beyond Core Academy serta didukung ALFI DPW Jawa Barat dan Supply Chain Indonesia (SCI) ini menyasar pemimpin industri dan mendapat respons positif.

Founder Inoversi Business Consultant dan Co-founder Beyond Core Academy Berty Argiyantari menginisiasi forum untuk mendorong perusahaan logistik menemukan sumber pertumbuhan baru melalui diversifikasi sektor dengan mempertimbangkan potensi pasar, kapabilitas, dan risiko.

Setijadi, CEO dan Founder SCI, memaparkan bahwa pertumbuhan sektor transportasi dan pergudangan perlu dibaca bersama perubahan permintaan, perdagangan, teknologi, dan kebijakan.

“Perusahaan tidak cukup mengejar volume, tetapi perlu memilih sektor pelanggan yang prospektif, membutuhkan layanan logistik, dan memiliki ketahanan bisnis,” ujar Setijadi dalam keterangan tertulis, Selasa (18/8/2026).

Diversifikasi dapat diarahkan ke sektor makanan dan minuman, ritel dan perdagangan elektronik, manufaktur, agribisnis, farmasi, serta rantai dingin.

Pemilihan sektor didasarkan pada ukuran dan pertumbuhan pasar, arus barang, persaingan, kebutuhan investasi, serta kesesuaian jaringan.

Penerapannya memerlukan pemetaan peluang, penilaian kapabilitas, pemilihan sektor prioritas, pengembangan solusi, dan uji pasar.

Ekspansi bertahap memungkinkan perusahaan membangun portofolio tanpa mengganggu layanan inti dan arus kas.

Yan Hendry Jauwena, Chief Sales Officer CJ Logistics Indonesia, menjelaskan, diversifikasi harus diterjemahkan menjadi model bisnis yang jelas.

“Perusahaan perlu menetapkan proposisi nilai, segmen pelanggan, cakupan layanan, sumber pendapatan, struktur biaya, dan kemitraan,” ungkapnya.

Kesiapan operasi menjadi penentu keberhasilan. Kapabilitas sumber daya manusia, proses, teknologi, aset, jaringan, tata kelola, dan standar layanan harus sesuai dengan kebutuhan sektor sasaran agar peluang tidak menimbulkan kompleksitas yang tidak terkendali.

Implementasi perlu dilakukan melalui proyek percontohan dengan indikator terukur, termasuk pendapatan, margin, utilisasi aset, mutu layanan, dan retensi pelanggan.

Evaluasi menjadi dasar untuk memperluas, menyesuaikan, atau menghentikan inisiatif.

Trismawan Sanjaya, Sekretaris Jenderal DPP ALFI, menggarisbawahi bahwa diversifikasi menambah risiko perusahaan.

Risiko pasar, kredit pelanggan, investasi, operasional, teknologi, regulasi, keselamatan, dan reputasi perlu diidentifikasi sejak perencanaan.

Setijadi menambahkan, setiap pilihan sektor perlu dilengkapi batas toleransi risiko, skenario, mitigasi, penanggung jawab, dan mekanisme pemantauan.

“Pendekatan ini membantu manajemen menyeimbangkan ambisi pertumbuhan dengan kemampuan menyerap potensi kerugian,” tutupnya. (omy)

 

 

Baca Lainnya

Mahalnya Ongkos Logistik Indonesia

18 Agustus 2026 - 08:50 WIB

Momentum Hari Kemerdekaan Ke-81 RI, PTPN I Perluas Akses Pasar UMKM Binaan

18 Agustus 2026 - 07:34 WIB

Potensi Kerugian Pascagempa Flores masih Dihitung

18 Agustus 2026 - 06:31 WIB

Kementerian Perumahan Bedah 10.300 Rumah di Jakarta

18 Agustus 2026 - 06:21 WIB

ASDP Perkuat Konektivitas, Dorong Percepatan Distribusi Bantuan Gempa NTT

17 Agustus 2026 - 22:41 WIB

PELNI Mulai Angkut Bantuan Pascagempa NTT dengan KM Tidar

17 Agustus 2026 - 22:33 WIB

Citilink Terbangi Rute Bandung ke Medan, Denpasar, Surabaya, Palembang, dan Balikpapan

17 Agustus 2026 - 22:25 WIB

PNM Jadikan Semangat Kemerdekaan sebagai Energi Pemberdayaan Perempuan Ultra Mikro

17 Agustus 2026 - 14:23 WIB

GGRM Suntik Rp200 Miliar, Bandara Dhoho Hadapi Balik Modal 26 Tahun

17 Agustus 2026 - 08:07 WIB

Bergerak Bersama, KMP Ile Labalekan ASDP Turut Antarkan Bantuan untuk Pulihkan NTT

16 Agustus 2026 - 18:25 WIB

Trending di ANJUNGAN