Menu

Mode Gelap
KKP Tangkap Kapal Pencuri Ikan Filipina, 25 Rumpon Ilegal Ditertibkan di Maluku Utara KAI Commuter Tambah 13 Perjalanan KRL Lintas Bogor, Operasional Kembali Normal InJourney Tegaskan Komitmen Optimalisasi Layanan Kesiapsiagaan di Seluruh Bandara InJourney Airports Penutupan Bandara Wunopito NTT Diperpanjang hingga Besok Pukul 07.00 WITA Cuaca Aceh Tengah Perlu Diwaspadai, Masyarakat Diminta Antisipasi Hujan Lebat TPA Aisyiyah Jayan, Adakan Acara Maulid Nabi, Cahaya Kelahiran Sang Penghulu Semesta

RAGAM

Haji Fikri Apresiasi Desa Wisata Gunung Malang dan Tugu Utara Tembus Top 15 Jawa Barat

badge-check


 Haji Fikri Apresiasi Desa Wisata Gunung Malang dan Tugu Utara Tembus Top 15 Jawa Barat Perbesar

Wartatrans.com, BOGOR — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan sektor pariwisata Kabupaten Bogor. Dua desa wisata, yakni Desa Wisata Gunung Malang dan Desa Wisata Tugu Utara, berhasil masuk dalam jajaran Top 15 Desa/Kampung Wisata Terbaik Jawa Barat pada ajang Smiling West Java Integrated Tourism Destination Management Award (SWJ ITDMA) 2026 kategori Pengelola Desa/Kampung Wisata.

Capaian tersebut mendapat apresiasi dari , Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi PKS sekaligus mantan Ketua Fraksi PKS DPRD Kabupaten Bogor. Menurut Haji Fikri, keberhasilan dua desa wisata tersebut merupakan kabar baik bagi Kabupaten Bogor sekaligus bukti bahwa potensi pariwisata berbasis desa memiliki daya saing yang semakin kuat di tingkat Jawa Barat.

“Selamat dan apresiasi setinggi-tingginya untuk Desa Wisata Gunung Malang dan Desa Wisata Tugu Utara yang berhasil masuk Top 15 desa/kampung wisata terbaik Jawa Barat. Ini adalah prestasi yang patut kita banggakan bersama,” ujar Haji Fikri. Senin (17/8/2026).

Ia menilai keberhasilan tersebut tidak hanya menjadi kebanggaan bagi pemerintah desa maupun para pengelola wisata, tetapi juga merupakan hasil kerja bersama masyarakat dalam mengembangkan potensi lokal karena menurutnya pariwisata desa akan berdampak pada ekonomi masyarakat.

Haji Fikri menekankan bahwa pengembangan desa wisata tidak boleh berhenti pada pencapaian penghargaan atau keberhasilan masuk dalam sebuah kompetisi. Menurutnya, prestasi tersebut harus menjadi momentum untuk memperkuat ekosistem ekonomi masyarakat di sekitar destinasi. Desa wisata, kata dia, memiliki posisi strategis dalam menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di tingkat lokal.

“Yang paling penting setelah mendapatkan prestasi adalah bagaimana penghargaan ini memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Wisatawan datang, UMKM tumbuh, homestay berkembang, kuliner lokal bergerak, produk kerajinan semakin dikenal, dan anak-anak muda mendapatkan peluang usaha serta lapangan pekerjaan,” katanya.

Politisi PKS Kabupaten Bogor itu juga mendorong agar pengembangan destinasi wisata Kabupaten Bogor tetap mengedepankan karakter lokal. Potensi alam, budaya, kuliner, kerajinan, tradisi masyarakat, hingga kearifan lokal harus menjadi kekuatan utama yang membedakan satu desa wisata dengan desa wisata lainnya.

Mantan ketua Fraksi DPRD Kabupaten Bogor itu memberikan penghargaan kepada kelompok sadar wisata (Pokdarwis), pemerintah desa, pelaku UMKM, tokoh masyarakat, pemuda, serta seluruh warga yang selama ini terlibat dalam pengembangan Desa Wisata Gunung Malang dan Desa Wisata Tugu Utara.

Menurutnya, pengembangan pariwisata berbasis masyarakat membutuhkan konsistensi, kreativitas dan kolaborasi lintas sektor. “Prestasi seperti ini tidak lahir dalam waktu singkat. Ada kerja keras masyarakat, Pokdarwis, pemerintah desa dan seluruh pihak yang ikut merawat serta mengembangkan potensi wisata. Karena itu, keberhasilan ini harus menjadi milik bersama,” tutur Haji Fikri.

Ia berharap keberhasilan dua desa tersebut dapat menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Kabupaten Bogor untuk berani menggali dan mengembangkan potensi wilayah masing-masing.

Masuknya Desa Wisata Gunung Malang dan Desa Wisata Tugu Utara ke dalam Top 15 SWJ ITDMA 2026 dinilai menjadi momentum strategis bagi Kabupaten Bogor untuk semakin memperkuat posisi sebagai salah satu daerah tujuan wisata unggulan di Jawa Barat.

Haji Fikri menilai Kabupaten Bogor memiliki modal yang sangat besar untuk mengembangkan pariwisata berbasis alam dan masyarakat. Kekayaan lanskap pegunungan, perkebunan, pertanian, budaya Sunda, kuliner, hingga beragam aktivitas wisata dapat dikembangkan menjadi destinasi yang memberikan pengalaman lebih lengkap kepada wisatawan.

Namun, menurutnya, potensi tersebut harus diiringi dengan peningkatan kualitas tata kelola, aksesibilitas, kebersihan, keamanan, amenitas, promosi digital, serta kualitas sumber daya manusia.

“Potensi Kabupaten Bogor sangat besar. Tantangannya adalah bagaimana potensi itu dikelola secara profesional, berkelanjutan dan memberikan nilai tambah sebesar-besarnya bagi masyarakat,” ujarnya.

Berdasarkan informasi dari Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Bogor, ajang SWJ ITDMA 2026 diikuti 44 desa wisata dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Barat. Seleksi dilakukan melalui tahapan verifikasi administrasi serta penilaian dokumentasi dan portofolio yang diunggah secara digital melalui platform Pesona Pasundan.

Penilaian juga mempertimbangkan aspek tata kelola destinasi, atraksi, amenitas, aksesibilitas dan promosi, serta kekuatan kearifan lokal yang menjadi karakter masing-masing destinasi. Bagi Haji Fikri, masuknya dua desa wisata Kabupaten Bogor ke Top 15 harus menjadi titik awal untuk meningkatkan kualitas, bukan menjadi garis akhir.

“Jangan berhenti di Top 15. Jadikan ini sebagai energi baru untuk terus berbenah, berinovasi dan meningkatkan kualitas. Kalau pengelolaan semakin baik, insyaallah bukan hanya penghargaan yang kita dapatkan, tetapi kesejahteraan masyarakat juga ikut meningkat,” tegasnya.

Ia berharap Pemerintah Kabupaten Bogor bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat dapat terus memberikan pendampingan, promosi dan penguatan kapasitas kepada desa-desa wisata yang memiliki potensi.

Haji Fikri juga mendorong keterlibatan lebih luas kalangan akademisi, dunia usaha, komunitas, media dan generasi muda dalam membangun ekosistem pariwisata yang berkelanjutan.

“Pariwisata bukan sekadar menjual pemandangan. Di dalamnya ada manusia, budaya, ekonomi dan masa depan masyarakat. Karena itu, desa wisata harus tumbuh bersama masyarakatnya,” pungkas Haji Fikri.*** (Dull)

Baca Lainnya

Cuaca Aceh Tengah Perlu Diwaspadai, Masyarakat Diminta Antisipasi Hujan Lebat

10 September 2026 - 09:25 WIB

Isu Penempatan 80 Ribu Warga Transmigran di ALA Dibantah, Armen Desky: Itu Hoaks dan Saya Tidak Pernah Menyatakan Hal Tersebut

10 September 2026 - 08:56 WIB

Kejaksaan Negeri Langsa Laksanakan  ‎TAHAP II Perkara Dugaan Tindak Pidana Korupsi Pembagunan  ‎Jembatan Kawasan Wisata Hutan MANGROVE ‎

10 September 2026 - 04:55 WIB

Tani Merdeka Indonesia Dukung dan Apresiasi DPR Setujui RUU Reforma Agraria Jadi Usul Inisiatif

9 September 2026 - 20:43 WIB

Pelindo Regional 4 & Kejati Maluku Perkuat Sinergi Hukum

9 September 2026 - 20:41 WIB

Direktur Operasi dan Teknik PJM Pastikan Kesiapan Operasional dan Keselamatan di Banten dan Panjang

9 September 2026 - 20:31 WIB

Hari Pelanggan Nasional 2026, Pelindo Regional 2 Banten Hadirkan Pelayanan Prima dengan Melayani Sepenuh Hati di Pelabuhan Ciwandan

9 September 2026 - 20:21 WIB

Haornas 2026, H. Fikri Hudi Oktiarwan Ajak Warga Bogor Menjadikan Olahraga sebagai Gaya Hidup

9 September 2026 - 20:14 WIB

Penerbangan Kembali Dibuka, Wagub Jateng Taj Yasin Pastikan MTQ XXXI di Semarang Berjalan Lancar

9 September 2026 - 16:36 WIB

MTQ Nasional XXXI di Semarang, juga Mengadakan Eksibisi Disabilitas Tuli

9 September 2026 - 16:32 WIB

Trending di RAGAM