Menu

Mode Gelap
Menteri KKP Trenggono Kerahkan Kapal Pengawas Perikanan Angkut Bantuan ke NTT Whoosh Meriahkan Kemerdekaan RI dengan Paduan Suara dan Siagakan Puluhan Petugas Pakai Kostum Nusantara Haji Fikri Apresiasi Desa Wisata Gunung Malang dan Tugu Utara Tembus Top 15 Jawa Barat Didong dan Tari Guel Semarakkan Panggung Kemerdekaan di Gedung Agung Yogyakarta Pentas Seni Kemerdekaan RI di RT 05 Tegalsari Semarang Juga Diisi Tasyakuran Pembangunan Talud Jalan PNM Jadikan Semangat Kemerdekaan sebagai Energi Pemberdayaan Perempuan Ultra Mikro

RAGAM

Haji Fikri Apresiasi Desa Wisata Gunung Malang dan Tugu Utara Tembus Top 15 Jawa Barat

badge-check


 Haji Fikri Apresiasi Desa Wisata Gunung Malang dan Tugu Utara Tembus Top 15 Jawa Barat Perbesar

Wartatrans.com, BOGOR — Prestasi membanggakan kembali ditorehkan sektor pariwisata Kabupaten Bogor. Dua desa wisata, yakni Desa Wisata Gunung Malang dan Desa Wisata Tugu Utara, berhasil masuk dalam jajaran Top 15 Desa/Kampung Wisata Terbaik Jawa Barat pada ajang Smiling West Java Integrated Tourism Destination Management Award (SWJ ITDMA) 2026 kategori Pengelola Desa/Kampung Wisata.

Capaian tersebut mendapat apresiasi dari , Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat dari Fraksi PKS sekaligus mantan Ketua Fraksi PKS DPRD Kabupaten Bogor. Menurut Haji Fikri, keberhasilan dua desa wisata tersebut merupakan kabar baik bagi Kabupaten Bogor sekaligus bukti bahwa potensi pariwisata berbasis desa memiliki daya saing yang semakin kuat di tingkat Jawa Barat.

“Selamat dan apresiasi setinggi-tingginya untuk Desa Wisata Gunung Malang dan Desa Wisata Tugu Utara yang berhasil masuk Top 15 desa/kampung wisata terbaik Jawa Barat. Ini adalah prestasi yang patut kita banggakan bersama,” ujar Haji Fikri. Senin (17/8/2026).

Ia menilai keberhasilan tersebut tidak hanya menjadi kebanggaan bagi pemerintah desa maupun para pengelola wisata, tetapi juga merupakan hasil kerja bersama masyarakat dalam mengembangkan potensi lokal karena menurutnya pariwisata desa akan berdampak pada ekonomi masyarakat.

Haji Fikri menekankan bahwa pengembangan desa wisata tidak boleh berhenti pada pencapaian penghargaan atau keberhasilan masuk dalam sebuah kompetisi. Menurutnya, prestasi tersebut harus menjadi momentum untuk memperkuat ekosistem ekonomi masyarakat di sekitar destinasi. Desa wisata, kata dia, memiliki posisi strategis dalam menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di tingkat lokal.

“Yang paling penting setelah mendapatkan prestasi adalah bagaimana penghargaan ini memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Wisatawan datang, UMKM tumbuh, homestay berkembang, kuliner lokal bergerak, produk kerajinan semakin dikenal, dan anak-anak muda mendapatkan peluang usaha serta lapangan pekerjaan,” katanya.

Politisi PKS Kabupaten Bogor itu juga mendorong agar pengembangan destinasi wisata Kabupaten Bogor tetap mengedepankan karakter lokal. Potensi alam, budaya, kuliner, kerajinan, tradisi masyarakat, hingga kearifan lokal harus menjadi kekuatan utama yang membedakan satu desa wisata dengan desa wisata lainnya.

Mantan ketua Fraksi DPRD Kabupaten Bogor itu memberikan penghargaan kepada kelompok sadar wisata (Pokdarwis), pemerintah desa, pelaku UMKM, tokoh masyarakat, pemuda, serta seluruh warga yang selama ini terlibat dalam pengembangan Desa Wisata Gunung Malang dan Desa Wisata Tugu Utara.

Menurutnya, pengembangan pariwisata berbasis masyarakat membutuhkan konsistensi, kreativitas dan kolaborasi lintas sektor. “Prestasi seperti ini tidak lahir dalam waktu singkat. Ada kerja keras masyarakat, Pokdarwis, pemerintah desa dan seluruh pihak yang ikut merawat serta mengembangkan potensi wisata. Karena itu, keberhasilan ini harus menjadi milik bersama,” tutur Haji Fikri.

Ia berharap keberhasilan dua desa tersebut dapat menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Kabupaten Bogor untuk berani menggali dan mengembangkan potensi wilayah masing-masing.

Masuknya Desa Wisata Gunung Malang dan Desa Wisata Tugu Utara ke dalam Top 15 SWJ ITDMA 2026 dinilai menjadi momentum strategis bagi Kabupaten Bogor untuk semakin memperkuat posisi sebagai salah satu daerah tujuan wisata unggulan di Jawa Barat.

Haji Fikri menilai Kabupaten Bogor memiliki modal yang sangat besar untuk mengembangkan pariwisata berbasis alam dan masyarakat. Kekayaan lanskap pegunungan, perkebunan, pertanian, budaya Sunda, kuliner, hingga beragam aktivitas wisata dapat dikembangkan menjadi destinasi yang memberikan pengalaman lebih lengkap kepada wisatawan.

Namun, menurutnya, potensi tersebut harus diiringi dengan peningkatan kualitas tata kelola, aksesibilitas, kebersihan, keamanan, amenitas, promosi digital, serta kualitas sumber daya manusia.

“Potensi Kabupaten Bogor sangat besar. Tantangannya adalah bagaimana potensi itu dikelola secara profesional, berkelanjutan dan memberikan nilai tambah sebesar-besarnya bagi masyarakat,” ujarnya.

Berdasarkan informasi dari Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kabupaten Bogor, ajang SWJ ITDMA 2026 diikuti 44 desa wisata dari berbagai kabupaten dan kota di Jawa Barat. Seleksi dilakukan melalui tahapan verifikasi administrasi serta penilaian dokumentasi dan portofolio yang diunggah secara digital melalui platform Pesona Pasundan.

Penilaian juga mempertimbangkan aspek tata kelola destinasi, atraksi, amenitas, aksesibilitas dan promosi, serta kekuatan kearifan lokal yang menjadi karakter masing-masing destinasi. Bagi Haji Fikri, masuknya dua desa wisata Kabupaten Bogor ke Top 15 harus menjadi titik awal untuk meningkatkan kualitas, bukan menjadi garis akhir.

“Jangan berhenti di Top 15. Jadikan ini sebagai energi baru untuk terus berbenah, berinovasi dan meningkatkan kualitas. Kalau pengelolaan semakin baik, insyaallah bukan hanya penghargaan yang kita dapatkan, tetapi kesejahteraan masyarakat juga ikut meningkat,” tegasnya.

Ia berharap Pemerintah Kabupaten Bogor bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat dapat terus memberikan pendampingan, promosi dan penguatan kapasitas kepada desa-desa wisata yang memiliki potensi.

Haji Fikri juga mendorong keterlibatan lebih luas kalangan akademisi, dunia usaha, komunitas, media dan generasi muda dalam membangun ekosistem pariwisata yang berkelanjutan.

“Pariwisata bukan sekadar menjual pemandangan. Di dalamnya ada manusia, budaya, ekonomi dan masa depan masyarakat. Karena itu, desa wisata harus tumbuh bersama masyarakatnya,” pungkas Haji Fikri.*** (Dull)

Baca Lainnya

Didong dan Tari Guel Semarakkan Panggung Kemerdekaan di Gedung Agung Yogyakarta

17 Agustus 2026 - 16:44 WIB

Pentas Seni Kemerdekaan RI di RT 05 Tegalsari Semarang Juga Diisi Tasyakuran Pembangunan Talud Jalan

17 Agustus 2026 - 16:40 WIB

PNM Jadikan Semangat Kemerdekaan sebagai Energi Pemberdayaan Perempuan Ultra Mikro

17 Agustus 2026 - 14:23 WIB

Upacara Kemerdekaan di Kampung Nelayan, Trenggono Targetkan 5.000 KNMP hingga 2029

17 Agustus 2026 - 13:53 WIB

Di HUT Ke-81 RI, Kepala Pangkalan PLP Tanjung Priok: Semangat Kemerdekaan Harus Bebaskan Diri dari Malas dan Penyalahgunaan Wewenang

17 Agustus 2026 - 12:18 WIB

HUT Ke-81 RI, Pelindo Tegaskan Komitmen Penguatan Konektivitas untuk Memajukan Ekonomi Indonesia

17 Agustus 2026 - 11:19 WIB

Musara Gayo Jabodetabek Gelar Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Kenang Perjuangan Pejuang Gayo dan Radio Rimba Raya

17 Agustus 2026 - 10:58 WIB

Peringatan 21 Tahun Damai Aceh Diwarnai Tembakan, Rakyat Aceh Melawan

17 Agustus 2026 - 10:48 WIB

Mutia Sari Tendik UIN Sultanah Nahrasiyah Hadiri Upacara HUT RI di Simeulue

17 Agustus 2026 - 10:36 WIB

Patriotisme Bukan Seremoni: Menjaga Indonesia 81 Tahun dengan Konstitusi, Hukum, dan Persatuan

17 Agustus 2026 - 10:24 WIB

Trending di RAGAM