Menu ✖

Mode Gelap
Kehadiran MotoGP Mandalika 2026 Perluas Jaringan Transportasi Lombok Joumpa Masuk di Layanan wondr, BNI Perluas Ekosistem Perjalanan Sembilan Tahun Ruang Baca, Doa untuk Negeri Mengiringi Perayaan Travelator Integrasi Karet-Sudirman Baru Mulai Dirakit, KAI Kejar Penyelesaian Akhir Tahun KKP Perketat Perlindungan dan Perekrutan Awak Kapal Perikanan Sepuluh Tahun Menanti, Masjid Giok Jadi Saksi Perjalanan Luhay Ahmad Memeluk Islam

RAGAM

Komunitas Ruang Baca Rayakan HUT ke-9 Lewat Galeri Esai di Warung Kopi

badge-check


 Komunitas Ruang Baca Rayakan HUT ke-9 Lewat Galeri Esai di Warung Kopi Perbesar

Wartatrans.com, ACEH TAMIANG – Komunitas Ruang Baca menggelar perayaan hari jadi ke-9 dengan cara berbeda. Puluhan esai pendek karya para anggotanya dipamerkan secara terbuka di Keude Kupi Rumoh Aceh, Desa Paya Bujok Tunong, Kota Langsa, Aceh, Sabtu (3/10/2026).

Esai-esai tersebut dipajang menggunakan seutas tali yang membentang di area kedai kopi, sehingga menyerupai galeri jalanan. Konsep sederhana itu menjadi bagian dari kegiatan kumpul komunitas yang sekaligus membuka ruang interaksi bagi warga dan pencinta buku.

Selain pameran esai, kegiatan tersebut diisi talkshow kepenulisan bersama Ida Fitri, diskusi kehumasan oleh Mawaddah Ulya, live painting, musik akustik hingga pementasan teater yang mengangkat perjalanan Komunitas Ruang Baca selama sembilan tahun.

“Tadi pementasan teater paling bikin suasana cair dan hidup,” kata Ketua Panitia, Tabir, kepada media ini.

Menurut Tabir, tulisan yang dipamerkan merupakan karya anggota Komunitas Ruang Baca ketika terlibat sebagai relawan dalam penanganan banjir bandang di Aceh Tamiang sekitar setahun lalu.

“Karya tulis dari anggota kita saat merespon bencana banjir kemarin lewat program psikososial diantaranya Agnes, Agung, Ibnu Kamil dan Sera dengan nama penanya Sengangar petir,” ujarnya.

Pameran esai yang digantung di area kedai kopi tersebut turut menarik perhatian warga yang tengah bersantai. Pengunjung tidak hanya dapat melihat karya, tetapi juga membacanya sembari menikmati suasana kedai dan berdiskusi.

Vicky (27), salah seorang pengunjung, mengaku menikmati konsep kegiatan yang dinilainya tidak terlalu formal.

“Mantap acaranya, nggak berasa kaya acara formal. Kita bisa langsung baca tulisan mereka sambil ngopi dan diskusi santai,” ujar Vicky.

Ketua Komunitas Ruang Baca Aina Rafa mengatakan, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya komunitas mendekatkan literasi kepada masyarakat melalui kegiatan yang lebih terbuka dan menyenangkan.

“Kami sengaja membuat gimana caranya orang lebih gampang mengakses dan menyukai buku,” demikian ujarnya.(ricky)

Baca Lainnya

Sembilan Tahun Ruang Baca, Doa untuk Negeri Mengiringi Perayaan

5 Oktober 2026 - 21:37 WIB

Sepuluh Tahun Menanti, Masjid Giok Jadi Saksi Perjalanan Luhay Ahmad Memeluk Islam

5 Oktober 2026 - 20:34 WIB

Catatan Halimah Munawir: Congklak – Tradisi Nusantara, Tetapi Bukan Berasal dari Nusantara?

5 Oktober 2026 - 16:12 WIB

Kamaksi Harapkan Kepentingan Masyarakat Harus Prioritas Utama dan Buka Dialog Soal Pengembangan Geotermal

5 Oktober 2026 - 14:17 WIB

Air Menjadi Perjuangan Kedua Pengungsi Gempa Flores

5 Oktober 2026 - 12:47 WIB

Wahyu Zein, Penyany Sekaligus Komposer Rilis EP dan Sukses Tembus 8 Ribuan Montly Listeners di Spotify

5 Oktober 2026 - 08:25 WIB

Aceh International Collaborative Art Exhibition 2026 Digelar di USK, Hadirkan Seniman dari Berbagai Negara

5 Oktober 2026 - 08:13 WIB

Hajatan FIFGROUP Pondok Gede Hadirkan Beragam Promo, Hiburan, dan Kegiatan Sosial untuk Masyarakat

4 Oktober 2026 - 23:05 WIB

Apresiasi Pencapaian Prestasi Bank Jakarta oleh Kamaksi

4 Oktober 2026 - 21:15 WIB

OPINI: Peralihan Pucuk Pimpinan Polri – Murni Bebenah atau Sekadar Alat Kekuasaan Baru?

4 Oktober 2026 - 19:35 WIB

Trending di RAGAM