Wartatrans.com, FAKFAK — Pemerintah Kabupaten Fakfak bergerak cepat merespons krisis air bersih yang semakin mendesak. Bupati Fakfak Samaun Dahlan, S.Sos., M.A.P., dan Wakil Bupati Fakfak Drs. Donatus Nembitkendik, M.T., menginstruksikan seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) turun langsung ke lapangan membantu penyaluran air bersih kepada masyarakat.
Instruksi itu dikeluarkan setelah kekeringan yang berlangsung hampir empat bulan membuat warga mulai resah. Pemerintah daerah menilai kebutuhan air bersih kini berada pada titik mendesak.
“Pemerintah daerah melihat bahwa masyarakat sudah sangat resah dan kebutuhan terhadap air bersih sudah sangat mendesak. Oleh karena itu, hari ini diinstruksikan kepada seluruh pimpinan OPD untuk turun langsung membantu masyarakat dalam pembagian air bersih,” kata Samaun Dahlan.
Menurut Bupati, distribusi air bersih dilakukan secara bertahap berdasarkan pembagian wilayah. Untuk kawasan Kokas, Kayuni, dan Kramomongga, pemerintah mengerahkan dua unit mobil, masing-masing dari pemadam kebakaran (Damkar) dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
Selain dua armada itu, pemerintah menyiapkan dukungan armada dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). Armada tersebut ditempatkan untuk memperkuat pelayanan distribusi air bersih, terutama di wilayah yang membutuhkan pasokan tambahan sesuai pengaturan kewilayahan.

Sementara itu, untuk wilayah Ubadari, pemerintah tetap mengatur distribusi air secara terukur. Meski wilayah tersebut telah memiliki sumur bor dan ketersediaan air relatif aman, pemerintah memastikan pengelolaan dan penyaluran tetap dilakukan dengan baik agar distribusi berjalan lancar.
Untuk kawasan perkotaan, distribusi air bersih hari ini difokuskan ke Distrik Pariwari. Selanjutnya, penyaluran dilanjutkan ke Distrik Fakfak pada hari berikutnya, kemudian ke Distrik Fakfak Tengah.
Bupati menegaskan, pelayanan dan pendistribusian air bersih akan dilakukan selama satu minggu sebagai bentuk respons pemerintah terhadap kebutuhan masyarakat yang telah direncanakan.
Dalam memenuhi kebutuhan air untuk distribusi, Pemerintah Kabupaten Fakfak memilih sumber air di Ubadari. Pengambilan air tidak dilakukan dari sumber air utama seperti Kali Mati, Werba, dan Air Besar. Kebijakan itu diambil agar aktivitas pelayanan PDAM maupun kebutuhan masyarakat yang selama ini bergantung pada sumber air tersebut tidak terganggu.
“Pengambilan air bersih sengaja tidak dilakukan di sumber air besar seperti Kali Mati dan Werba agar tidak mengganggu aktivitas PDAM dan masyarakat lain. Pemerintah daerah memilih untuk mengambil air di Ubadari,” jelas Bupati.
Meskipun jarak pengambilan air dari Ubadari relatif lebih jauh, pemerintah menilai langkah tersebut penting untuk menjaga keseimbangan pelayanan air bersih sekaligus memastikan aktivitas PDAM dan masyarakat di sumber air utama tetap berjalan baik.
Air bersih yang telah disiapkan pemerintah mulai didistribusikan kepada masyarakat hari ini, yang pelaksanaannya dijadwalkan pukul 13.00 WIT.
Pemkab Fakfak berharap langkah tersebut dapat meringankan kebutuhan masyarakat sekaligus memastikan akses terhadap air bersih tetap tersedia di tengah kondisi yang membutuhkan perhatian serius.*** (ASAH)






















