Wartatrans.com, JAKARTA — Drs. Tgk. Almujaini Abdul Karim kembali dipercaya memimpin Musara Gayo Jabodetabek (MGJ) untuk periode 2026–2030. Almujaini terpilih secara aklamasi dalam Musyawarah Besar (MUBES) VIII Musara Gayo Jabodetabek yang berlangsung pada Sabtu, 4 Oktober 2026.
Terpilihnya Almujaini secara aklamasi menunjukkan adanya kesepakatan dan kepercayaan peserta MUBES terhadap kepemimpinannya untuk kembali melanjutkan roda organisasi masyarakat Gayo di wilayah Jabodetabek.
Penasehat Musara Gayo Jabodetabek periode 2022–2026, Alwien Desry, SH, MH, mengatakan MUBES merupakan forum tertinggi organisasi untuk melakukan evaluasi kepengurusan sekaligus memilih Ketua Umum baru.
Menurut Alwien, dalam MUBES VIII hanya muncul satu calon Ketua Umum, yakni petahana Drs. Tgk. Almujaini Abdul Karim. Atas dasar itu, peserta MUBES secara aklamasi dan suara bulat kembali memilih Almujaini sebagai Ketua Umum Musara Gayo Jabodetabek periode 2026–2030.
“Pada MUBES kali ini hanya muncul satu calon, yaitu incumbent Bapak Drs. Tgk. Almujaini Abdul Karim. Oleh karena itu peserta secara aklamasi dan suara bulat memilih kembali beliau sebagai Ketua Musara Gayo Jabodetabek periode 2026–2030,” kata Alwien.

Ketua Panitia MUBES VIII, Prima Mas Ariyoga, SH, mengatakan pelaksanaan MUBES berlangsung lancar, tertib dan sesuai dengan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) Musara Gayo.
MUBES VIII sekaligus menjadi momentum memastikan keberlanjutan kepengurusan MGJ setelah berakhirnya masa bakti pengurus periode 2022–2026.
Di bawah kepemimpinan Almujaini untuk periode kedua ini, Musara Gayo Jabodetabek diharapkan terus menjadi ruang bersama masyarakat Gayo di perantauan untuk memperkuat silaturahmi, kebersamaan dan pelestarian adat serta budaya Gayo.
MUBES VIII mengusung semangat memperkuat persaudaraan dalam bingkai nilai adat Gayo: Mukemel, Bersikemelen, Mutentu.
Dengan terpilihnya kembali Almujaini Abdul Karim, Musara Gayo Jabodetabek memasuki periode kepengurusan 2026–2030 dengan mandat baru untuk melanjutkan program organisasi dan memperkuat kebersamaan masyarakat Gayo di Jabodetabek.*** (Fikar W Eda)






















