Menu

Mode Gelap
PNM Jadikan Semangat Kemerdekaan sebagai Energi Pemberdayaan Perempuan Ultra Mikro Upacara Kemerdekaan di Kampung Nelayan, Trenggono Targetkan 5.000 KNMP hingga 2029 Hari Ini Tarif Rp8 Berlaku di LRT Jabodebek dan Sebagian Besar Commuter Line, 27.620 Tiket Diskon KAI Terjual Dirut KAI Tekankan Keselamatan, Profesionalisme, dan Perluasan Manfaat Kereta Api pada HUT ke-81 RI Di HUT Ke-81 RI, Kepala Pangkalan PLP Tanjung Priok: Semangat Kemerdekaan Harus Bebaskan Diri dari Malas dan Penyalahgunaan Wewenang Hindari Kepadatan Monas Saat HUT RI, 27 KA Keberangkatan Gambir Berhenti di Stasiun Jatinegara

EKOBIS

PNM Jadikan Semangat Kemerdekaan sebagai Energi Pemberdayaan Perempuan Ultra Mikro

badge-check


 PNM Jadikan Semangat Kemerdekaan sebagai Energi Pemberdayaan Perempuan Ultra Mikro Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA, — Makna kemerdekaan terus berkembang seiring tantangan yang dihadapi masyarakat. Bagi PT Permodalan Nasional Madani (PNM), kemerdekaan tidak cukup dimaknai sebagai peringatan sejarah, tetapi juga sebagai momentum untuk membuka semakin banyak kesempatan bagi masyarakat prasejahtera agar mampu meningkatkan taraf hidup melalui usaha.

Komitmen tersebut diwujudkan PNM melalui pendampingan terhadap perempuan pelaku usaha ultra mikro, terutama para nasabah PNM Mekaar. Pemberdayaan dilakukan agar usaha yang dijalankan tidak hanya mampu menopang kebutuhan sehari-hari, tetapi juga menjadi fondasi bagi masa depan keluarga.

Wakil Direktur Utama PNM, Sunar Basuki, menilai semangat perjuangan pada era sekarang dapat diwujudkan dengan membantu masyarakat memperoleh kesempatan yang sama untuk berkembang.

“Makna kemerdekaan hari ini salah satunya adalah memastikan masyarakat memiliki ruang untuk tumbuh. Ketika ibu-ibu nasabah PNM Mekaar mampu mengembangkan usahanya, sesungguhnya mereka sedang memperkuat ekonomi keluarga sekaligus ikut menggerakkan perekonomian Indonesia,” kata Sunar.

Menurut Sunar, aktivitas ekonomi masyarakat ultra mikro kerap terlihat sederhana. Mulai dari berjualan makanan, membuka warung, menjual kebutuhan rumah tangga hingga memproduksi barang dari rumah. Namun, di balik usaha tersebut terdapat perjuangan untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan mewujudkan cita-cita anak-anak.

Penghasilan dari usaha mikro dapat menjadi sumber biaya pendidikan, kebutuhan rumah tangga maupun tambahan modal untuk mengembangkan bisnis. Karena itu, PNM menempatkan pemberdayaan sebagai bagian penting dalam mendampingi nasabah.

“Usaha yang dijalankan para ibu ini mungkin dimulai dari skala kecil, tetapi dampaknya sangat besar bagi keluarga. Ada anak yang bisa terus sekolah, ada kebutuhan rumah tangga yang terpenuhi, dan ada harapan yang tetap hidup karena mereka berani menjalankan usaha,” ujarnya.

PNM juga menilai persoalan yang dihadapi pelaku usaha ultra mikro bukan hanya mengenai keterbatasan permodalan. Kemampuan mengelola keuangan, meningkatkan kualitas produk, melakukan pemasaran, memanfaatkan teknologi dan memperluas jaringan usaha menjadi faktor penting agar bisnis dapat bertahan dan berkembang.

Karena itu, pembiayaan menjadi salah satu bagian dari proses pemberdayaan yang lebih luas. Nasabah juga mendapatkan pendampingan dan penguatan kapasitas sehingga secara bertahap mampu meningkatkan kemampuan mengelola usahanya.

Pendekatan tersebut diharapkan mampu mendorong perubahan dari sekadar memiliki usaha menjadi memiliki usaha yang lebih mandiri dan berkelanjutan. Pertumbuhan bisnis pun diharapkan menciptakan sumber pendapatan yang lebih kuat bagi keluarga.

“Pemberdayaan harus dilakukan secara berkelanjutan. Kita tidak hanya memberikan akses pembiayaan, tetapi juga mendampingi nasabah agar mereka mampu mengembangkan kemampuan, membaca peluang dan mengambil langkah untuk meningkatkan usahanya,” tutur Sunar.

Semangat tersebut sejalan dengan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang mengusung tema “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur.”PNM memandang kemandirian ekonomi masyarakat sebagai salah satu bagian penting dalam mewujudkan kemakmuran yang dapat dirasakan secara lebih luas.

Bagi PNM, keberhasilan pemberdayaan dapat terlihat dari perubahan yang terjadi di tingkat keluarga. Ketika seorang perempuan mampu meningkatkan usaha, maka manfaatnya dapat berlanjut pada pendidikan anak, kesejahteraan rumah tangga hingga terbukanya peluang ekonomi bagi lingkungan sekitar.

“Ketika satu usaha berkembang, ada satu keluarga yang menjadi lebih kuat. Ketika semakin banyak keluarga berdaya, maka fondasi ekonomi masyarakat juga semakin kokoh. Itulah semangat kemerdekaan yang ingin terus kami hadirkan melalui pemberdayaan,” kata Sunar.

Melalui semangat #PNMuntukUMKM dan #PNMPemberdayaanUMKM, PNM melanjutkan komitmen memperluas dampak pemberdayaan kepada nasabah. Inisiatif ini juga menjadi kelanjutan dari gerakan serupa yang sebelumnya mengusung #CariTauLangkahBaru, dengan fokus mendorong nasabah unggulan agar mampu naik kelas dan mengembangkan potensi usahanya.

Dengan demikian, semangat kemerdekaan tidak berhenti pada seremoni tahunan. Bagi PNM, kemerdekaan juga berarti menghadirkan kesempatan, membangun kemandirian dan memastikan semakin banyak keluarga Indonesia memiliki peluang untuk menata kehidupan yang lebih baik.*** (Byl)

Baca Lainnya

Upacara Kemerdekaan di Kampung Nelayan, Trenggono Targetkan 5.000 KNMP hingga 2029

17 Agustus 2026 - 13:53 WIB

Di HUT Ke-81 RI, Kepala Pangkalan PLP Tanjung Priok: Semangat Kemerdekaan Harus Bebaskan Diri dari Malas dan Penyalahgunaan Wewenang

17 Agustus 2026 - 12:18 WIB

HUT Ke-81 RI, Pelindo Tegaskan Komitmen Penguatan Konektivitas untuk Memajukan Ekonomi Indonesia

17 Agustus 2026 - 11:19 WIB

Musara Gayo Jabodetabek Gelar Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Kenang Perjuangan Pejuang Gayo dan Radio Rimba Raya

17 Agustus 2026 - 10:58 WIB

Peringatan 21 Tahun Damai Aceh Diwarnai Tembakan, Rakyat Aceh Melawan

17 Agustus 2026 - 10:48 WIB

Mutia Sari Tendik UIN Sultanah Nahrasiyah Hadiri Upacara HUT RI di Simeulue

17 Agustus 2026 - 10:36 WIB

Patriotisme Bukan Seremoni: Menjaga Indonesia 81 Tahun dengan Konstitusi, Hukum, dan Persatuan

17 Agustus 2026 - 10:24 WIB

Perayaan Hari Didong 2026 Dihadiri Perwakilan Korea Selatan, Diusulkan Ditetapkan melalui Perda

17 Agustus 2026 - 09:42 WIB

Semangat HUT Ke-81 RI, Pelindo Teguhkan Kedaulatan Maritim

17 Agustus 2026 - 09:39 WIB

GGRM Suntik Rp200 Miliar, Bandara Dhoho Hadapi Balik Modal 26 Tahun

17 Agustus 2026 - 08:07 WIB

Trending di BANDARA