Pada satu kesempatan, Putra Gara dari Wartatrans.com mewawancarai Ketua Umum KP3ALA Pusat, Prof. Rahmat Salam terkait perjuangan Provinsi ALA dalam Menjaga Perdamaian Aceh. Berikut wawancaranya;
Wartatrans.com: Assalamu’alaikum, Pak Rahmat Salam.

Prof. Rahmat Salam: Waalaikumussalam. Sahabatku, selamat memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81. Semoga Indonesia semakin berdaulat, adil, dan makmur.
Wartatrans.com: Izin, Pak Rahmat. Sebagai Ketua Umum KP3ALA, kita tahu perjuangan pemekaran Provinsi ALA ini sudah berlangsung sangat panjang, bahkan lebih dari 20 tahun. Bagaimana pandangan Pak Rahmat tentang makna kemerdekaan dan perdamaian Aceh?
Prof. Rahmat Salam: Begini, saudaraku. Saya garis bawahi terlebih dahulu bahwa kita ini sedang berbicara dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Harus diingat, NKRI adalah harga mati dan tidak perlu ditawar-tawar lagi.
Perjuangan Provinsi ALA harus ditempatkan dalam kerangka memperkuat NKRI, meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, mempercepat pembangunan, dan menciptakan pemerataan kesejahteraan.
Wartatrans.com: Baik, Pak. Bisa diceritakan kembali bagaimana awal mula perjuangan pemekaran Provinsi ALA?
Prof. Rahmat Salam: Kilas balik, pada awal perjuangan pemekaran Provinsi ALA, saya masih mahasiswa Pascasarjana Ilmu Lingkungan Universitas Indonesia.
Perjuangan ALA bukan perjuangan untuk memisahkan diri dari Indonesia. Perjuangan ALA adalah perjuangan mendekatkan pelayanan pemerintah kepada rakyat, mempercepat pemerataan pembangunan, membuka akses ekonomi, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Perdamaian Aceh harus kita jaga bersama. Jangan sampai kepentingan sesaat mengorbankan perdamaian yang sudah diperjuangkan dengan begitu mahal.
Kami dari KP3ALA telah menunggu lebih dari dua dekade. Kami menghormati proses perdamaian. Kami sudah memberikan waktu.
Dan sekarang kami berharap pemerintah tidak menunda lagi aspirasi pembentukan Provinsi Aceh Leuser Antara.
ALA bukan untuk memecah Aceh. ALA adalah ikhtiar mendekatkan negara kepada rakyat.
Demikian Wawancara Khusus Wartatrans.com kepada Ketua Umum KP3ALA Pusat, Prof. Rahmat Salam.***


























