Menu

Mode Gelap
Pameran Maestro Film Indonesia 2026 Angkat Jejak Asrul Sani Kadisbudpar Jabar Iendra Sofyan Buka Pameran “KDM”, Seni Jadi Ruang Refleksi Kepemimpinan Mahalnya Ongkos Logistik Indonesia Calvin Dores Penerus Deddy Dores Rilis ‘Sampai Kapankah’ di HUT RI-81: Merdeka itu Bebas dari Belenggu Kehidupan! Ika Kartika Kembali Ke Musik, Kini Bersama RAL Entertainment FGD Penguatan Kelembagaan di Simeulue Dorong Pengembangan Potensi Alam, Ekonomi, dan Layanan Sosial

RAGAM

Ketua Umum KP3ALA Pusat, Prof. Rahmat Salam: Makna Perjuangan Provinsi ALA dalam Menjaga Perdamaian Aceh

badge-check


 Ketua Umum KP3ALA Pusat, Prof. Rahmat Salam: Makna Perjuangan Provinsi ALA dalam Menjaga Perdamaian Aceh Perbesar

Pada satu kesempatan, Putra Gara dari Wartatrans.com mewawancarai Ketua Umum KP3ALA Pusat, Prof. Rahmat Salam terkait perjuangan Provinsi ALA dalam Menjaga Perdamaian Aceh. Berikut wawancaranya;

Wartatrans.com: Assalamu’alaikum, Pak Rahmat Salam.

Prof. Rahmat Salam: Waalaikumussalam. Sahabatku, selamat memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81. Semoga Indonesia semakin berdaulat, adil, dan makmur.

Wartatrans.com: Izin, Pak Rahmat. Sebagai Ketua Umum KP3ALA, kita tahu perjuangan pemekaran Provinsi ALA ini sudah berlangsung sangat panjang, bahkan lebih dari 20 tahun. Bagaimana pandangan Pak Rahmat tentang makna kemerdekaan dan perdamaian Aceh?

Prof. Rahmat Salam: Begini, saudaraku. Saya garis bawahi terlebih dahulu bahwa kita ini sedang berbicara dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Harus diingat, NKRI adalah harga mati dan tidak perlu ditawar-tawar lagi.

Perjuangan Provinsi ALA harus ditempatkan dalam kerangka memperkuat NKRI, meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, mempercepat pembangunan, dan menciptakan pemerataan kesejahteraan.

Wartatrans.com: Baik, Pak. Bisa diceritakan kembali bagaimana awal mula perjuangan pemekaran Provinsi ALA?

Prof. Rahmat Salam: Kilas balik, pada awal perjuangan pemekaran Provinsi ALA, saya masih mahasiswa Pascasarjana Ilmu Lingkungan Universitas Indonesia.

Perjuangan ALA bukan perjuangan untuk memisahkan diri dari Indonesia. Perjuangan ALA adalah perjuangan mendekatkan pelayanan pemerintah kepada rakyat, mempercepat pemerataan pembangunan, membuka akses ekonomi, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Perdamaian Aceh harus kita jaga bersama. Jangan sampai kepentingan sesaat mengorbankan perdamaian yang sudah diperjuangkan dengan begitu mahal.

Kami dari KP3ALA telah menunggu lebih dari dua dekade. Kami menghormati proses perdamaian. Kami sudah memberikan waktu.

Dan sekarang kami berharap pemerintah tidak menunda lagi aspirasi pembentukan Provinsi Aceh Leuser Antara.

ALA bukan untuk memecah Aceh. ALA adalah ikhtiar mendekatkan negara kepada rakyat.

Demikian Wawancara Khusus Wartatrans.com kepada Ketua Umum KP3ALA Pusat, Prof. Rahmat Salam.***

Baca Lainnya

FGD Penguatan Kelembagaan di Simeulue Dorong Pengembangan Potensi Alam, Ekonomi, dan Layanan Sosial

18 Agustus 2026 - 08:35 WIB

Kementerian Perumahan Bedah 10.300 Rumah di Jakarta

18 Agustus 2026 - 06:21 WIB

Di Istana Kepresidenan Yogyakarta IPEMAH LUTYO Tampilkan Didong Gayo dan Tari Guel Meriahkan Pesta Rakyat HUT RI ke-81

17 Agustus 2026 - 22:03 WIB

Haji Fikri Apresiasi Desa Wisata Gunung Malang dan Tugu Utara Tembus Top 15 Jawa Barat

17 Agustus 2026 - 16:49 WIB

Didong dan Tari Guel Semarakkan Panggung Kemerdekaan di Gedung Agung Yogyakarta

17 Agustus 2026 - 16:44 WIB

Pentas Seni Kemerdekaan RI di RT 05 Tegalsari Semarang Juga Diisi Tasyakuran Pembangunan Talud Jalan

17 Agustus 2026 - 16:40 WIB

PNM Jadikan Semangat Kemerdekaan sebagai Energi Pemberdayaan Perempuan Ultra Mikro

17 Agustus 2026 - 14:23 WIB

Upacara Kemerdekaan di Kampung Nelayan, Trenggono Targetkan 5.000 KNMP hingga 2029

17 Agustus 2026 - 13:53 WIB

Di HUT Ke-81 RI, Kepala Pangkalan PLP Tanjung Priok: Semangat Kemerdekaan Harus Bebaskan Diri dari Malas dan Penyalahgunaan Wewenang

17 Agustus 2026 - 12:18 WIB

HUT Ke-81 RI, Pelindo Tegaskan Komitmen Penguatan Konektivitas untuk Memajukan Ekonomi Indonesia

17 Agustus 2026 - 11:19 WIB

Trending di ANJUNGAN