Menu

Mode Gelap
KAI Group Perkuat Ekosistem Transportasi, 307,86 Juta Pelanggan Dilayani hingga Juli Ketepatan Waktu Whoosh Capai 99,4 Persen, KCIC Klaim Layanan Makin Andal Merah Putih Berkibar di Kereta Api, KAI Daop 1 Jakarta Hadirkan Semangat Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur Bandara Husein Sastranegara Bersiap Penuh Layani Pesawat Boeing 737-800 “Duta” Rimba Raya Gerilya di Ibu Kota, Bawa Kembali Jejak Suara; “Indonesia Masih Ada” Anggaran Perumahan 2027 Tertekan, Kementerian PKP Ajukan Anggaran Rp106 Triliun

EKOBIS

Anggaran Perumahan 2027 Tertekan, Kementerian PKP Ajukan Anggaran Rp106 Triliun

badge-check


 Perumahan rakyat (ist) Perbesar

Perumahan rakyat (ist)

Wartatrans.com, JAKARTA – Pemerintah menghadapi persoalan besar di sektor perumahan pada 2027. Jumlah rumah tangga yang menempati hunian belum layak masih mencapai 18,01 juta.

Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) mengajukan anggaran Rp106 triliun untuk mengejar kebutuhan pembangunan dan perbaikan rumah.

Data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) dari Susenas Maret 2026 menunjukkan jumlah rumah tangga yang mengalami kesenjangan kelayakhunian (backlog kelayakhunian) turun dari 18,77 juta pada 2025 menjadi 18,01 juta.

Angka tersebut masih hampir dua kali lipat kesenjangan kepemilikan rumah (backlog kepemilikan) yang turun dari 9,64 juta menjadi 9,29 juta rumah tangga.

Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan, kedua indikator tersebut mengalami perbaikan. “Jadi baik backlog 1 maupun backlog 2 mengalami perbaikan atau secara angka mengalami penurunan,” ujar Amalia dalam Rilis Publikasi Statistik Perumahan 2026, Kamis (13/8/2026).

Namun, penurunan itu belum mengubah skala persoalan. Jumlah rumah tangga yang membutuhkan hunian layak masih jauh lebih besar dibandingkan rumah tangga yang belum memiliki rumah sendiri.

Artinya, persoalan perumahan Indonesia bukan hanya menyediakan unit baru, tetapi juga meningkatkan kualitas rumah yang sudah dihuni.

Data BPS yang menempatkan Kepulauan Bangka Belitung sebagai daerah dengan proporsi penggunaan atap asbes tertinggi memperlihatkan persoalan tersebut dari sisi kualitas bangunan.

Rumah yang sudah berdiri belum tentu memenuhi seluruh indikator kelayakan, sehingga kebijakan perumahan perlu memperhitungkan pembangunan sekaligus peningkatan kualitas.

Kebutuhan itu kemudian berhadapan dengan ruang fiskal. Menteri PKP Maruarar Sirait mengusulkan kebutuhan anggaran 2027 sebesar Rp106 triliun.

Dari jumlah tersebut, Rp57,29 triliun diarahkan untuk Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) dengan target sekitar 2 juta unit, sedangkan Rp36,62 triliun untuk pembangunan 50.000 unit rumah susun.

“Usulan kebutuhan anggaran Kementerian PKP Tahun 2027 adalah sebesar Rp106 triliun, dengan target 2.084.460 unit BSPS,” kata Maruarar dalam rapat bersama Komisi V DPR RI, Rabu (17/6/2026).

Tantangannya bukan hanya mendapatkan tambahan anggaran. Hingga 31 Juli 2026, realisasi anggaran Kementerian PKP mencapai sekitar Rp3,27 triliun atau 31,73 persen dari pagu reguler Rp10,308 triliun.

Sekretaris Jenderal Kementerian PKP Didyk Choiroel mengatakan, penyerapan ditargetkan mencapai 97,48 persen hingga akhir tahun.

Di sisi lain, pemerintah mulai membenahi basis data penerima bantuan. Pada Rabu (5/8/2026), Kementerian PKP dan BPS membahas integrasi data kemiskinan desil 1–4 dengan data Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).

Data tersebut akan disandingkan dengan basis by name by address dan diverifikasi di lapangan.

Dengan 18,01 juta rumah tangga masih menghadapi kesenjangan kelayakhunian, persoalan 2027 akhirnya bukan semata-mata soal seberapa besar anggaran yang tersedia.

Pemerintah juga harus menentukan, rumah mana yang paling membutuhkan intervensi, memastikan penerimanya tepat, dan membuktikan bahwa setiap tambahan anggaran benar-benar menghasilkan hunian yang lebih layak. (Artha Tidar)

Baca Lainnya

Kemenhub Fasilitasi Penyerahan Asuransi Korban KMP Putri Yasmin

13 Agustus 2026 - 21:02 WIB

Demi Perkuat Logistik Lintas Batas, ASDP Dorong Konektivitas RoRo Batam–Johor

13 Agustus 2026 - 20:57 WIB

Wamenhub Suntana Dukung Merdeka Emisi Pelindo untuk Dorong Pelabuhan Lebih Hijau

13 Agustus 2026 - 20:06 WIB

Kinerja Gemilang, Tiga Terminal Petikemas PT Terminal Teluk Lamong Raih Rekor Throughput Tertinggi

13 Agustus 2026 - 19:58 WIB

IDSurvey Hadirkan Program Berbasis Keluarga dan Komunitas untuk Tekan Risiko Stunting di Bidara Cina

13 Agustus 2026 - 19:47 WIB

Manfaatkan AI, INACA dan KIU Sosialisasi Solusi Mudah Penanganan Penumpang

13 Agustus 2026 - 15:20 WIB

HUT ke-81 RI, Pelita Air Tawarkan Diskon Harga Tiket hingga 45%

13 Agustus 2026 - 15:09 WIB

Wakaf Saham Istiqlal Hadapi Tantangan Regulasi

13 Agustus 2026 - 05:21 WIB

Ritel Asing Makin Bertambah, Rantai Pasok Lokal Diuji

13 Agustus 2026 - 05:17 WIB

KAI Services Raih Juara 1 BUJP Teladan Polri Kategori Investasi Besar

12 Agustus 2026 - 21:16 WIB

Trending di RAGAM