Menu

Mode Gelap
Sambut Libur Panjang HUT ke-81 RI, Promo Naik Whoosh Cuma Rp8.800 dan Potongan hingga Rp200.000 TNI dan Polisi Lepas Tembakan, Peringatan Hari Damai Aceh di Masjid Raya Baiturrahman jadi Ricuh Camat Caringin Garut Sampaikan 2 Pesan Penting HUT Pramuka Ke 65 Di Bumper Biru Dihari Damai Aceh, KP3ALA Dorong Pemerintah Pusat Tuntaskan Proses Pembentukan Provinsi Aceh Leuser Antara Pascagempa NTT, PELNI Pastikan Kapal di Maumere Tetap Operasional Delegasi Rimba Raya Apresiasi Kehadiran Raja Linge pada Hari Damai Aceh ke-21: Gayo adalah Marwah Aceh

Uncategorized

TNI dan Polisi Lepas Tembakan, Peringatan Hari Damai Aceh di Masjid Raya Baiturrahman jadi Ricuh

badge-check


 TNI dan Polisi Lepas Tembakan, Peringatan Hari Damai Aceh di Masjid Raya Baiturrahman jadi Ricuh Perbesar

Wartatrans.com, BANDA ACEH — Peringatan 21 tahun Hari Damai Aceh yang berlangsung di kawasan Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Sabtu (15/8/2026), berakhir dengan kericuhan.

Ribuan masyarakat dari berbagai daerah di Aceh sebelumnya berkumpul di halaman Masjid Raya Baiturrahman untuk mengikuti zikir, doa bersama dan doa tolak bala dalam rangka memperingati 21 tahun perdamaian Aceh. Kegiatan tersebut kemudian dilanjutkan dengan penyampaian orasi.

Situasi mulai memanas sekitar pukul 11.25 WIB, setelah rangkaian orasi berakhir. Berdasarkan laporan dari lokasi, sejumlah orang mengibarkan bendera bintang bulan.

Bendera bulan bintang berkibar.

Personel Brimob dengan sigap merampas bendera tersebut dan menembakkan senjata peringatan sehingga terjadi bentrokan antara sebagian massa dan aparat kepolisian.

Polisi kemudian menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa. Warga yang berada di sekitar kawasan masjid terlihat berhamburan meninggalkan lokasi. Sejumlah warga juga dilaporkan mengalami luka-luka, meski jumlah korban belum diketahui secara resmi.

Kericuhan tersebut terjadi di tengah munculnya aksi pengibaran bendera bulan bintang di kawasan Masjid Raya Baiturrahman. Sejumlah laporan juga menyebut adanya bendera PBB yang turut dikibarkan.

Sebelumnya, aparat TNI dan Polri memang disiagakan untuk mengamankan rangkaian peringatan Hari Damai Aceh. Kodam Iskandar Muda telah melakukan gelar pasukan bersama Polda Aceh untuk pengamanan kegiatan tersebut.

Namun, berdasarkan laporan yang tersedia sejauh ini, tindakan pembubaran massa dengan gas air mata disebut dilakukan oleh aparat kepolisian.

Peringatan Hari Damai Aceh tahun ini seharusnya menjadi momentum untuk mengenang perdamaian yang lahir melalui MoU Helsinki pada 15 Agustus 2005. Peristiwa kericuhan di kawasan Masjid Raya menjadi perhatian publik karena terjadi di tempat yang memiliki nilai simbolis sangat kuat bagi masyarakat Aceh.

Masyarakat diharapkan tetap menjaga ketenangan dan tidak terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi. Semangat perdamaian hendaknya tidak berubah menjadi pertikaian baru.*** (Kamaruzzaman)

Baca Lainnya

Dari Lilitan Utang, Ibu Rini Kini Tekuni Bisnis Gitar dan Perjuangkan Masa Depan Anak

14 Agustus 2026 - 18:04 WIB

Bandara Husein Mulai Layani Pesawat Jet dengan 12 Rute Domestik

14 Agustus 2026 - 16:54 WIB

“Duta” Radio Rimba Raya Hadiri Transformasi Kreator Indonesia di RRI Pusat

13 Agustus 2026 - 13:55 WIB

Raup Suara Mayoritas Tantan Sulthon Nakhodai PWI Jabar Periode 2026-2031

13 Agustus 2026 - 12:31 WIB

Sri Mulyati Buat Kreasi Mozaik Bunga dari Plastik Bekas, Bukti Sampah Bisa Menjadi Karya Seni Bernilai

7 Agustus 2026 - 10:58 WIB

MK: Transparansi Penyebab Delay Pesawat Perlu Diperkuat

6 Agustus 2026 - 04:48 WIB

Hampir 42 Persen KA Jarak Jauh dari Gambir dan Pasar Senen Gunakan Kereta New Generation

5 Agustus 2026 - 13:07 WIB

Proyek Trans Sumatra Railway Tak Hanya Berorientasi Pada Pembangunan Rel

5 Agustus 2026 - 09:33 WIB

Neno Warisman: Puisi Bukan Sekadar Rangkaian Kata, tetapi Cara Merawat Warisan Budaya

28 Juli 2026 - 22:39 WIB

MK Larang Kuota Data Selular Hangus

25 Juli 2026 - 18:40 WIB

Trending di Uncategorized