Menu ✖

Mode Gelap
Suyudi Ario Seto Disetujui DPR Jadi Kapolri, Gantikan Listyo Sigit Kebun Hantu, Menyusuri Arsip Tubuh dan Pengalaman yang Tak Selesai AI Mengubah Wajah Demokrasi, Akademisi: Verifikasi Jadi Senjata Publik Tanam 10 Pala Tomandin di SMA Don Bosco Fakfak, Siswa Belajar Ketangguhan di Tengah El Nino KAI Services Perkuat Layanan Premium di Balik Perjalanan Nusantara Explorer KKP Percepat Sertifikasi Awak Kapal Perikanan melalui Modernisasi Pelatihan

Uncategorized

TNI dan Polisi Lepas Tembakan, Peringatan Hari Damai Aceh di Masjid Raya Baiturrahman jadi Ricuh

badge-check


 TNI dan Polisi Lepas Tembakan, Peringatan Hari Damai Aceh di Masjid Raya Baiturrahman jadi Ricuh Perbesar

Wartatrans.com, BANDA ACEH – Peringatan 21 tahun Hari Damai Aceh yang berlangsung di kawasan Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh, Sabtu (15/8/2026), berakhir dengan kericuhan.

Ribuan masyarakat dari berbagai daerah di Aceh sebelumnya berkumpul di halaman Masjid Raya Baiturrahman untuk mengikuti zikir, doa bersama dan doa tolak bala dalam rangka memperingati 21 tahun perdamaian Aceh. Kegiatan tersebut kemudian dilanjutkan dengan penyampaian orasi.

Situasi mulai memanas sekitar pukul 11.25 WIB, setelah rangkaian orasi berakhir. Berdasarkan laporan dari lokasi, sejumlah orang mengibarkan bendera bintang bulan.

Bendera bulan bintang berkibar.

Personel Brimob dengan sigap merampas bendera tersebut dan menembakkan senjata peringatan sehingga terjadi bentrokan antara sebagian massa dan aparat kepolisian.

Polisi kemudian menembakkan gas air mata untuk membubarkan massa. Warga yang berada di sekitar kawasan masjid terlihat berhamburan meninggalkan lokasi. Sejumlah warga juga dilaporkan mengalami luka-luka, meski jumlah korban belum diketahui secara resmi.

Kericuhan tersebut terjadi di tengah munculnya aksi pengibaran bendera bulan bintang di kawasan Masjid Raya Baiturrahman. Sejumlah laporan juga menyebut adanya bendera PBB yang turut dikibarkan.

Sebelumnya, aparat TNI dan Polri memang disiagakan untuk mengamankan rangkaian peringatan Hari Damai Aceh. Kodam Iskandar Muda telah melakukan gelar pasukan bersama Polda Aceh untuk pengamanan kegiatan tersebut.

Namun, berdasarkan laporan yang tersedia sejauh ini, tindakan pembubaran massa dengan gas air mata disebut dilakukan oleh aparat kepolisian.

Peringatan Hari Damai Aceh tahun ini seharusnya menjadi momentum untuk mengenang perdamaian yang lahir melalui MoU Helsinki pada 15 Agustus 2005. Peristiwa kericuhan di kawasan Masjid Raya menjadi perhatian publik karena terjadi di tempat yang memiliki nilai simbolis sangat kuat bagi masyarakat Aceh.

Masyarakat diharapkan tetap menjaga ketenangan dan tidak terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi. Semangat perdamaian hendaknya tidak berubah menjadi pertikaian baru.*** (Kamaruzzaman)

Baca Lainnya

Dinas Sosial Kabupaten Fakfak Prioritaskan Pembenahan Data demi Bantuan Tepat Sasaran

28 September 2026 - 16:04 WIB

Penumpang Melahirkan di Kereta KRL Rute Serpong

24 September 2026 - 18:46 WIB

Afternoon Coffee KSOP Muara Angke, Bahas Manifest, Kespel, dan Kesiapsiagaan Darurat

21 September 2026 - 22:25 WIB

Ultrajaya dan Frisian Flag Bersatu, Peta Susu RI Berubah

21 September 2026 - 21:53 WIB

Jakarta-New York: Diplomasi Kota, Transportasi, dan Rp5,2 Triliun

21 September 2026 - 21:47 WIB

Akses Utama Pemkab Fakfak Ditutup Tanpa Alasan Jelas, Pelayanan Publik Dipertanyakan

21 September 2026 - 20:27 WIB

Sanfest 2026: Ketika Santri Menggerakkan Ayat Al-Qur’an Melalui Film

21 September 2026 - 19:30 WIB

Menteri PU Pastikan Daerah Terdampak Banjir dan Longsor di Aceh Sudah Tidak Terisolir Lagi

21 September 2026 - 18:18 WIB

Pegayon Angkat Motif Pepir Gayo, Forum Budaya Disiapkan untuk Hidupkan Seni di Kem Seni Antara

20 September 2026 - 15:47 WIB

PPA Aceh Tengah Tindak Lanjut Proposal Bantuan ke PT THL

18 September 2026 - 07:33 WIB

Trending di Uncategorized