Wartatrans.comembangunan infrastruktur pascabencana banjir dan tanah longsor di Aceh terus dikerjakan secara maraton. Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo memastikan saat ini sudah tidak ada lagi daerah yang terisolir di wilayah tersebut.
Lebih lanjut Dody mengatakan, pihaknya memprioritaskan pembangunan daerah terpencil dahulu agar mobilitas dan akses masyarakat kembali normal. Penanganan cepat juga dilakukan pada jalan dan jembatan nasional yang rusak.
“Daerah terdampak bencana banjir dan longsor di Aceh sudah tidak ada yang terisolir. Kita justru mengutamakan membuka dulu daerah -.daerah tersebut,” ujar Dody.
Pernyataan ini disampaikan Menteri PU saat menghadiri Sidang Senat Terbuka Wisuda Ke 5 Tahun 2026 Politeknik Pekerjaan Umum (PUtech) di Kampus 2 PUtech, Semarang, Sabtu (19/09/2026).
Sebanyak 230 wisudawan dan wisudawati dari tiga program studi dikukuhkan sebagai Ahli Madya Teknik. Mereka terdiri atas 72 lulusan Teknologi Konstruksi Bangunan Air, 82 lulusan Teknologi Konstruksi Jalan dan Jembatan, serta 76 lulusan Teknologi Konstruksi Bangunan Gedung.

Sebelum ke Semarang, Dody melakukan observasi ke jembatan permanen di Krueng Teukuh. Ini adalah realisasi proyek terbaru yang akan segera dioperasionalkan dalam waktu dekat.
Bukan Dody kalau tidak melaporkan apa adanya. Diakuinya bahwa proses pembangunan infrastruktur sering mengalami kendala berupa hujan dan cuaca buruk. Dari segi ini, pihaknya juga memikirkan keselamatan para pekerja.
“Hujan deras terjadi di Aceh hampir tiap hari. Walau sudah kita bangun tapi longsoran tetap masih terjadi di sana sini. Kondisi diperparah banjir susulan hasil hujan lebat,” imbuh Dody.
Di acara wisuda ke 5 Politeknik Pekerjaan Umum Semarang, Dody minta mahasiswa dan wisudawan terus memperbarui ilmu. Sebab pembangunan infrastruktur di Indonesia akan lebih menantang kedepannya.
Selain itu penguasaan pengetahuan, inovasi, dan teknologi adalah bagian penting meningkatkan kompetensi sumber daya manusia agar mampu menjaga kualitas, ketahanan, dan keselamatan infrastruktur di tengah munculnya berbagai tantangan.
“Indonesia masuk ring of fire sehingga kualitas bangunan dan infrastruktur lain yang dibangun, resiliensinya pasti ada. Mencipta infrastruktur yang tahan bencana adalah tantangan besar bagi adik-adik yang notabene ke depannya menjadi tulang punggung Kementerian PU,” demikian Dody, Menteri senior dari Partai Demokrat.***
(Aditiya Widodo Putra)


























