Menu

Mode Gelap
PELNI Gelar Fleet Safety Excellence Award 2026 Kemenhub Perkuat Kesiapan Awak Kapal PELNI Hadapi Situasi Darurat Pegayon Angkat Motif Pepir Gayo, Forum Budaya Disiapkan untuk Hidupkan Seni di Kem Seni Antara Kinerja 2025 Moncer, Pelindo Naik 3 Peringkat di Fortune Indonesia 100 Kuartal II-2026, GMF Bukukan Pertumbuhan Pendapatan 51% Kemenhub Pastikan Pemenuhan Santunan Asuransi Korban KMP Virgo Transport 8

Uncategorized

Pegayon Angkat Motif Pepir Gayo, Forum Budaya Disiapkan untuk Hidupkan Seni di Kem Seni Antara

badge-check


 Pegayon Angkat Motif Pepir Gayo, Forum Budaya Disiapkan untuk Hidupkan Seni di Kem Seni Antara Perbesar

Wartatrans.com, BENER MERIAH — Sanggar Pegayon berencana mengangkat motif Pepir Gayo atau Tulak Angin sebagai salah satu motif ukiran yang akan dikembangkan di kawasan Kem, Desa Seni Antara, yang berada di kawasan perbatasan Kabupaten Bener Meriah dan Aceh Utara.

Motif tersebut akan menjadi bagian dari upaya memperkuat identitas budaya Gayo sekaligus memperkenalkan kekayaan seni tradisi masyarakat yang hidup di kawasan tersebut.

Tokoh Sanggar Pegayon, Tengku Ceh Azzam Musara, mengatakan Sanggar Pegayon saat ini juga tengah membangun sebuah pondok pesantren di Dusun Buntul Sara Ine, kawasan tapal batas yang menurut masyarakat masih memiliki persoalan mengenai batas administrasi antara Kabupaten Bener Meriah dan Aceh Utara.

“Kami berharap pemerintah provinsi dapat dengan segera menyelesaikan daerah yang masih menjadi persoalan batas tersebut, agar masyarakat lebih jelas untuk berdomisili dan mendapatkan kepastian wilayah administrasinya,” kata Azam Musara.

Forum Budaya Gayo Kem–Seni Antara

Menurut Azam, masyarakat Desa Seni Antara saat ini juga telah membentuk Forum Budaya Gayo Kem–Seni Antara.

Forum tersebut diharapkan menjadi wadah sekaligus payung bagi sanggar-sanggar seni yang berada di bawah kawasan Desa Seni Antara.

“Forum Budaya Gayo Kem–Seni Antara ini menjadi payung dan penaung bagi sanggar-sanggar yang ada di bawah Desa Seni Antara,” ujarnya.

Selain membangun wadah kebudayaan, masyarakat juga berencana menggelar Festival Seni Antara secara rutin setiap tahun.

Festival tersebut nantinya akan diisi dengan berbagai kegiatan, mulai dari pagelaran kesenian dan kebudayaan, pameran maupun penjualan hasil bumi masyarakat, serta kegiatan lain yang berkaitan dengan potensi seni, budaya dan ekonomi masyarakat setempat.

Azam berharap keberadaan forum dan festival tersebut dapat menjadi langkah awal untuk mengembangkan Desa Seni Antara sebagai kawasan yang memiliki karakter seni, adat dan pariwisata.

“Semoga Desa Seni Antara ke depannya dapat menjadi desa seni, sekaligus desa adat dan desa pariwisata,” harapnya.

Pertemuan Budaya Gunung dan Pesisir

Kawasan Kem–Seni Antara memiliki masyarakat yang berasal dari berbagai daerah, seperti Gayo Lues, Aceh Tengah, Bener Meriah dan Aceh Utara.

Keberagaman tersebut melahirkan pertemuan budaya antara masyarakat pegunungan Gayo dengan masyarakat pesisir Aceh.

Akulturasi tersebut terlihat dalam berbagai bentuk kesenian tradisional yang berkembang di kawasan tersebut, di antaranya Tepok Runcang, Donang Banan, Repai dan Gegedem.

Sementara dalam musik tradisi, masyarakat mengenal Saman Gayo Lut, Didong Sesuk, Didong Alo dan Didong Gelung.

Menurut Azam, keberagaman tersebut merupakan kekuatan budaya yang perlu dirawat dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

“Bersatunya budaya gunung dan pesisir di Kem Pegayon, Desa Seni Antara,” ujarnya.

Dengan pembentukan Forum Budaya Gayo Kem–Seni Antara dan rencana Festival Seni Antara setiap tahun, masyarakat berharap kawasan tersebut tidak hanya menjadi tempat tinggal, tetapi juga berkembang sebagai ruang kebudayaan yang mampu menghidupkan kesenian, adat, pariwisata dan ekonomi masyarakat lokal.*** (Kamaruzzaman)

Baca Lainnya

PPA Aceh Tengah Tindak Lanjut Proposal Bantuan ke PT THL

18 September 2026 - 07:33 WIB

Kemenekraf Gelar Bazar Sinema Rakyat Seharian di GOS Takengon

17 September 2026 - 16:35 WIB

Tanoh Gayo Siap Lahirkan Sineas Muda, Kemenekraf Gelar Workshop Sinema Rakyat di Takengon

17 September 2026 - 16:27 WIB

BGN Kembali Suspend 1.276 Dapur MBG, Ratusan Lain Diusulkan Ditutup

17 September 2026 - 13:14 WIB

Ratusan Guru Al-Qur’an di Bogor Bersiap Naik Kelas, Kompetensi Jadi Kunci

13 September 2026 - 23:26 WIB

Enam Hari Pencarian, Wartawan Gayo Nyalakan Api Solidaritas untuk Lima Rekan di Selat Sunda

13 September 2026 - 23:06 WIB

Tsunami’ Dugaan Keracunan Menu MBG Melanda 4 Wilayah Pantura Jawa Tengah

11 September 2026 - 05:26 WIB

Cerita Bupati Madina Jumpa Mantan: Ada Bibik-bisik Soal Bandara, Pelabuhan dan BUMD?

7 September 2026 - 16:04 WIB

Dihadiri Menteri Kebudayaan Fadli Zon , 81 Penyair Bicara Tentang Indonesia ‘Merdeka Katamu’

7 September 2026 - 08:02 WIB

Catatan Halimah Munawir: Narosan – Ketika Tradisi Menjadi Jalan Menuju Keluarga

6 September 2026 - 16:59 WIB

Trending di Uncategorized