Wartatrans.com, TAKENGON — Tanah Gayo kembali mendapat ruang untuk mengembangkan potensi ekonomi kreatif, khususnya di bidang perfilman. Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenkraf) menggelar Workshop Sinema Rakyat di Takengon, Aceh Tengah, Jumat, 18 September 2026.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem perfilman daerah yang inklusif dan berkelanjutan, sekaligus membuka ruang bagi lahirnya sineas-sineas muda dari Tanoh Gayo.


Workshop tersebut diarahkan untuk menggali potensi cerita lokal, meningkatkan keterampilan teknis para pelaku film, serta mendorong pengembangan karya yang mengangkat budaya dan kearifan lokal Gayo.
Kehadiran workshop ini juga membuka peluang kolaborasi antara komunitas film, pelajar, pelaku industri kreatif dan masyarakat umum yang memiliki ketertarikan terhadap dunia sinema.
“Membangun ekosistem perfilman daerah dimulai dari ruang belajar dan kolaborasi. Kita ingin kearifan lokal Tanoh Gayo bisa terangkat ke layar lebar melalui tangan-tangan kreatif anak muda daerah,” ungkap perwakilan penyelenggara.

Menurut penyelenggara, kekayaan budaya, tradisi, lanskap alam serta cerita masyarakat Gayo memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi materi kreatif perfilman. Karena itu, penguatan kapasitas sumber daya manusia menjadi salah satu kunci agar cerita-cerita lokal tidak hanya menjadi dokumentasi budaya, tetapi dapat berkembang menjadi karya sinema yang memiliki daya jangkau lebih luas.
Workshop Sinema Rakyat akan berlangsung pada:
Hari/Tanggal: Jumat, 18 September 2026
Waktu: 08.30–15.00 WIB
Tempat: Taman Budaya Negeri Gayo (GOS), Takengon, Aceh Tengah.

Kegiatan ini diharapkan menjadi titik temu berbagai komunitas dan generasi kreatif di Aceh Tengah. Dari ruang belajar tersebut, Tanoh Gayo diharapkan tidak hanya menjadi lokasi pengambilan gambar, tetapi juga melahirkan penulis skenario, sutradara, aktor, kamerawan, editor dan pekerja kreatif perfilman dari daerah sendiri.
Dengan kekayaan cerita dan budaya yang dimiliki, layar sinema diharapkan menjadi salah satu medium baru untuk memperkenalkan Tanoh Gayo kepada publik nasional, sekaligus memperkuat geliat ekonomi kreatif masyarakat setempat.*** (Jasa)






























