Menu

Mode Gelap
240 Ribu Satuan Pendidikan Belum Terima MBG, BGN Siapkan 2.700 Dapur di Wilayah 3T Mentan Amran Copot Manajer Pupuk Banggai: Petani Jangan Dipersulit Dari Modal ke Kemandirian, Lima Tahun Holding Ultra Mikro Dorong Jutaan Nasabah Naik Kelas Ratusan Guru Al-Qur’an di Bogor Bersiap Naik Kelas, Kompetensi Jadi Kunci Enam Hari Pencarian, Wartawan Gayo Nyalakan Api Solidaritas untuk Lima Rekan di Selat Sunda Belum Genap Setahun Pasca-Tragedi 2025, Longsor Silih Nara Tewaskan Anak 9 Tahun: Desakan Mendesak Intervensi Sistemik dari Pemerintah Pusat

Uncategorized

Ratusan Guru Al-Qur’an di Bogor Bersiap Naik Kelas, Kompetensi Jadi Kunci

badge-check


 Ratusan Guru Al-Qur’an di Bogor Bersiap Naik Kelas, Kompetensi Jadi Kunci Perbesar

Wartatrans.com, BOGOR — Menjadi guru Al-Qur’an tidak cukup hanya memiliki kemampuan membaca dengan baik. Seorang pendidik juga dituntut memahami standar bacaan, mampu mengukur kompetensinya, serta memiliki kemampuan mengajarkan Al-Qur’an secara tepat dan profesional.

Semangat itulah yang terlihat dalam kegiatan Pra-Standarisasi Guru Pengajar Al-Qur’an yang digelar DPC Ikatan Pendidik PAUD Al-Qur’an Indonesia (IPPAQI) Kabupaten Bogor, Sabtu (12/9/2026). Lebih dari 200 guru PAUDQu dan lembaga pendidikan Al-Qur’an di Bogor dan sekitarnya mengikuti kegiatan tersebut.

Ketua DPC IPPAQI Kabupaten Bogor, Imron Rosyadi, mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari persiapan menuju sertifikasi kompetensi guru Al-Qur’an melalui LSP JQH.

“Antusiasme peserta menunjukkan bahwa para guru memiliki keinginan kuat untuk meningkatkan kompetensi dan profesionalismenya,” kata Imron dalam kegiatan tersebut.

Hadir dalam kegiatan antara lain Pembina IPPAQI Abdul Rasyid, Kasi PD Pontren Kementerian Agama Kabupaten Bogor Robi Syamsi, serta Kasubdit Pendidikan Al-Qur’an Kementerian Agama Aziz Syafiuddin.

Guru Harus Tahu Standar Bacaan

Pembina IPPAQI Abdul Rasyid mengingatkan, kemampuan membaca Al-Qur’an secara fasih harus dibarengi pemahaman mengenai standar yang membuat sebuah bacaan dinilai benar.

Menurut dia, masih terdapat guru yang memiliki bacaan bagus tetapi belum memahami alasan di balik kualitas bacaannya. Sebaliknya, ada pula guru yang belum sempurna bacaannya namun tidak mengetahui bagian yang perlu diperbaiki.

“Guru harus tahu bukan hanya bagaimana membaca Al-Qur’an, tetapi juga mengapa bacaannya dikatakan benar. Dari situlah kesadaran kompetensi dibangun,” ujarnya.

Karena itu, standardisasi dinilai penting agar guru memiliki kemampuan melakukan evaluasi terhadap dirinya sendiri sekaligus meningkatkan kualitas pembelajaran yang diberikan kepada peserta didik.

Bukan Sekadar Mengejar Sertifikat

Kasubdit Pendidikan Al-Qur’an Kementerian Agama, Aziz Syafiuddin, menegaskan peningkatan kompetensi guru merupakan bagian penting dalam membangun mutu lembaga pendidikan Al-Qur’an.

Menurutnya, kualitas lembaga pendidikan sangat dipengaruhi oleh kualitas tenaga pendidiknya. Karena itu, proses peningkatan kompetensi harus dilakukan secara terencana, sistematis, dan berkelanjutan.

Ia menekankan, standardisasi tidak boleh dipahami sebatas upaya memperoleh sertifikat.

“Standardisasi bukan sekadar sertifikat, tetapi bagian dari upaya membangun jaminan mutu pendidikan Al-Qur’an,” tegasnya.

Dengan semakin banyaknya lembaga pendidikan Al-Qur’an dan meningkatnya harapan masyarakat terhadap kualitas pendidikan, kebutuhan terhadap guru yang benar-benar kompeten pun semakin besar.

Dalam konteks itulah, sertifikasi kompetensi melalui skema BNSP dipandang menjadi salah satu instrumen untuk memperkuat profesionalisme guru sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pendidikan Al-Qur’an.

Membangun Guru yang Profesional

Ketua panitia kegiatan, Ahmad Jaeni, mengatakan Pra-Standarisasi bukanlah tujuan akhir.

Menurutnya, kegiatan tersebut justru menjadi pintu masuk bagi para guru untuk mengetahui sejauh mana kompetensi yang telah dimiliki dan bagian mana yang masih harus ditingkatkan sebelum mengikuti proses sertifikasi.

“Kami tidak ingin kegiatan ini berhenti pada sertifikat. Yang lebih penting adalah lahirnya guru Al-Qur’an yang kompeten, profesional, berintegritas, dan terus berorientasi pada peningkatan mutu pembelajaran,” ujar Ahmad.

Melalui kegiatan tersebut, IPPAQI Kabupaten Bogor berharap semakin banyak guru Al-Qur’an yang memiliki standar kompetensi yang jelas. Dengan demikian, peningkatan kualitas guru diharapkan berjalan beriringan dengan meningkatnya kualitas pendidikan Al-Qur’an di tengah masyarakat.*** (Byl)

Baca Lainnya

Enam Hari Pencarian, Wartawan Gayo Nyalakan Api Solidaritas untuk Lima Rekan di Selat Sunda

13 September 2026 - 23:06 WIB

Tsunami’ Dugaan Keracunan Menu MBG Melanda 4 Wilayah Pantura Jawa Tengah

11 September 2026 - 05:26 WIB

Cerita Bupati Madina Jumpa Mantan: Ada Bibik-bisik Soal Bandara, Pelabuhan dan BUMD?

7 September 2026 - 16:04 WIB

Dihadiri Menteri Kebudayaan Fadli Zon , 81 Penyair Bicara Tentang Indonesia ‘Merdeka Katamu’

7 September 2026 - 08:02 WIB

Catatan Halimah Munawir: Narosan – Ketika Tradisi Menjadi Jalan Menuju Keluarga

6 September 2026 - 16:59 WIB

Peringatan Maulid Nabi di Rumah Qur’an DKM Masjid Annur Purigading Berlangsung Khidmat

6 September 2026 - 10:49 WIB

Dari Dapur Kecil ke Produksi 3.000 Bolu Sehari, Kisah Dermiyanti Menaklukkan Pasar Jambi

4 September 2026 - 21:04 WIB

Jakarta Butuh Hub Logistik

30 Agustus 2026 - 16:27 WIB

Manusia Di Antara Dua Setan 

30 Agustus 2026 - 08:25 WIB

Radio Rimba Raya Resmi Ditetapkan Sebagai Situs Cagar Budaya

28 Agustus 2026 - 21:24 WIB

Trending di RAGAM