Wartatrans.com, JAKARTA – Green SM memperbesar bisnis armada kendaraan listrik di Indonesia melalui peluncuran Green Limo menggunakan Limo Green, MPV listrik produksi VinFast.
Sebanyak 500 unit menjadi tahap awal ekspansi layanan tersebut di Jakarta.
Green Limo diluncurkan pada Sabtu (19/9/2026) oleh Global CEO Green SM, Pham Nhat Minh Hoang. Menurut Pham, kehadiran Limo Green bukan sekadar menambah model armada, tetapi menawarkan pilihan perjalanan dengan ruang dan kenyamanan lebih.
“Green Limo bukan hanya menambah model baru dalam armada Green SM, tetapi juga menawarkan pilihan yang sesuai untuk perjalanan yang membutuhkan ruang dan kenyamanan lebih,” kata Pham dalam peluncuran di Jakarta, Sabtu (19/9/2026).
Sebanyak 500 unit Limo Green menjadi tahap awal ekspansi di Jakarta. Bersamaan dengan peluncuran tersebut, Green SM memperkenalkan program sewa kendaraan dengan pembayaran awal mulai Rp2 juta dan tarif sewa Limo Green mulai Rp254.000 per hari.
Dari sisi ekonomi pengemudi, Green SM menyebut potensi penghasilan hingga Rp14 juta per bulan dengan skema bagi hasil hingga 92 persen.
Angka tersebut merupakan potensi penghasilan yang diumumkan perusahaan, bukan otomatis pendapatan bersih pengemudi.
Begitu pula dengan skema bagi hasil 92 persen. Angka tersebut merupakan batas maksimal yang ditawarkan dan tidak dapat langsung dimaknai sebagai 92 persen uang yang diterima pengemudi dari seluruh pendapatan perjalanan.
Formula lengkap yang menghubungkan pendapatan perjalanan, bagi hasil, biaya sewa dan insentif perlu dilihat berdasarkan ketentuan program.
Green SM juga menawarkan jaminan pendapatan hingga Rp400.000 per hari selama dua bulan pertama, sesuai syarat dan ketentuan. Program tersebut dilengkapi bonus pendaftaran Rp1 juta per bulan, bonus merek Rp676.000 per bulan dan bonus operasional hingga Rp1,34 juta per bulan. Mitra juga mendapat fasilitas pengisian daya gratis di stasiun V-Green.
“Bersamaan dengan layanan Green Limo, program sewa kendaraan dengan pilihan yang fleksibel memberikan cara yang lebih mudah bagi mitra pengemudi untuk mendapatkan penghasilan yang stabil dengan kendaraan listrik VinFast yang modern dan efisien,” ujar Pham.
Dari sisi regulator, ekspansi armada tetap berada dalam kerangka keselamatan angkutan umum.
Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub Aan Suhanan, dalam pemeriksaan terhadap Green SM pada 28 April 2026, menegaskan pentingnya penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Perusahaan Angkutan Umum, termasuk pemeriksaan sebelum perjalanan, kompetensi dan kesehatan pengemudi.
Sementara itu, Managing Director Green SM Indonesia Deny Tjia, dalam keterangan perusahaan pada 8 Agustus 2026 mengatakan, Green SM ingin menunjukkan kontribusi mobilitas rendah emisi sekaligus mendorong adopsi kendaraan listrik yang lebih luas.
Secara bisnis, Green Limo menjadi layanan roda empat ketiga Green SM setelah Green Car dan Green Premium. Ekspansi ini memperlihatkan integrasi bisnis kendaraan listrik VinFast dengan bisnis mobilitas Green SM dalam ekosistem Vingroup.
Limo Green dikembangkan VinFast di Vietnam dan mulai diserahkan kepada konsumen serta operator transportasi pada Agustus 2025.
Model tersebut kemudian diperkenalkan ke pasar Indonesia pada November 2025.
Bagi Green SM, tantangan berikutnya bukan sekadar menambah jumlah kendaraan, tetapi menjaga utilisasi armada, produktivitas perjalanan, efisiensi operasional dan keberlanjutan pendapatan mitra pengemudi. (Artha Tidar)



























