
Wartatrans.com, JAKARTA – Kantor KSOP Kelas IV Muara Angke menggelar Afternoon Coffee bersama para pemangku kepentingan di lingkungan Pelabuhan Muara Angke, Jakarta Utara, Senin (21/9/2026).
Tema yang diangkat adalah “Optimalisasi Manifest Penumpang untuk Keselamatan Pelayaran dan Kesiapsiagaan Darurat”.
Kegiatan ini dihadiri oleh Dinas Perhubungan DKI Jakarta melalui Unit Pengelola Angkutan di Perairan dan Unit Penyelenggara Pelabuhan Daerah, Kantor KSOP Kelas IV Kepulauan Seribu, dan Balai Karantina Kesehatan WIlker Muara Angke.
Hadir juga Operator Kapal Penumpang Tradisional serta Para Agent Travel Perjalanan ke Kepulauan Seribu, dengan mengahdirkan narasumber dari Pangkalan PLP Tanjung Priok, Kantor SAR Jakarta (Basarnas) dan PT Jasa Raharja.
Kepala KSOP Muara Angke Cahyo Eko Putranto menyampaikan bahwa kegiatan ini untuk memberikan pengetahuan dan meningkatkan kesadaran seluruh pemangku kepentingan akan pentingnya melaporkan data manifest penumpang dengan akurat sebagai bagian pemenuhan persyaratan dalam pelayaran.
“Keselamatan pelayaran memerlukan data kapal, penumpang, awak kapal, dan muatan yang akurat dan mutakhir,” tutur Cahyo.
Dikatakannya, data manifest menjadi informasi penting dalam pengawasan keberangkatan kapal dan penanganan keadaan darurat.
Ketidaksesuaian manifest penumpang, dengan kondisi aktual, dapat menghambat evakuasi, pencarian dan pertolongan (SAR) serta identifikasi korban. Data penumpang dengan manifest yang sesuai juga memudahkan dalam pemberian jaminan asuransi dari PT. Jasa Raharja kepada seluruh korban/ahli waris korban.
“Melalui pertemuan ini, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan kepatuhan stakeholder terhadap pentingnya keakuratan data manifest penumpang kapal. Pada dasarnya, keselamatan adalah tanggung jawab bersama, dan setiap pihak mempunyai kontribusi dalam keselamatan pelayaran baik kontribusi sebesar/sekecil apapun sesuai dengan kewenangannya,” ucap Cahyo.

KSOP Muara Angke dan Stakeholder
Pembenahan dalam pelaporan manifest penumpang kapal perlu ditingkatkan dimana data penumpang & muatan tercatat akurat dan real time sesuai dengan kondisi aktual di atas kapal.
“Pesan Bapak Menhub Dudy, manifest harus akurat, aktual, dan selesai sebelum keberangkatan,” ujarnya.
Sebagai tindak lanjut kata dia, kelengkapan data penumpang harus tercatat tuntas, baik nama lengkap, gender hingga usia dan NIK.
Seluruh operator kapal dan para agent perjalanan laut wajib melaksanakan pelaporan manifest penumpang dengan lengkap dan akurat. (omy)




























