Menu

Mode Gelap
Aceh Culinary Festival, Perkuat Narasi Kuliner Khas Aceh Longsor Kembali Terjang Aceh Tengah, 1 Anak Meninggal dan 13 Warga Luka Latihan Alam Kuflet: Pembentukan Generasi Seniman yang Berkarakter Pembinaan Keterampilan Gambar Bercerita bagi Siswa Sekolah Dasar Jelang 500 Tahun Jakarta, 848 Rumah Ungkap Potret Tantangan Hunian Layak 240 Ribu Satuan Pendidikan Belum Terima MBG, BGN Siapkan 2.700 Dapur di Wilayah 3T

WISATA

Aceh Culinary Festival, Perkuat Narasi Kuliner Khas Aceh

badge-check


 Wamenpar di ACF Perbesar

Wamenpar di ACF

Wartatrans.com, BANDA ACEH – Aceh Culinary Festival (ACF) dinilai mampu memperkuat narasi kuliner khas Aceh.

“Lewat kekayaan rasa, sejarah, dan budaya yang terkandung di dalamnya, semakin memperkuat daya tarik wisata gastronomi Indonesia,” jelas Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Puspa saat menutup 2026 di Taman Sulthanah Safiatuddin, Banda Aceh, Ahad (13/9/2026).

Wamenpar mengatakan, festival tersebut menunjukkan besarnya potensi kuliner Aceh untuk dikembangkan sebagai bagian dari pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan.

Wamenpar jugA berharap ACF dapat menjadi bagian dari penguatan Wonderful Indonesia Gourmet (WIG) yang diinisiasi Kementerian Pariwisata untuk mengembangkan kekayaan gastronomi Nusantara sebagai daya tarik pariwisata.

“Gastronomi tidak hanya berbicara mengenai cita rasa makanan, tetapi juga budaya, tradisi, sejarah, bahan pangan, serta kehidupan masyarakat yang membentuk sebuah hidangan. Karena itu, penguatan narasi atau storytelling menjadi penting agar wisatawan memeroleh pengalaman yang lebih utuh ketika menikmati kuliner Aceh,” urainya.

“Kita harus kuatkan storytelling dari kuliner-kuliner Aceh sehingga kita tidak hanya merasakan enaknya saja, tetapi kita tahu cerita di baliknya,” ujar Wamenpar.

ACF merupakan salah satu event pariwisata Aceh yang mengangkat kekayaan kuliner dan gastronomi sebagai bagian dari identitas budaya sekaligus daya tarik wisata daerah.

Penyelenggaraan tahun ini menjadi kali keempat ACF masuk dalam jajaran 10 besar Karisma Event Nusantara (KEN). Wamenpar mengapresiasi kolaborasi pemerintah daerah, industri, pengusaha UMKM, komunitas, dan masyarakat yang turut mendukung keberlangsungan festival tersebut.

Wamenpar menekankan penyelenggaraan event pariwisata tidak semestinya berhenti sebagai tontonan atau ruang perayaan budaya. Event perlu memberikan dampak ekonomi melalui peningkatan transaksi pengusaha UMKM, penciptaan kesempatan kerja, serta tumbuhnya aktivitas ekonomi masyarakat di sekitar lokasi penyelenggaraan.

Data Kementerian Pariwisata menunjukkan 110 event yang tergabung dalam Karisma Event Nusantara sepanjang 2025 menghasilkan perputaran ekonomi lebih dari Rp17 triliun atau tumbuh 25,4 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Rangkaian KEN 2025 juga mencatat 10,8 juta pengunjung serta melibatkan sekitar 108.500 tenaga kerja, 105.700 pelaku seni, 15.400 pengusaha UMKM, dan 4.900 komunitas.

Capaian tersebut menunjukkan event pariwisata tidak hanya menjadi ruang untuk merawat dan merayakan kebudayaan, tetapi juga memiliki efek berganda bagi perekonomian melalui keterlibatan pengusaha UMKM, penciptaan kesempatan kerja, serta penguatan aktivitas ekonomi lokal.

Wamenpar berharap penyelenggaraan Aceh Culinary Festival turut mendukung pencapaian target kinerja sektor pariwisata pada 2026, yakni kunjungan 16 juta hingga 17 juta wisatawan mancanegara dan 1,18 miliar perjalanan wisatawan Nusantara.

“Untuk itu, Kemenpar berkomitmen untuk terus mendukung keberlanjutan festival ini. Kami ingin memastikan bahwa pelestarian budaya melalui pariwisata berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujar Wamenpar.

Asisten Pemerintahan, Keistimewaan Aceh, dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Aceh Syakir, yang mewakili Gubernur Aceh, mengatakan Aceh memiliki warisan kuliner yang menyimpan perjalanan panjang masyarakatnya.

Di balik berbagai hidangan khas Aceh, menurut Syakir, terdapat cerita mengenai kehidupan masyarakat, hubungan dengan dunia maritim, perdagangan rempah, perjumpaan berbagai etnis dan budaya, hingga perjalanan Kesultanan Aceh.

“Karena itu, kita ingin agar kuliner Aceh tidak hanya dikenal sebagai makanan yang lezat, tetapi juga dipahami sebagai bagian dari warisan budaya dan kekuatan ekonomi kreatif,” ujar Syakir.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh Dedy Yuswadi mengatakan keberhasilan Aceh Culinary Festival masuk dalam jajaran 10 besar KEN selama empat kali menunjukkan besarnya potensi kuliner dan penyelenggaraan event di Aceh untuk terus dikembangkan.

Aceh Culinary Festival 2026 yang diselenggarakan pada 11 hingga 14 September 2026 melibatkan lebih dari 100 pengusaha UMKM kuliner dari 12 kabupaten/kota serta lebih dari 20 komunitas dan inisiatif kreatif yang berasal dari Aceh, Jakarta, dan Bali.

Dedy bilang, rangkaian ACF 2026 menghadirkan berbagai kegiatan yang mengangkat kekayaan kuliner dan kreativitas masyarakat.

Hingga hari penutupan, jumlah kunjungan tercatat mencapai lebih dari 11.000 orang dengan nilai transaksi lebih dari Rp1,5 miliar.

Menurutnya, capaian tersebut tidak terlepas dari dukungan dan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari Kementerian Pariwisata, Pemerintah Aceh, pemerintah kabupaten/kota, Kementerian Kebudayaan, komunitas, hingga pengusaha UMKM yang terlibat dalam penyelenggaraan festival.

“Kesuksesan ACF tentu tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak. Untuk itu, kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Kementerian Pariwisata, khususnya Wamenpar, yang berkenan hadir, kemudian Gubernur dan Wakil Gubernur, pemerintah kabupaten/kota, serta Kementerian Kebudayaan yang turut mendukung acara ini,” kata dia.

Turut hadir mendampingi Wamenpar, Plt. Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kementerian Pariwisata Reza Pahlevi. (omy)

Baca Lainnya

240 Ribu Satuan Pendidikan Belum Terima MBG, BGN Siapkan 2.700 Dapur di Wilayah 3T

14 September 2026 - 00:05 WIB

Cegah Gratifikasi, Terminal Teluk Lamong Perkuat Budaya Integritas di Lingkungan Perusahaan

13 September 2026 - 20:02 WIB

Pembukaan MTQ Nasional XXXI tidak Dihadiri Presiden Prabowo, Acara Spektakuler tidak Terintegrasi dengan Baik

13 September 2026 - 14:39 WIB

Catatan Iwan Piliang: Ketika X Membawa Menteri Kebudayaan ke PFN

13 September 2026 - 14:25 WIB

FIFGROUP Bersama Astra Financial Dukung Peningkatan Literasi Keuangan Masyarakat Lewat SiBakul Jogja Sport & Fest 2026

13 September 2026 - 10:31 WIB

Ratusan Warga Gotong Royong Perbaiki Jalan Penghubung Empat Kecamatan di Bener Meriah

13 September 2026 - 09:37 WIB

Sapa Warga Berbasis Budaya, H. Fikri Hudi Oktiarwan Dorong Pelestarian Budaya Sunda di Kabupaten Bogor

13 September 2026 - 08:19 WIB

Aceh Coffee Day Rayakan Dua Tahun Hari Kopi Aceh Dihelat 15 September 2026

12 September 2026 - 21:25 WIB

Bidik Ekosistem Umrah Terintegrasi, JARDY Travel Gandeng BPRS Harum Hikmahnugraha

12 September 2026 - 19:04 WIB

Gubernur Jateng Ahmad Luthfi Buka Akses Masyarakat Saksikan Langsung MTQ Nasional XXXI di Semarang

12 September 2026 - 16:23 WIB

Trending di RAGAM