Menu ✖

Mode Gelap
KAI Operasikan 9 Gardu Pelintasan, Progres Pembangunan 190 Titik JPL Capai 98 Persen 32 Dosen Poltekpel Surabaya Tambah Gelar Setelah Dilantik sebagai Insinyur Elektrifikasi Truk Logistik: Investasi Mahal, Efisiensi Dipertaruhkan Menhub Dudy Pastikan Diskon Perjalanan di Libur Nataru Kembali Ada Kemenhub Perkuat Aksi Nyata Penanganan Kendaraan ODOL di Jatim Catatan Iwan Piliang: Nazali Lempo untuk Jaksa Agung – Menguji Kapasitas, Integritas, dan Kepastian Hukum

RAGAM

Aceh Coffee Day Rayakan Dua Tahun Hari Kopi Aceh Dihelat 15 September 2026

badge-check


 Aceh Coffee Day Rayakan Dua Tahun Hari Kopi Aceh Dihelat 15 September 2026 Perbesar

Wartatrans.com, BANDA ACEH — mengukuhkan dan memperingati dua tahun deklarasi Hari Kopi Aceh (2nd Aceh Coffee Day) akan dihelat pada Selasa, 15 September 2026 di Banda Aceh.

Perayaan akbar menurut penggasanya Ramadhan Moeslem Arrasuly merupakan ruang untuk merayakan kekayaan budaya sekaligus keistimewaan kopi Aceh, terutama Kopi Gayo yang telah dikenal hingga ke berbagai penjuru dunia.

Dijelaskan Ramadhan Moeslem Arrasuly yang disapa dengan Made, puncak perayaan akan dilangsungkan mulai jam 20.15 Wib bertempat di Waroeng Pak Haji, Jalan Malikul Saleh, Lamlagang, Banda Aceh.

Penggagas deklarasi Hari Kopi Aceh sekaligus Ketua Panitia Pelaksana, mengatakan perayaan tahun ini merupakan bagian dari rangkaian Pagelaran Seni Budaya “Sound of Nanggroe Vol.17” yang sebelumnya secara konsisten menyelenggarakannya dengan berkolaborasi bersama sejumlah komuitas. Tahun 2025 silam “Sound of Nanggroe Vol.17” dirangkai dengan peringatan Hari Didong Gayo Dunia bertempat di open stage Taman Seni dan Budaya Banda Aceh, berkerjasama dengan Komunitas The Gayo Institut (TGI) menampilkan didong Jalu oleh mahasiswa UIN Ar0Raniry dan Universitas Syahkuala serta “Orasi Runcang” oleh Dr. Salman Yoga S yang mengkritisi ekosistem seni budaya dan politik Aceh termutahkir.

Tahun ini, jelas Made bukan semata-mata tentang minum kopi, meski kopi telah menjadi bagian dari budaya, sejarah, ekonomi, kreativitas, wisata dan ruang perjumpaan masyarakat Aceh. Tetapi juga ruang saling bersilaturrahmi dan berinteraksi dalam kreativitas positif, jelasnya.

Selain pagelaran seni budaya dan dialog Hari Kopi Aceh, rangkaian kegiatan juga akan diisi dengan konvoi Komunitas Mobil Kopi (KOMPI) Aceh, kelas kopi “Dari Hulu ke Hilir”, nonton bareng film dokumenter kopi, serta pameran lukisan bertema kopi.

Dari Hulu ke Hilir

“Dari Hulu ke Hilir” digelar Rabu, 16 September 2026, pukul 09.00–12.00 WIB di Sophie’s Sunset Library, Jalan Krueng Daroy No. 03, Geucu Komplek, Banda Aceh.

Kelas yang dipandu Gayo Best Coffee Lab tersebut mengajak peserta mengenal kopi secara lebih utuh, mulai dari biologi dan sejarah kopi, pengolahan atau processing, roasting, teknik menyeduh atau brewing, hingga sensory dan cupping.

Pada malam harinya, mulai pukul 20.15 WIB, di tempat yang sama akan digelar nonton bareng film dokumenter bertema kopi.

Sementara itu, karya-karya lukis bertema kopi dari Zul MS akan dipamerkan selama satu minggu di Azana Oasis Hotel, Jalan Tgk. Imum No. 115, Lueng Bata, Banda Aceh. Pameran dapat dikunjungi mulai pagi hingga sore.

Rangkaian 2nd Aceh Coffee Day juga akan diramaikan Konvoi KOMPI (Komunitas Mobil Kopi) Aceh mengelilingi Kota Banda Aceh pada Selasa sore, 15 September 2026, sebelum para anggota komunitas kembali menjalankan aktivitas berjualan di tempat masing-masing.

Lahir dari Deklarasi 15 September 2024

Made menjelaskan, Hari Kopi Aceh pertama kali dideklarasikan pada 15 September 2024 di Hermes Palace Hotel, Banda Aceh. Tanggal tersebut kemudian menjadi momentum tahunan untuk mengangkat kopi Aceh tidak hanya sebagai komoditas, tetapi juga sebagai bagian penting dari identitas dan kebudayaan Aceh.

Setahun kemudian, pada 2025, peringatan Hari Kopi Aceh diisi dengan sejumlah kegiatan di berbagai tempat di Banda Aceh.

Diskusi publik dan pameran lukisan kopi dilaksanakan di Plum Hotel Lading, sedangkan nonton bareng film dokumenter kopi berlangsung di Soho Coffee and Eatery. Rangkaian kegiatan kemudian dilengkapi Pagelaran Seni Budaya bertema “Kolaborasi Etnik Nusantara” di Taman Seni dan Budaya Aceh.*** (man)

Baca Lainnya

32 Dosen Poltekpel Surabaya Tambah Gelar Setelah Dilantik sebagai Insinyur

10 Oktober 2026 - 19:24 WIB

Catatan Iwan Piliang: Nazali Lempo untuk Jaksa Agung – Menguji Kapasitas, Integritas, dan Kepastian Hukum

10 Oktober 2026 - 15:36 WIB

Nazali Lempo dan Wacana Jaksa Agung: Pengalaman Militer, Kepastian Hukum, dan Perluasan Peran TNI di Era Prabowo

10 Oktober 2026 - 15:21 WIB

Antrean Solar Mengular di SPBU Gintong Pidie, Pengemudi L300 Kesal Menunggu Berjam-jam

10 Oktober 2026 - 14:59 WIB

Wasda di Cariu, H. Fikri Serap Aspirasi dan Dorong Penguatan Pertanian Warga

10 Oktober 2026 - 13:07 WIB

Libatkan Perempuan Jagatara, Jumat Berkah Wartawan Berbagi 100 Paket Makanan di Tebet & Kuningan Jaksel

10 Oktober 2026 - 12:20 WIB

PNM dan BAZNAS Perluas Layanan Kesehatan, 15 Daerah Terima Ambulans PNM Peduli

10 Oktober 2026 - 12:16 WIB

NPCT1 Raih Penghargaan “Container Terminal Operator of the Year” pada Indonesia Logistics Awards 2026

10 Oktober 2026 - 11:19 WIB

Kemenhaj Perkuat Integrasi Data Kependudukan untuk Lindungi Hak Jemaah Haji

10 Oktober 2026 - 08:54 WIB

Anggota DPR RI FPDIP Komarudin Watubun Minta Gibran Mundur, DPR Buka Opsi Tindak Lanjuti Putusan MK

9 Oktober 2026 - 20:17 WIB

Trending di RAGAM