Wartatrans.com, BANDA ACEH — mengukuhkan dan memperingati dua tahun deklarasi Hari Kopi Aceh (2nd Aceh Coffee Day) akan dihelat pada Selasa, 15 September 2026 di Banda Aceh.
Perayaan akbar menurut penggasanya Ramadhan Moeslem Arrasuly merupakan ruang untuk merayakan kekayaan budaya sekaligus keistimewaan kopi Aceh, terutama Kopi Gayo yang telah dikenal hingga ke berbagai penjuru dunia.

Dijelaskan Ramadhan Moeslem Arrasuly yang disapa dengan Made, puncak perayaan akan dilangsungkan mulai jam 20.15 Wib bertempat di Waroeng Pak Haji, Jalan Malikul Saleh, Lamlagang, Banda Aceh.
Penggagas deklarasi Hari Kopi Aceh sekaligus Ketua Panitia Pelaksana, mengatakan perayaan tahun ini merupakan bagian dari rangkaian Pagelaran Seni Budaya “Sound of Nanggroe Vol.17” yang sebelumnya secara konsisten menyelenggarakannya dengan berkolaborasi bersama sejumlah komuitas. Tahun 2025 silam “Sound of Nanggroe Vol.17” dirangkai dengan peringatan Hari Didong Gayo Dunia bertempat di open stage Taman Seni dan Budaya Banda Aceh, berkerjasama dengan Komunitas The Gayo Institut (TGI) menampilkan didong Jalu oleh mahasiswa UIN Ar0Raniry dan Universitas Syahkuala serta “Orasi Runcang” oleh Dr. Salman Yoga S yang mengkritisi ekosistem seni budaya dan politik Aceh termutahkir.
Tahun ini, jelas Made bukan semata-mata tentang minum kopi, meski kopi telah menjadi bagian dari budaya, sejarah, ekonomi, kreativitas, wisata dan ruang perjumpaan masyarakat Aceh. Tetapi juga ruang saling bersilaturrahmi dan berinteraksi dalam kreativitas positif, jelasnya.
Selain pagelaran seni budaya dan dialog Hari Kopi Aceh, rangkaian kegiatan juga akan diisi dengan konvoi Komunitas Mobil Kopi (KOMPI) Aceh, kelas kopi “Dari Hulu ke Hilir”, nonton bareng film dokumenter kopi, serta pameran lukisan bertema kopi.
Dari Hulu ke Hilir
“Dari Hulu ke Hilir” digelar Rabu, 16 September 2026, pukul 09.00–12.00 WIB di Sophie’s Sunset Library, Jalan Krueng Daroy No. 03, Geucu Komplek, Banda Aceh.
Kelas yang dipandu Gayo Best Coffee Lab tersebut mengajak peserta mengenal kopi secara lebih utuh, mulai dari biologi dan sejarah kopi, pengolahan atau processing, roasting, teknik menyeduh atau brewing, hingga sensory dan cupping.
Pada malam harinya, mulai pukul 20.15 WIB, di tempat yang sama akan digelar nonton bareng film dokumenter bertema kopi.
Sementara itu, karya-karya lukis bertema kopi dari Zul MS akan dipamerkan selama satu minggu di Azana Oasis Hotel, Jalan Tgk. Imum No. 115, Lueng Bata, Banda Aceh. Pameran dapat dikunjungi mulai pagi hingga sore.
Rangkaian 2nd Aceh Coffee Day juga akan diramaikan Konvoi KOMPI (Komunitas Mobil Kopi) Aceh mengelilingi Kota Banda Aceh pada Selasa sore, 15 September 2026, sebelum para anggota komunitas kembali menjalankan aktivitas berjualan di tempat masing-masing.
Lahir dari Deklarasi 15 September 2024
Made menjelaskan, Hari Kopi Aceh pertama kali dideklarasikan pada 15 September 2024 di Hermes Palace Hotel, Banda Aceh. Tanggal tersebut kemudian menjadi momentum tahunan untuk mengangkat kopi Aceh tidak hanya sebagai komoditas, tetapi juga sebagai bagian penting dari identitas dan kebudayaan Aceh.
Setahun kemudian, pada 2025, peringatan Hari Kopi Aceh diisi dengan sejumlah kegiatan di berbagai tempat di Banda Aceh.
Diskusi publik dan pameran lukisan kopi dilaksanakan di Plum Hotel Lading, sedangkan nonton bareng film dokumenter kopi berlangsung di Soho Coffee and Eatery. Rangkaian kegiatan kemudian dilengkapi Pagelaran Seni Budaya bertema “Kolaborasi Etnik Nusantara” di Taman Seni dan Budaya Aceh.*** (man)


























