Menu ✖

Mode Gelap
32 Dosen Poltekpel Surabaya Tambah Gelar Setelah Dilantik sebagai Insinyur Elektrifikasi Truk Logistik: Investasi Mahal, Efisiensi Dipertaruhkan Menhub Dudy Pastikan Diskon Perjalanan di Libur Nataru Kembali Ada Kemenhub Perkuat Aksi Nyata Penanganan Kendaraan ODOL di Jatim Catatan Iwan Piliang: Nazali Lempo untuk Jaksa Agung – Menguji Kapasitas, Integritas, dan Kepastian Hukum Naik JakLingko dari Stasiun MRT Mulai Senin dapat Gunakan Semua Jenis Kartu Uang Elektronik

RAGAM

Poestaka Betawi Dihidupkan Kembali, Upaya Menyelamatkan Jejak Literasi Betawi

badge-check


 Poestaka Betawi Dihidupkan Kembali, Upaya Menyelamatkan Jejak Literasi Betawi Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA — Upaya menyelamatkan jejak literasi Betawi kembali digerakkan. Bertepatan dengan Hari Radio dan HUT ke-81 RRI, Jumat (11/9/2026), sastrawan dan budayawan Betawi asal Pondok Pinang, Chairil Gibran Ramadhan (CGR), menyatakan berdirinya kembali Poestaka Betawi.

Poestaka Betawi merupakan kelanjutan dari Pustaka Betawi yang didirikan almarhum Rachmad Sadeli, wartawan Tabloid Otomotif, pada 2015. Setelah Mamat, sapaan Sadeli, meninggal pada 2021, koleksi bukunya diserahkan sang istri, Ifo Indriati, kepada Lembaga Kebudayaan Betawi (LKB).

Namun, karena keterbatasan tempat, koleksi tersebut kemudian dialihkan ke Museum Betawi, Setu Babakan. Menurut akademisi Betawi Roni Adi, koleksi itu kembali menghadapi persoalan pengelolaan dan sebagian buku disebut hilang satu per satu.

Kondisi tersebut mendorong CGR menghidupkan kembali gagasan Mamat. Dengan izin Ifo Indriati, nama Pustaka Betawi digunakan kembali dalam ejaan lama menjadi Poestaka Betawi.

“Alhamdulillah ada yang meneruskan Pustaka Betawi almarhum suami saya. Insyaallah berkah untuk Bang CGR dan semua penggerak Poestaka Betawi,” ujar Ifo.

CGR sendiri dikenal sebagai sastrawan Betawi yang pernah menjadi anggota redaksi Majalah Sastra Horison. Ia kini berupaya menghimpun kembali buku-buku bertema Betawi, Batavia, dan Jakarta dari koleksi pribadi maupun sumbangan masyarakat.

Bagi CGR, gerakan ini bukan sekadar mengumpulkan buku, tetapi menjaga ingatan dan pengetahuan tentang Betawi agar tidak hilang.

“Manusia hidup harus ada guna bagi orang lain, tidak hanya asyik dengan diri sendiri dan keluarga,” katanya.*** (Dull)

Baca Lainnya

32 Dosen Poltekpel Surabaya Tambah Gelar Setelah Dilantik sebagai Insinyur

10 Oktober 2026 - 19:24 WIB

Catatan Iwan Piliang: Nazali Lempo untuk Jaksa Agung – Menguji Kapasitas, Integritas, dan Kepastian Hukum

10 Oktober 2026 - 15:36 WIB

Nazali Lempo dan Wacana Jaksa Agung: Pengalaman Militer, Kepastian Hukum, dan Perluasan Peran TNI di Era Prabowo

10 Oktober 2026 - 15:21 WIB

Antrean Solar Mengular di SPBU Gintong Pidie, Pengemudi L300 Kesal Menunggu Berjam-jam

10 Oktober 2026 - 14:59 WIB

Wasda di Cariu, H. Fikri Serap Aspirasi dan Dorong Penguatan Pertanian Warga

10 Oktober 2026 - 13:07 WIB

Libatkan Perempuan Jagatara, Jumat Berkah Wartawan Berbagi 100 Paket Makanan di Tebet & Kuningan Jaksel

10 Oktober 2026 - 12:20 WIB

PNM dan BAZNAS Perluas Layanan Kesehatan, 15 Daerah Terima Ambulans PNM Peduli

10 Oktober 2026 - 12:16 WIB

NPCT1 Raih Penghargaan “Container Terminal Operator of the Year” pada Indonesia Logistics Awards 2026

10 Oktober 2026 - 11:19 WIB

Kemenhaj Perkuat Integrasi Data Kependudukan untuk Lindungi Hak Jemaah Haji

10 Oktober 2026 - 08:54 WIB

Anggota DPR RI FPDIP Komarudin Watubun Minta Gibran Mundur, DPR Buka Opsi Tindak Lanjuti Putusan MK

9 Oktober 2026 - 20:17 WIB

Trending di RAGAM