Menu

Mode Gelap
Jelang MotoGP Mandalika 2026: Ada 27 Penerbangan Tambahan ke Lombok Gempa di Kepulauan Seribu, BMKG: Guncangan Jauh Hingga Ratusan KM Menunggu Penerbangan Sambil Menikmati Kopi Sanger, Kolaborasi Pelita Air dan Port & Co Hadirkan Pengalaman Berbeda Gempa M6,5 Guncang Laut Jawa, Getaran Dirasakan di Jakarta hingga Jawa Tengah KRL Terdampak Gempa, KAI Commuter Lakukan Pemeriksaan Jalur Sabtu Pagi Kasus Dugaan Keracunan Menu MBG di Pati Ditetapkan Sebagai Kejadian Luar Biasa, Korban Bertambah Banyak

RAGAM

Poestaka Betawi Dihidupkan Kembali, Upaya Menyelamatkan Jejak Literasi Betawi

badge-check


 Poestaka Betawi Dihidupkan Kembali, Upaya Menyelamatkan Jejak Literasi Betawi Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA — Upaya menyelamatkan jejak literasi Betawi kembali digerakkan. Bertepatan dengan Hari Radio dan HUT ke-81 RRI, Jumat (11/9/2026), sastrawan dan budayawan Betawi asal Pondok Pinang, Chairil Gibran Ramadhan (CGR), menyatakan berdirinya kembali Poestaka Betawi.

Poestaka Betawi merupakan kelanjutan dari Pustaka Betawi yang didirikan almarhum Rachmad Sadeli, wartawan Tabloid Otomotif, pada 2015. Setelah Mamat, sapaan Sadeli, meninggal pada 2021, koleksi bukunya diserahkan sang istri, Ifo Indriati, kepada Lembaga Kebudayaan Betawi (LKB).

Namun, karena keterbatasan tempat, koleksi tersebut kemudian dialihkan ke Museum Betawi, Setu Babakan. Menurut akademisi Betawi Roni Adi, koleksi itu kembali menghadapi persoalan pengelolaan dan sebagian buku disebut hilang satu per satu.

Kondisi tersebut mendorong CGR menghidupkan kembali gagasan Mamat. Dengan izin Ifo Indriati, nama Pustaka Betawi digunakan kembali dalam ejaan lama menjadi Poestaka Betawi.

“Alhamdulillah ada yang meneruskan Pustaka Betawi almarhum suami saya. Insyaallah berkah untuk Bang CGR dan semua penggerak Poestaka Betawi,” ujar Ifo.

CGR sendiri dikenal sebagai sastrawan Betawi yang pernah menjadi anggota redaksi Majalah Sastra Horison. Ia kini berupaya menghimpun kembali buku-buku bertema Betawi, Batavia, dan Jakarta dari koleksi pribadi maupun sumbangan masyarakat.

Bagi CGR, gerakan ini bukan sekadar mengumpulkan buku, tetapi menjaga ingatan dan pengetahuan tentang Betawi agar tidak hilang.

“Manusia hidup harus ada guna bagi orang lain, tidak hanya asyik dengan diri sendiri dan keluarga,” katanya.*** (Dull)

Baca Lainnya

Bansos Digital Jangkau 50 Juta Warga

11 September 2026 - 21:31 WIB

Kemarau 2026, Sejumlah Sungai Indonesia Menyusut Ekstrem hingga Dasarnya Terbuka

11 September 2026 - 20:20 WIB

SM Sekper PTP Nonpetikemas Sabet Penghargaan Rising Women Communications Leaders PRIWOLA 2026

11 September 2026 - 19:40 WIB

Akal Sehat dan Pohon Ilmu

11 September 2026 - 19:28 WIB

FIFASTRA Raih Indonesia Most Reputable Companies Award 2026

11 September 2026 - 18:31 WIB

Wartatrans.com Perkuat Jejaring Akademisi, Lima Akademisi Bergabung sebagai Kontributor

11 September 2026 - 18:19 WIB

Perkuat Konektivitas, DAMRI Hubungkan BIJB Kertajati dengan Bandung dan Indramayu

11 September 2026 - 18:18 WIB

Tangani Luka Lebih Tepat, PUSAKA RSUD Cibinong Andalkan Dokter Spesialis Bedah

11 September 2026 - 18:11 WIB

IPCM Ajak Generasi Muda Melek Investasi, Wujudkan Generasi Cerdas Finansial

11 September 2026 - 18:10 WIB

Perkuat Tata Kelola dan Operasional, IPC TPK Sabet Dua Penghargaan TOP GRC Awards 2026

11 September 2026 - 18:01 WIB

Trending di ANJUNGAN