Menu ✖

Mode Gelap
KAI Operasikan 9 Gardu Pelintasan, Progres Pembangunan 190 Titik JPL Capai 98 Persen 32 Dosen Poltekpel Surabaya Tambah Gelar Setelah Dilantik sebagai Insinyur Elektrifikasi Truk Logistik: Investasi Mahal, Efisiensi Dipertaruhkan Menhub Dudy Pastikan Diskon Perjalanan di Libur Nataru Kembali Ada Kemenhub Perkuat Aksi Nyata Penanganan Kendaraan ODOL di Jatim Catatan Iwan Piliang: Nazali Lempo untuk Jaksa Agung – Menguji Kapasitas, Integritas, dan Kepastian Hukum

MEGAPOLITAN

Gempa di Kepulauan Seribu, BMKG: Guncangan Jauh Hingga Ratusan KM

badge-check


 Gempa di Kepulauan Seribu, BMKG: Guncangan Jauh Hingga Ratusan KM Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – Gempa bumi dalam mengguncang kawasan Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, Sabtu (12/9/2026) dini hari.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sementara mencatat gempa berkekuatan magnitudo 5,9 dengan kedalaman 376 kilometer.

Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG Wijayanto mengatakan gempa tersebut merupakan gempa bumi dalam akibat aktivitas intraslab.

“Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan geser turun (oblique normal),” kata Wijayanto.

BMKG menyatakan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami. Dengan kedalaman ratusan kilometer, gempa dikategorikan sebagai gempa dalam yang dapat menghasilkan guncangan terasa di wilayah yang luas.

Estimasi guncangan terkuat mencapai IV Modified Mercalli Intensity (MMI), antara lain di Pandeglang, Lebak, Serang, Sukabumi, Cianjur dan Tanggamus. Guncangan juga dilaporkan terasa di sejumlah wilayah lain, termasuk Jakarta dan daerah di Jawa Barat, Jawa Tengah hingga Sumatera.

Kedalaman sumber gempa menjadi salah satu faktor yang memungkinkan gelombang seismik terasa di wilayah yang jauh dari episenter, termasuk Yogyakarta. Intensitas yang dirasakan di wilayah jauh tersebut tidak berarti tingkat energinya cukup kuat untuk menimbulkan kerusakan.

Karakter gempa dalam di kawasan tersebut sebelumnya juga tercatat pada 15 Mei 2024.

Saat itu, BMKG mencatat gempa Kepulauan Seribu berkekuatan M5,1 dengan kedalaman sekitar 265 kilometer dan mengategorikannya sebagai gempa bumi menengah akibat aktivitas di dalam Lempeng Indo-Australia.

Dampak langsung terhadap transportasi terlihat pada layanan Commuter Line Jabodetabek.

Setelah gempa terjadi sekitar pukul 04.23 WIB, perjalanan Commuter Line dihentikan sementara untuk pemeriksaan jalur dan prasarana perkeretaapian.

Vice President Corporate Secretary PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) Karina Amanda mengatakan penghentian dilakukan sebagai langkah keselamatan untuk memastikan kondisi jalur dan infrastruktur perkeretaapian aman dilalui.

“Untuk keamanan dan keselamatan perjalanan Commuter Line, pada pukul 4.25 seluruh perjalanan Commuter Line Jabodetabek dihentikan,” kata Karina.

Pemeriksaan jalur selesai sekitar pukul 05.26 WIB. Sejumlah lintas, yakni Bogor, Cikarang, Rangkasbitung dan Tanjung Priok, kemudian kembali beroperasi. Sementara lintas Tangerang masih dalam pemeriksaan pada pembaruan tersebut.

Penghentian sementara tersebut dilakukan sebagai langkah pencegahan keselamatan untuk memastikan kondisi prasarana perkeretaapian sebelum perjalanan kembali dijalankan.

Hingga Sabtu pagi, belum ada laporan resmi mengenai korban maupun kerusakan akibat gempa di wilayah Kepulauan Seribu. Pemerintah daerah dan instansi terkait masih melakukan pemantauan terhadap kondisi wilayah serta fasilitas publik.

Parameter gempa juga masih dalam proses pemutakhiran BMKG.

Karena itu, angka magnitudo dan kedalaman dapat berubah mengikuti hasil analisis lanjutan lembaga tersebut.

Peristiwa ini menunjukkan karakter gempa dalam yang dapat menghasilkan wilayah guncangan luas meskipun sumber gempa berada ratusan kilometer di bawah permukaan.

Pada saat yang sama, respons cepat terhadap infrastruktur transportasi menjadi bagian penting untuk memastikan keselamatan masyarakat dan menjaga kelangsungan mobilitas.(Artha Tidar)

Baca Lainnya

Antrean Solar Mengular di SPBU Gintong Pidie, Pengemudi L300 Kesal Menunggu Berjam-jam

10 Oktober 2026 - 14:59 WIB

Kabut Asap Selimuti Karas, Polisi Sektor Karas Bagikan Masker kepada Warga Malakuli.

6 Oktober 2026 - 09:37 WIB

Aceh Tengah Bersama Kodim 0106 Raih Juara Stand Terbaik Indonesia Fest 2026

5 Oktober 2026 - 19:51 WIB

Dugaan Pelecehan Seksual di Polinef, BEM Desak Wadir I Dicopot

5 Oktober 2026 - 19:46 WIB

Penjualan Rumah Subsidi Lesu

5 Oktober 2026 - 09:26 WIB

Hajatan FIFGROUP Pondok Gede Hadirkan Beragam Promo, Hiburan, dan Kegiatan Sosial untuk Masyarakat

4 Oktober 2026 - 23:05 WIB

Rusun Jagakarsa dan PR Pemprov Jakarta Setelah Kunci Diserahkan

4 Oktober 2026 - 10:56 WIB

2 Tower Baru Blok M, Properti dan TOD Masuk Fase Eksekusi

2 Oktober 2026 - 19:30 WIB

Penumpang Angkutan Umum di Jakarta Fluktuatif, Mobilitas Aglomerasi Terus Tumbuh

2 Oktober 2026 - 19:24 WIB

Dua Hari 10 Ha TPA Ajibarang Semarang Terbakar, Gubernur Ahmad Luthfi Turun Tangan

2 Oktober 2026 - 08:35 WIB

Trending di PERISTIWA