Wartatrans.com, JAKARTA – Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM) Lombok mencatat 27 penerbangan tambahan atau extra flight menjelang MotoGP Mandalika 2026.
Dengan balapan berlangsung 9-11 Oktober, masih ada selisih 13 penerbangan yang perlu diisi untuk mengantisipasi lonjakan mobilitas penonton, kru, dan logistik.

General Manager BIZAM Aidhil Philip Julian mengatakan 27 penerbangan tersebut berasal dari Garuda Indonesia sebanyak sembilan penerbangan dan Citilink 18 penerbangan.
Jumlah itu merupakan penerbangan tambahan yang telah terdaftar, sehingga belum dapat disamakan dengan keseluruhan penerbangan yang nantinya dipastikan beroperasi selama periode MotoGP.
“Saat ini baru terdaftar itu. Kami lihat pada pekan depan rencananya nanti ada proses konfirmasi dan afirmasi untuk maskapai lainnya yang melayani tujuan ke Lombok,” ujar Aidhil setelah rapat koordinasi persiapan MotoGP di Kantor Gubernur NTB, Kamis (10/9/2026).
Pernyataan tersebut memperjelas perbedaan antara pengajuan extra flight yang sebelumnya disampaikan Pemprov NTB dengan penerbangan yang telah terdaftar di BIZAM.
Pengajuan tujuh maskapai belum berarti seluruhnya memeroleh kepastian jadwal karena proses konfirmasi dan afirmasi masih berjalan.
Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda NTB Lalu Moh Faozal sebelumnya mengatakan, tujuh maskapai domestik dan internasional mengajukan tambahan penerbangan.
Di antaranya Scoot dan AirAsia untuk konektivitas internasional, sedangkan sejumlah maskapai domestik di antaranya Garuda Indonesia dan Citilink masuk dalam pengajuan tambahan kapasitas menuju Lombok.
Dalam perkembangan yang disampaikan Pemprov NTB, Garuda juga disebut menambah frekuensi Jakarta-Lombok pada 8-12 Oktober, sementara TransNusa menambah jadwal pada periode yang sama.
Namun, informasi tersebut belum dimasukkan ke angka 27 karena daftar resmi BIZAM yang dikutip Aidhil baru mencatat Garuda dan Citilink sebagai extra flight yang terdaftar.
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal menilai keterbatasan kursi dan kenaikan harga tiket dapat membuat calon penonton yang telah membeli tiket MotoGP membatalkan perjalanan.
Dari sisi operasional, BIZAM menyatakan siap mendukung penerbangan malam. Namun, realisasinya tetap bergantung pada keputusan manajemen masing-masing maskapai.
“Pada dasarnya kalau untuk kami di bandar udara sangat siap dan mendukung. Namun, balik lagi ke dalam manajemen maskapai,” kata Aidhil.
Selain konektivitas, kesiapan penyelenggaraan juga mencakup mitigasi risiko kebencanaan. BPBD NTB bersama BMKG dan unsur terkait telah menyiapkan pemetaan risiko, jalur evakuasi, titik kumpul, skenario kedaruratan, serta sistem peringatan dini.
Periode MotoGP diprediksi masih dipengaruhi El Niño dengan potensi curah hujan rendah atau di bawah normal.
Kondisi tersebut membuat risiko kebakaran lahan di sekitar kawasan Mandalika turut menjadi perhatian dalam persiapan event.
Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid telah memasang dua sistem peringatan dini cuaca di kawasan sirkuit.
Pemantauan akan diperkuat mulai H-14, diperbarui pada H-7 dan H-3, serta dilakukan setiap 30 menit selama perhelatan melalui Posko Satgas Evakuasi.
Kesiapan tersebut berjalan bersamaan dengan pengaturan transportasi dan logistik. Operasional bandara direncanakan berlangsung 5-12 Oktober 2026, dengan kargo mulai tiba pada 5 Oktober secara berkala.
ITDC juga menyiapkan dukungan mobilitas di kawasan Mandalika, termasuk 130 shuttle bus dan konektivitas Selaparang-Lombok International Airport-Mandalika.
Agenda koordinasi Pemprov NTB yang dijadwalkan Senin (14/9/2026) menjadi titik penting untuk melihat apakah maskapai lain sudah memberikan kepastian. (Artha Tidar)
































