Menu ✖

Mode Gelap
KAI Operasikan 9 Gardu Pelintasan, Progres Pembangunan 190 Titik JPL Capai 98 Persen 32 Dosen Poltekpel Surabaya Tambah Gelar Setelah Dilantik sebagai Insinyur Elektrifikasi Truk Logistik: Investasi Mahal, Efisiensi Dipertaruhkan Menhub Dudy Pastikan Diskon Perjalanan di Libur Nataru Kembali Ada Kemenhub Perkuat Aksi Nyata Penanganan Kendaraan ODOL di Jatim Catatan Iwan Piliang: Nazali Lempo untuk Jaksa Agung – Menguji Kapasitas, Integritas, dan Kepastian Hukum

BANDARA

Kemenhub Kawal Masa Transisi Penerapan Piece Concept Bagage Garuda Indonesia

badge-check


 Kemenhub Kawal Masa Transisi Penerapan Piece Concept Bagage Garuda Indonesia Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara terus memonitor masa transisi penerapan kebijakan bagasi Piece Concept oleh PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk untuk tiket yang diterbitkan mulai 1 September 2026.

Monitoring secara proaktif dilakukan guna memastikan penerapannya berlangsung tertib, transparan, dan tetap mengedepankan pemenuhan hak konsumen.

Sejalan dengan koordinasi yang telah dilakukan pada fase persiapan, Garuda telah melakukan konsolidasi kesiapan operasional yang mencakup sistem pendukung, petugas pelayanan, mitra ground handling, pengelola bandara, serta kanal penjualan dan informasi.

“Garuda juga telah kami minta untuk menyiapkan langkah mitigasi dan memastikan kesiapan tersebut diterapkan secara konsisten di seluruh titik layanan,” ungkap Dirjen Perhubungan Udara Lukman F Laisa ditulis, Rabu (9/9/2026).

Masa transisi ini merupakan fase penerapan awal yang akan dievaluasi secara bertahap.

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara akan terus mencermati pelaksanaannya, termasuk menampung dan mengevaluasi feedback serta aspirasi masyarakat sebagai bagian dari penyempurnaan layanan.

Garuda juga diminta menyampaikan laporan evaluasi secara berkala kepada Direktorat Jenderal Perhubungan Udara sebagai bahan pemantauan dan evaluasi lebih lanjut.

“Garuda turut diminta melanjutkan dan mengintensifkan edukasi kepada penumpang yang telah dilaksanakan sejak pertengahan tahun ini,” katanya.

Informasi mengenai jumlah koli, berat dan dimensi bagasi, serta mekanisme penanganan di bandara harus disampaikan secara jelas, konsisten, transparan, dan mudah dipahami.

Piece Concept merupakan salah satu skema pengelolaan bagasi yang telah diterapkan dalam praktik penerbangan internasional.

Namun, implementasinya di Indonesia tetap perlu diselaraskan dengan karakteristik pengguna jasa dan kesiapan ekosistem penerbangan nasional.

Direktorat Jenderal Perhubungan Udara akan terus melakukan pemantauan, kajian, dan evaluasi secara berkala untuk memastikan tata kelola regulasi tetap adaptif terhadap perkembangan industri penerbangan.

“Seluruh proses penerapan harus tetap mengutamakan keselamatan, kelancaran pelayanan, perlindungan konsumen, dan pemenuhan hak masyarakat sebagai pengguna jasa transportasi udara,” tutup Lukman. (omy)

Baca Lainnya

Menhub Dudy Pastikan Diskon Perjalanan di Libur Nataru Kembali Ada

10 Oktober 2026 - 18:27 WIB

Jadi Panelis Forum ICAO 2026, Dirop AirNav Paparkan Penerapan FRTO di Wilayah Kepulauan

10 Oktober 2026 - 11:24 WIB

Yes, MotoGP Mandalika 2026 Gairahkan Penerbangan

9 Oktober 2026 - 15:29 WIB

Optimalkan Layanan Berbasis Teknologi AI, AirNav–Telkom University Perkuat Riset dan Pengembangan

8 Oktober 2026 - 21:26 WIB

TJSL Bandara Soekarno-Hatta, Perkuat Kontribusi bagi Masyarakat

8 Oktober 2026 - 13:51 WIB

Kemenhub Dorong Layanan Penumpang Lebih Mudah dan Terintegrasi saat di Bandara

8 Oktober 2026 - 05:12 WIB

Bandara Lombok Sambut Kedatangan Ofisial, Kru, Pembalap, dan Kargo MotoGP 2026

7 Oktober 2026 - 16:53 WIB

Garuda Indonesia Group Siapkan 14 Ribu Kursi, Antisipasi Lonjakan Jelang MotoGP Mandalika

7 Oktober 2026 - 14:47 WIB

GMF Teken Pengembangan Operasional MRO di Oman

5 Oktober 2026 - 16:54 WIB

AirBorneo Buka Penerbangan Kuching-Jakarta

5 Oktober 2026 - 16:13 WIB

Trending di KABIN