Menu ✖

Mode Gelap
KAI Operasikan 9 Gardu Pelintasan, Progres Pembangunan 190 Titik JPL Capai 98 Persen 32 Dosen Poltekpel Surabaya Tambah Gelar Setelah Dilantik sebagai Insinyur Elektrifikasi Truk Logistik: Investasi Mahal, Efisiensi Dipertaruhkan Menhub Dudy Pastikan Diskon Perjalanan di Libur Nataru Kembali Ada Kemenhub Perkuat Aksi Nyata Penanganan Kendaraan ODOL di Jatim Catatan Iwan Piliang: Nazali Lempo untuk Jaksa Agung – Menguji Kapasitas, Integritas, dan Kepastian Hukum

ANJUNGAN

3 Kapal Perang Turut Dikerahkan, Pencarian 5 Jurnalis di Selat Sunda Meluas

badge-check


 KRI TNI AL Perbesar

KRI TNI AL

Wartatrans.com, JAKARTA  – TNI Angkatan Laut mengerahkan tiga kapal perang untuk memperkuat pencarian delapan orang yang berada dalam speedboat yang hilang kontak di perairan Selat Sunda, termasuk lima jurnalis yang hendak meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Operasi diperluas setelah pencarian hari pertama belum menemukan keberadaan speedboat yang berangkat dari Dermaga Pagedongan, Carita, Pandeglang.

Tiga kapal yang dikerahkan adalah KRI Leuser-924, KRI Kerambit-627, dan KRI Lepu-861. TNI AL menyatakan pengerahan tersebut dilakukan untuk memperkuat operasi pencarian sekaligus memperluas area penyisiran di sekitar perairan Selat Sunda.

Delapan orang dalam speedboat itu terdiri atas lima jurnalis dan tiga orang kru.

Mereka berangkat untuk meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau, sehingga pencarian mencakup seluruh orang di dalam kapal yang hingga kini belum ditemukan.

Perluasan area pencarian mengikuti hasil pemetaan operasi SAR. Kepala Seksi Operasi Basarnas Banten Riski Dwi mengatakan pencarian mengarah ke barat daya Gunung Anak Krakatau dan menyebut cakupan pencarian mencapai 271 nautical mile (NM).

“Untuk pencarian kita perluas, karena hasil Map SAR kita itu mengarah ke barat daya dari Gunung Anak Krakatau, sehingga untuk total luas pencarian kita 271 NM,” ujar Riski, Rabu (9/9/2026).

Operasi hari kedua juga dibagi menjadi empat Search and Rescue Unit (SRU) untuk menjangkau radius yang lebih luas.

Deputi Operasi Basarnas Edy Prakoso mengatakan penyisiran dioptimalkan dengan pembagian kekuatan tersebut, sementara unsur dari Basarnas Lampung mengerahkan dua rigid inflatable boat (RIB) untuk memperkuat pencarian.

Kompleksitas operasi bertambah karena pencarian berlangsung di sekitar Gunung Anak Krakatau yang masih mengalami erupsi.

Dari KRI Lepu, tim pemantau melihat awan erupsi dan abu vulkanik pada Rabu siang, meski abu yang terlihat masih tipis.

Kondisi laut juga menjadi faktor yang memengaruhi pencarian. Sebelumnya, Kapolda Banten Irjen Pol Hengki menyampaikan, operasi sempat dihentikan sementara karena cuaca dan gelombang membahayakan personel.

Speedboat tersebut berangkat pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB. Kontak terakhir salah satu jurnalis dengan wartawan di Lampung tercatat sekitar pukul 14.42 WIB, sementara pencarian kini mencakup wilayah yang lebih luas dari titik awal.

Pengerahan tiga KRI memperbesar kapasitas penyisiran laut ketika operasi memasuki wilayah pencarian yang luas dan menghadapi kondisi alam yang dinamis.

Perluasan area juga meningkatkan kebutuhan personel, bahan bakar, peralatan pencarian dan dukungan logistik selama operasi berlangsung.

Koordinasi antara unsur TNI AL, Basarnas, aparat keamanan dan pihak terkait menjadi penting untuk memastikan penyisiran dapat dilakukan secara efektif dengan tetap memperhatikan keselamatan personel SAR. (Artha Tidar)

Baca Lainnya

Menhub Dudy Pastikan Diskon Perjalanan di Libur Nataru Kembali Ada

10 Oktober 2026 - 18:27 WIB

Nazali Lempo dan Wacana Jaksa Agung: Pengalaman Militer, Kepastian Hukum, dan Perluasan Peran TNI di Era Prabowo

10 Oktober 2026 - 15:21 WIB

Kemenhub Perkuat Standar Pedoman Alat Penolong Kapal

10 Oktober 2026 - 15:20 WIB

Regional Marpolex 2026: Filipina, Jepang, dan Indonesia Sinergi Penanggulangan Pencemaran Laut

10 Oktober 2026 - 13:43 WIB

NPCT1 Raih Penghargaan “Container Terminal Operator of the Year” pada Indonesia Logistics Awards 2026

10 Oktober 2026 - 11:19 WIB

KKP-Kemenkeu Integrasikan Data Perizinan Kapal untuk Optimalkan PNBP

10 Oktober 2026 - 10:16 WIB

Demi Perkuat Pertumbuhan Ekonomi, Pelindo Dorong Integrasi Infrastruktur

9 Oktober 2026 - 16:18 WIB

Kemenhub Dukung Pencarian 1 ABK Pascatenggelamnya MV Khatulistiwa 8 di Perairan Tuban

8 Oktober 2026 - 22:00 WIB

IPCM Perluas Pasar, Perkuat Kesiapan Operasional di Balikpapan dan Tarakan

8 Oktober 2026 - 20:31 WIB

PELNI Salurkan Ribuan Life Jacket, Perkuat Kespel Masyarakat Pesisir

8 Oktober 2026 - 16:57 WIB

Trending di ANJUNGAN