Wartatrans.com, JAKARTA — Saya mengenal Ismet Ruchimat bukan sekadar sebagai seorang komponis atau musisi. Ia adalah sosok budayawan yang memiliki cara tersendiri dalam menghargai sesama seniman dan pegiat kebudayaan.
Salah satu hal yang saya ingat dari sosok Ismet adalah keramahan dan sikapnya yang tidak mengenal sekat. Ia menghargai seniman dan budayawan tanpa melihat “strata”. Ketika beberapa kali hadir dan mengisi acara kebudayaan di Rumah Budaya HMA, ia tidak menempatkan dirinya sebagai seseorang yang harus berada di atas panggung semata. Ia justru membaur, berdiskusi, berbagi pengalaman, dan tidak pernah pelit ilmu.

Bagi saya, sikap seperti inilah yang membuat seorang seniman bukan hanya besar karena karya, tetapi juga memiliki arti bagi lingkungan dan generasi yang tumbuh di sekitarnya.
Kiprah Ismet Ruchimat dalam memperkenalkan seni dan budaya Sunda ke mancanegara juga bukan sesuatu yang perlu diragukan. Bersama grup Samba Sunda, ia membawa kekayaan musikal Sunda melintasi batas geografis dan memperkenalkannya kepada publik dunia.
Seni tradisi, di tangan orang seperti Ismet, tidak berhenti sebagai sesuatu yang disimpan di ruang nostalgia. Ia diolah, dikembangkan, dan dibawa berjumpa dengan dunia yang lebih luas.
Karena itu, ketika hari ini, 8 September 2026, Dr. Ismet Ruchimat, M.Hum. dilantik sebagai Rektor Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, saya melihatnya bukan semata sebagai sebuah pergantian atau pengisian jabatan akademik.
Saya melihatnya sebagai sebuah kepercayaan kepada seorang seniman dan budayawan yang telah panjang berproses bersama dunia seni.

Menjadi rektor sebuah perguruan tinggi seni dan budaya tentu bukan pekerjaan sederhana. Ada tanggung jawab untuk menjaga tradisi, tetapi sekaligus membuka ruang bagi kreativitas dan inovasi. Ada tantangan untuk memastikan kampus seni tidak hanya melahirkan lulusan yang terampil berkarya, tetapi juga manusia-manusia yang mampu membaca zaman dan menjadikan kebudayaan sebagai kekuatan bangsa.
Dan saya percaya, pengalaman Ismet Ruchimat sebagai komponis, musisi, pendidik sekaligus penggiat kebudayaan menjadi bekal penting untuk menjalankan amanah tersebut.
Sebagai sahabat sesama penggiat seni dan budaya, tentu saya merasa bangga melihat perjalanan itu sampai pada titik ini.
Selamat mengemban amanah baru, Dr. Ismet Ruchimat, M.Hum. Semoga kepemimpinan di ISBI menjadi ruang yang semakin terbuka bagi seniman, budayawan, akademisi, mahasiswa, dan seluruh pegiat kebudayaan.
Terus berkarya. Terus membumikan kebudayaan. Selamat dan sukses atas pelantikan sebagai Rektor ISBI Bandung.***
Duren Sawit 2026.


























