BENER MERIAH — Komunitas Gayo Peduli (KGP) menyerahkan bantuan sebesar Rp2 juta untuk mendukung instalasi Mersah Al-Fitrah di Kecamatan Wih Pesam, Kabupaten Bener Meriah, Aceh, Selasa (8/9/2026).
Bantuan tersebut diserahkan oleh Ir. Zulfan Diara Gayo, mewakili para muhsinin KGP, dan diterima oleh Muklis, selaku ketua bersama tim instalasi Mersah Al-Fitrah.

Penyerahan bantuan tersebut turut disaksikan Ketua Komunitas Gayo Peduli, Ardhiansyah Putra bin Alfian KZ.
Program ini dilaksanakan melalui skema kerja sama dengan durasi dua tahun, sebagai bagian dari ikhtiar membangun dan menghidupkan kembali tradisi berjamaah, khususnya salat Subuh berjamaah di lingkungan masyarakat.
Dalam konsep yang dikembangkan, kegiatan jamaah Subuh ditujukan untuk melibatkan kaum laki-laki mulai dari usia sekolah dasar (SD) hingga sekolah menengah atas (SMA). Target partisipasi yang diharapkan mencapai 50 persen dari populasi laki-laki warga.
Mersah dalam tradisi masyarakat Gayo tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga menjadi ruang sosial dan pembinaan generasi. Karena itu, penguatan aktivitas di mersah diharapkan dapat menjadi sarana membangun kebersamaan serta membentuk kebiasaan positif sejak usia dini.
Secara administratif, Kecamatan Wih Pesam merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Bener Meriah. Pemerintah Kabupaten Bener Meriah mencatat Wih Pesam memiliki 25 kampung yang mengikuti agenda pemilihan reje serentak pada 2026.
Data pemerintah daerah juga menunjukkan Wih Pesam termasuk wilayah dengan kepadatan penduduk relatif tinggi di Kabupaten Bener Meriah. Dalam profil kesehatan daerah, kondisi tersebut antara lain dikaitkan dengan posisi Wih Pesam yang berada pada jalur menuju ibu kota kabupaten.
Melalui dukungan KGP dan para muhsinin, program Mersah Al-Fitrah diharapkan tidak berhenti pada pembangunan atau instalasi fisik, tetapi berkembang menjadi gerakan bersama untuk menghidupkan masjid dan mersah melalui kegiatan keagamaan serta pembinaan generasi muda.
Kerja sama selama dua tahun tersebut menjadi bagian dari ikhtiar masyarakat untuk membangun budaya berjamaah dan memperkuat peran mersah sebagai pusat pembinaan masyarakat di lingkungan Gayo.*** (Jasa)


























