Menu

Mode Gelap
Dari Bungbulang Menembus Pasar Ekspor, Gula Aren Susanti Dilirik Eksportir ASDP Pastikan Antrean Ketapang-Gilimanuk Berhasil Terurai Mantap! PTP Nonpetikemas Terus Catat Kinerja Positif, Throughput Juli 2026 Naik 17,85% Kholbi Berani Dorong Expert Saat Casting Dhot Design The Movie, Dream Ticket Masih Lepas KAI Services Perpanjang Kerja Sama dengan Keraton Yogyakarta Kelola Loko Cafe Malioboro Terdampak Abu Vulkanik Gunung Lewotolok, Bandara Wunopito NTT Ditutup

RAGAM

Pemprov Jateng Siapkan Jalur Alternatif jika Penerbangan Kafilah MTQ XXXI Terhalang Erupsi Gunung

badge-check


 Pemprov Jateng Siapkan Jalur Alternatif jika Penerbangan Kafilah MTQ XXXI Terhalang Erupsi Gunung Perbesar

Wartatrans.com, JATENG — Sehubungan dengan terjadinya erupsi gunung Anak Krakatau dan terkait pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXXI, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah gerak cepat mengantisipasinya. Sebaran abu vulkanik yang terjadi, dipastikan menghalangi jalur perjalanan udara para kafilah MTQ menuju Semarang tempat acara diselenggarakan.

Dari hasil koordinasi dengan peserta, tercatat kafilah dari 10 provinsi melakukan perjalanan udara dan berkaitan dengan Bandara Soekarno – Hata. Bandara yang dekat dengan gunung Anak Krakatau ini adalah tempat transit maupun bagian rute menuju Jawa Tengah dari sepuluh provinsi termaksud, yaitu Maluku Utara, Papua Tengah, Lampung, Riau, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Nusa Tenggara Barat, Bangka Belitung, Maluku, dan Aceh.

Dalam konferensi pers di Kantor Gubernur Jateng hari Senin (07/09/2026), Plt Kepala Dinas Perhubungan Jawa Tengah, Agung Pramono mengatakan, gangguan operasional penerbangan akibat abu vulkanik menjadi perhatian serius panitia MTQ karena waktu kedatangan para kafilah semakin dekat.

“Kalau nantinya bandara Soekarno – Hatta belum juga beroperasi, berarti mereka harus melakukan perubahan jadwal maupun pengalihan moda transportasi. Jika memerlukan transportasi darat, kami siap,” kata Agung.

Diutarakan pula bahwa Dishub secara nasional telah berkoordinasi dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI) dalam mengantisipasi peningkatan volume perjalanan darat, terkhusus rute yang sebelumnya dilayani melalui penerbangan.

Terlepas dari terjadinya bencana erupsi gunung, sejak lama PT Angkasa Pura Semarang sudah siap mendukung kelancaran mobilitas peserta MTQ. Hal ini dinyatakan sang General Manager Sulistyo Yulianto.

“Sejak Minggu (06/09/2026), operasional Bandara Ahmad Yani Semarang kami perpanjang menjadi 24 jam. Ini antisipasi kemungkinan masuknya penerbangan tidak terjadwal maupun pengalihan penerbangan akibat gangguan di bandara lain,” kata Sulistyo

Lebih lanjut GM murah senyum ini menyatakan pihaknya selalu memantau perjalanan kafilah yang menuju Jateng melalui jalur udara. Apabila penerbangan melalui Jakarta belum memungkinkan, alternatif rute langsung menuju Semarang maupun jalur lain akan dikoordinasikan bersama pihak terkait. Demikian komitmennya.*** (Aditiya Widodo Putra)

Baca Lainnya

Program Sapoe Sarebu: KDM Salurkan 18 Bedah Rumah Hasil Urunan Pegawai ASN Provinsi Di Cikelet Garut

8 September 2026 - 10:47 WIB

Bakti Aksi Koramil 1123 Cisewu Garut, Sambut HUT TNI Bersih Bersih Pasar, Obwis serta Tanam Pohon 

8 September 2026 - 10:20 WIB

KGP Serahkan Bantuan Rp2 Juta untuk Instalasi Mersah Al-Fitrah di Wih Pesam

8 September 2026 - 08:19 WIB

Pendaftaran Beasiswa FIFGROUP Young Leader 2026 Dibuka,Dukung Generasi Pemimpin Muda

7 September 2026 - 22:32 WIB

DAMRI Kembali Hadirkan Promo, Ada Diskon 20% Spesial Twin Date 9.9

7 September 2026 - 22:16 WIB

Aktivitas Gunung Anak Krakatau Dipantau, Tanjung Priok Tetap Beroperasi Normal

7 September 2026 - 22:10 WIB

MTQ Nasional XXXI di Semarang, Keterlibatan Masyarakat Jadi Bagian Penting Penyelenggaraan

7 September 2026 - 18:27 WIB

KKP Imbau Nelayan Waspada Erupsi Gunung Anak Krakatau, Hindari Radius 3 Kilometer

7 September 2026 - 16:10 WIB

Dampak Erupsi Anak Krakatau Imigrasi Beri Izin WNA ITKT 30 Hari

7 September 2026 - 14:49 WIB

Legislator Provinsi PKS Serap Aspirasi Warga Cibinong, Persoalan Sampah hingga Banjir Menjadi Sorotan

7 September 2026 - 13:56 WIB

Trending di RAGAM