Menu ✖

Mode Gelap
KAI Operasikan 9 Gardu Pelintasan, Progres Pembangunan 190 Titik JPL Capai 98 Persen 32 Dosen Poltekpel Surabaya Tambah Gelar Setelah Dilantik sebagai Insinyur Elektrifikasi Truk Logistik: Investasi Mahal, Efisiensi Dipertaruhkan Menhub Dudy Pastikan Diskon Perjalanan di Libur Nataru Kembali Ada Kemenhub Perkuat Aksi Nyata Penanganan Kendaraan ODOL di Jatim Catatan Iwan Piliang: Nazali Lempo untuk Jaksa Agung – Menguji Kapasitas, Integritas, dan Kepastian Hukum

BANDARA

Terdampak Abu Vulkanik Gunung Lewotolok, Bandara Wunopito NTT Ditutup

badge-check


 Bandara Wunopito Perbesar

Bandara Wunopito

Wartatrans.com, TANGERANG – AirNav Indonesia menerbitkan NOTAM terkait penutupan sementara Bandara Wunopito, Lewoleba, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Hal itu dilakukan dampak sebaran abu vulkanik Gunung Lewotolok.

Berdasarkan NOTAM C1134/26 NOTAMR C1106/26, Bandara Wunopito (WATW) berstatus Closed mulai pukul 07.01 WIB pada 8 September 2026 hingga estimasi pukul 06.00 WIB pada 9 September 2026.

“Dalam NOTAM tersebut disebutkan penutupan dilakukan karena abu vulkanik Gunung Lewotolok,” ungkap EVP of Corporate Secretary AirNav Indonesia Hermana Soegijantoro.

Penutupan tersebut berlangsung di tengah aktivitas vulkanik Gunung Ili Lewotolok yang masih terjadi.

Pada 8 September 2026 pukul 06.35 WITA, gunung api tersebut kembali mengalami erupsi dengan kolom abu teramati mencapai sekitar 800 meter di atas puncak dan bergerak ke arah barat.

“Sebaran abu vulkanik menjadi perhatian dalam operasional penerbangan karena dapat memengaruhi keselamatan penerbangan apabila berada di wilayah penerbangan,” sebutnya.

Oleh karena itu, kondisi sebaran abu dan perkembangan aktivitas vulkanik terus menjadi bagian dari pemantauan dalam penerbitan informasi aeronautika.

AirNav terus melakukan pemantauan terhadap kondisi sebaran abu vulkanik Gunung Ili Lewotolok serta perkembangan kondisi di sekitar wilayah penerbangan.

Pembaruan informasi aeronautika akan dilakukan sesuai perkembangan kondisi dan hasil evaluasi keselamatan penerbangan.

“Kami juga berkoordinasi dengan pemangku kepentingan terkait untuk memastikan informasi mengenai kondisi ruang udara dan operasional penerbangan terus diperbarui,” imbuh dia.

Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya AirNav dalam memastikan pelayanan navigasi penerbangan tetap mengutamakan aspek keselamatan. (omy)

 

Baca Lainnya

Menhub Dudy Pastikan Diskon Perjalanan di Libur Nataru Kembali Ada

10 Oktober 2026 - 18:27 WIB

Jadi Panelis Forum ICAO 2026, Dirop AirNav Paparkan Penerapan FRTO di Wilayah Kepulauan

10 Oktober 2026 - 11:24 WIB

Yes, MotoGP Mandalika 2026 Gairahkan Penerbangan

9 Oktober 2026 - 15:29 WIB

Optimalkan Layanan Berbasis Teknologi AI, AirNav–Telkom University Perkuat Riset dan Pengembangan

8 Oktober 2026 - 21:26 WIB

TJSL Bandara Soekarno-Hatta, Perkuat Kontribusi bagi Masyarakat

8 Oktober 2026 - 13:51 WIB

Kemenhub Dorong Layanan Penumpang Lebih Mudah dan Terintegrasi saat di Bandara

8 Oktober 2026 - 05:12 WIB

Bandara Lombok Sambut Kedatangan Ofisial, Kru, Pembalap, dan Kargo MotoGP 2026

7 Oktober 2026 - 16:53 WIB

Garuda Indonesia Group Siapkan 14 Ribu Kursi, Antisipasi Lonjakan Jelang MotoGP Mandalika

7 Oktober 2026 - 14:47 WIB

GMF Teken Pengembangan Operasional MRO di Oman

5 Oktober 2026 - 16:54 WIB

InJourney Airports Pastikan Kesiapan 3 Bandara Dukung MotoGP Mandalika

4 Oktober 2026 - 15:34 WIB

Trending di BANDARA