Menu

Mode Gelap
Dari Bungbulang Menembus Pasar Ekspor, Gula Aren Susanti Dilirik Eksportir ASDP Pastikan Antrean Ketapang-Gilimanuk Berhasil Terurai Mantap! PTP Nonpetikemas Terus Catat Kinerja Positif, Throughput Juli 2026 Naik 17,85% Kholbi Berani Dorong Expert Saat Casting Dhot Design The Movie, Dream Ticket Masih Lepas KAI Services Perpanjang Kerja Sama dengan Keraton Yogyakarta Kelola Loko Cafe Malioboro Terdampak Abu Vulkanik Gunung Lewotolok, Bandara Wunopito NTT Ditutup

BANDARA

Terdampak Abu Vulkanik Gunung Lewotolok, Bandara Wunopito NTT Ditutup

badge-check


 Bandara Wunopito Perbesar

Bandara Wunopito

Wartatrans.com, TANGERANG – AirNav Indonesia menerbitkan NOTAM terkait penutupan sementara Bandara Wunopito, Lewoleba, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Hal itu dilakukan dampak sebaran abu vulkanik Gunung Lewotolok.

Berdasarkan NOTAM C1134/26 NOTAMR C1106/26, Bandara Wunopito (WATW) berstatus Closed mulai pukul 07.01 WIB pada 8 September 2026 hingga estimasi pukul 06.00 WIB pada 9 September 2026.

“Dalam NOTAM tersebut disebutkan penutupan dilakukan karena abu vulkanik Gunung Lewotolok,” ungkap EVP of Corporate Secretary AirNav Indonesia Hermana Soegijantoro.

Penutupan tersebut berlangsung di tengah aktivitas vulkanik Gunung Ili Lewotolok yang masih terjadi.

Pada 8 September 2026 pukul 06.35 WITA, gunung api tersebut kembali mengalami erupsi dengan kolom abu teramati mencapai sekitar 800 meter di atas puncak dan bergerak ke arah barat.

“Sebaran abu vulkanik menjadi perhatian dalam operasional penerbangan karena dapat memengaruhi keselamatan penerbangan apabila berada di wilayah penerbangan,” sebutnya.

Oleh karena itu, kondisi sebaran abu dan perkembangan aktivitas vulkanik terus menjadi bagian dari pemantauan dalam penerbitan informasi aeronautika.

AirNav terus melakukan pemantauan terhadap kondisi sebaran abu vulkanik Gunung Ili Lewotolok serta perkembangan kondisi di sekitar wilayah penerbangan.

Pembaruan informasi aeronautika akan dilakukan sesuai perkembangan kondisi dan hasil evaluasi keselamatan penerbangan.

“Kami juga berkoordinasi dengan pemangku kepentingan terkait untuk memastikan informasi mengenai kondisi ruang udara dan operasional penerbangan terus diperbarui,” imbuh dia.

Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya AirNav dalam memastikan pelayanan navigasi penerbangan tetap mengutamakan aspek keselamatan. (omy)

 

Baca Lainnya

AirAsia Kembali Mengoperasikan Penerbangan dari Bandara Terdampak Erupsi GAK

8 September 2026 - 14:20 WIB

Bandara Radin Inten II dan 4 Lainnya Menyusul Dibuka Kembali Hari Ini

8 September 2026 - 11:13 WIB

Penerbangan Lion Air Group Bertahap Beroperasi Kembali dari dan ke Bandara Soekarno-Hatta dan Halim

8 September 2026 - 09:53 WIB

Citilink Operasikan Kembali Penerbangan dari dan ke Jakarta juga Bandung

8 September 2026 - 09:40 WIB

Bandara Soekarno-Hatta Kembali Beroperasi, Pelita Air Siap Layani Pelanggan dari dan ke Jakarta

8 September 2026 - 08:36 WIB

3 Bandara Kembali Layani Penerbangan Usai Penutupan Dampak Erupsi GAK, Seluruh Fasilitas Dipastikan Siap

8 September 2026 - 05:34 WIB

Alhamdulillah, Bandara Terdampak Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Kembali Dibuka

8 September 2026 - 05:08 WIB

InJourney Airports Siapkan Bandara Alternatif di Yogyakarta, Solo, Kertajati, Semarang dan Surabaya

7 September 2026 - 20:49 WIB

Penerbangan AirAsia Terdampak Erupsi Gunung Anak Kratau, Ini Opsi untuk Penumpang

7 September 2026 - 20:03 WIB

Citilink Siapkan Reschedule dan Refund Seiring Perpanjangan Penutupan Bandara di Jakarta, Bandung, dan Lampung

7 September 2026 - 19:36 WIB

Trending di BANDARA