Menu ✖

Mode Gelap
KAI Operasikan 9 Gardu Pelintasan, Progres Pembangunan 190 Titik JPL Capai 98 Persen 32 Dosen Poltekpel Surabaya Tambah Gelar Setelah Dilantik sebagai Insinyur Elektrifikasi Truk Logistik: Investasi Mahal, Efisiensi Dipertaruhkan Menhub Dudy Pastikan Diskon Perjalanan di Libur Nataru Kembali Ada Kemenhub Perkuat Aksi Nyata Penanganan Kendaraan ODOL di Jatim Catatan Iwan Piliang: Nazali Lempo untuk Jaksa Agung – Menguji Kapasitas, Integritas, dan Kepastian Hukum

BANDARA

Alhamdulillah, Bandara Terdampak Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau Kembali Dibuka

badge-check


 Menhub Dudy aaat tinjau kesiapan Bandara Soetta jelang dibuka kembali pascaerupsi GAK Perbesar

Menhub Dudy aaat tinjau kesiapan Bandara Soetta jelang dibuka kembali pascaerupsi GAK

Wartatrans.com, TANGERANG – Alhamdulillah penutupan operasional Bandara Soekarno-Hatta dan sejumlah bandara lain yang terkena dampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau telah berakhir.

Mulai Selasa (8/9) pukul 00.01 WIB, operasional bandara kembali berjalan dengan normal seperti sedia kala.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyatakan pembukaan kembali operasional bandara dari Terminal 1 Bandara Soekarno-Hatta, Selasa (8/9/2026) dini hari.

“Per tanggal 8 September pukul 00.01 WIB, Bandara Soekarno-Hatta Banten, Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta, dan Bandara Husein Sastranegara Bandung dinyatakan aktif kembali. Menyusul Bandara Budiarto Curug Banten dan Bandara Pondok Cabe Banten juga kembali dibuka pada pukul 02.25 WIB,” urai Menhub.

Sementara bandara Bandara Radin Inten II Lampung serta Bandara Muhammad Taufiq Kiemas Lampung masih menunggu perkembangan lebih lanjut.

Untuk memastikan keselamatan dan keamanan penerbangannya, pembukaan bandara ini juga disertai dengan sejumlah catatan.

“Pertama, Otoritas Bandara bersama dengan maskapai harus melakukan inspeksi terhadap semua armada pesawat,” ungkapnya.

Kedua, pilot dan kru operasional pesawat wajib mengetahui restricted polygon, yakni wilayah udara berbentuk poligon (banyak sudut) yang dibatasi atau dilarang oleh otoritas terkait untuk dilintasi karena terdeteksi mengandung sebaran abu vulkanik.

Sebelumnya, sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau telah berdampak pada ruang udara dan operasional bandar udara sejak Sabtu (5/9/2026).

Sebanyak delapan bandara, meliputi Bandara Soekarno-Hatta Banten, Bandara Halim Perdanakusuma Jakarta, Bandara Radin Inten II Lampung, Bandara Husein Sastranegara Bandung, Bandara Budiarto Curug Banten, Bandara Pondok Cabe Banten.

Bandara Taufik Kiemas di Pesisir Barat Lampung, serta Bandara Atung Bungsu di Pagar Alam Sumsel mengalami penutupan operasional.

Berdasarkan pembaruan kondisi operasional, bandara Atung Bungsu di Pagar Alam, Sumatera Selatan yang sempat ditutup, sudah dapat beroperasi secara normal per Senin (7/9) pukul 09.00 WIB.

Menhub meminta maskapai terus berkoordinasi dengan pengelola bandara, otoritas serta instansi terkait untuk memastikan operasional dapat dilakukan secara aman dan selamat. (omy)

 

Baca Lainnya

Menhub Dudy Pastikan Diskon Perjalanan di Libur Nataru Kembali Ada

10 Oktober 2026 - 18:27 WIB

Jadi Panelis Forum ICAO 2026, Dirop AirNav Paparkan Penerapan FRTO di Wilayah Kepulauan

10 Oktober 2026 - 11:24 WIB

Yes, MotoGP Mandalika 2026 Gairahkan Penerbangan

9 Oktober 2026 - 15:29 WIB

Optimalkan Layanan Berbasis Teknologi AI, AirNav–Telkom University Perkuat Riset dan Pengembangan

8 Oktober 2026 - 21:26 WIB

TJSL Bandara Soekarno-Hatta, Perkuat Kontribusi bagi Masyarakat

8 Oktober 2026 - 13:51 WIB

Kemenhub Dorong Layanan Penumpang Lebih Mudah dan Terintegrasi saat di Bandara

8 Oktober 2026 - 05:12 WIB

Bandara Lombok Sambut Kedatangan Ofisial, Kru, Pembalap, dan Kargo MotoGP 2026

7 Oktober 2026 - 16:53 WIB

Garuda Indonesia Group Siapkan 14 Ribu Kursi, Antisipasi Lonjakan Jelang MotoGP Mandalika

7 Oktober 2026 - 14:47 WIB

GMF Teken Pengembangan Operasional MRO di Oman

5 Oktober 2026 - 16:54 WIB

AirBorneo Buka Penerbangan Kuching-Jakarta

5 Oktober 2026 - 16:13 WIB

Trending di KABIN