Wartatranscom, BOGOR — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor melalui Dinas Kesehatan bergerak cepat menangani dampak asap akibat kebakaran di kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Galuga, Kecamatan Cibungbulang, Selasa (8/9). Sejumlah tenaga kesehatan dari puskesmas di wilayah Bogor Barat diterjunkan untuk memberikan pelayanan kesehatan sekaligus mengantisipasi gangguan kesehatan akibat paparan asap.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, dr. Fusia Meidiawaty, mengatakan pihaknya telah membuka tiga posko kesehatan, yakni Posko Galuga, Posko Desa Dukuh, dan Posko Cimanggu.

“Sudah turun tim kesehatan dari beberapa puskesmas di wilayah Kecamatan Cibungbulang. Kami juga sudah membuka tiga posko, yaitu Posko Galuga, Posko Desa Dukuh, dan Posko Cimanggu,” ujar Fusia.
Ia menjelaskan, hingga saat ini keluhan kesehatan yang dirasakan masyarakat masih berkaitan dengan dampak asap dan belum menunjukkan kondisi yang berat.

“Karena jarak asap dengan pemukiman warga cukup jauh, dampaknya tidak terlalu signifikan. Ada warga yang merasakan mata perih dan pilek, tetapi belum ada yang mengalami kondisi ekstrim seperti sesak napas berat,” jelasnya.
Meski demikian, Dinkes Kabupaten Bogor tetap melakukan langkah antisipasi untuk melindungi masyarakat dari risiko gangguan kesehatan akibat asap.
Salah satu langkah awal yang dilakukan adalah membagikan masker kepada warga, khususnya masyarakat yang masih beraktivitas di luar rumah tanpa menggunakan pelindung pernapasan.
“Langkah pertama adalah membagikan masker. Masih banyak warga yang belum menggunakan masker saat keluar rumah, sehingga kami bagikan masker kepada masyarakat,” katanya.
Selain masker, Dinkes juga menyediakan obat-obatan untuk pertolongan pertama. Apabila terdapat warga yang membutuhkan penanganan lebih lanjut, Puskesmas Cibungbulang telah disiapkan untuk menangani kasus-kasus ringan. Penanganan di lapangan dilakukan secara bersama-sama dengan melibatkan sejumlah puskesmas di wilayah Bogor Barat.*** (MY)






























