Menu ✖

Mode Gelap
Cut Tari Bikin Konflik Makin Panas, Rahasia Masa Lalu Terkuak di Sinetron Wajah Cinta Yang Lain Film Banyak Anak Banyak Rejeki Siap Tayang Januari 2027 Lima Tahun Jaga Konsistensi, FIFGROUP Raih The Finance Golden Star Award 2026 Belum Tayang di Bioskop, Fadli Fuad Siapkan Sekuel Film Sumur Jiwo 1977 Bincang Buku Hasrat Kekuasaan dan Erosi Demokrasi, Soroti Tantangan Demokrasi di Indonesia NAY NBC Tetap Konsisten di Dunia Breakdance, Cetak Generasi Muda Berprestasi

PERON

KAI Catat Pertumbuhan Angkutan Retail, Volume Distribusi Barang Naik 17 Persen dalam Dua Tahun

badge-check


 KAI Catat Pertumbuhan Angkutan Retail, Volume Distribusi Barang Naik 17 Persen dalam Dua Tahun Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) terus mengembangkan layanan angkutan barang melalui angkutan retail sebagai layanan Business to Business (B2B) yang mendukung kebutuhan distribusi pelanggan perusahaan.

Layanan ini menjadi bagian dari ekosistem logistik berbasis rel dengan memanfaatkan jaringan kereta api yang memiliki kapasitas angkut besar, perjalanan terjadwal, dan konektivitas antarwilayah.

Sepanjang Januari–Agustus 2026, volume angkutan retail KAI mencapai 169.044 ton, meningkat dibandingkan periode yang sama tahun 2025 sebesar 163.821 ton dan tahun 2024 sebesar 144.250 ton. Pertumbuhan tersebut mencatat kenaikan sebesar 17,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024.

Pertumbuhan tersebut menunjukkan semakin tingginya pemanfaatan kereta api oleh pelanggan bisnis untuk mendukung distribusi berbagai komoditas dengan karakteristik angkutan yang membutuhkan kapasitas besar, perjalanan terjadwal, serta efisiensi dalam pengiriman jarak menengah hingga jauh. Melalui layanan angkutan retail B2B, KAI membantu menghubungkan kebutuhan distribusi antarperusahaan dalam rantai pasok yang lebih terintegrasi.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, pengembangan angkutan retail menjadi bagian dari langkah KAI dalam memperluas kontribusi kereta api terhadap sistem logistik nasional.

“KAI terus mengembangkan layanan angkutan barang dengan memastikan aspek keandalan, kapasitas, dan efisiensi distribusi. Kereta api memiliki peran strategis dalam mendukung kelancaran rantai pasok dari pusat produksi menuju berbagai wilayah,” ujar Anne.

Berdasarkan Laporan Logistik Indonesia 2024 Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas, biaya logistik menjadi salah satu faktor penting dalam daya saing ekonomi nasional. Pemerintah terus mendorong peningkatan efisiensi logistik melalui penguatan konektivitas multimoda, termasuk optimalisasi peran transportasi berbasis rel.

Kereta api memiliki keunggulan dalam efisiensi pengangkutan karena mampu membawa barang dalam jumlah besar dalam satu perjalanan dengan penggunaan energi yang lebih rendah dibandingkan moda angkutan jalan raya untuk kapasitas angkut yang setara. Kondisi tersebut memberikan peluang penghematan biaya distribusi bagi pelanggan usaha sepanjang rantai pasok.

Dalam sistem perdagangan, biaya transportasi menjadi salah satu komponen yang membentuk biaya logistik suatu produk. Distribusi yang lebih efisien membantu pelaku usaha menjaga struktur biaya, meningkatkan kepastian pasokan, serta mendukung daya saing produk di pasar.

Peran efisiensi logistik juga menjadi perhatian global. World Bank melalui Logistics Performance Index (LPI) 2023 menyampaikan bahwa kualitas infrastruktur transportasi dan efisiensi layanan logistik menjadi faktor penting dalam meningkatkan daya saing perdagangan suatu negara. Indonesia berada pada peringkat 61 dari 139 negara dalam indeks tersebut, dengan peningkatan kualitas konektivitas menjadi salah satu area pengembangan utama.

Sementara itu, Food and Agriculture Organization (FAO) dalam laporan The State of Food and Agriculture 2024 menekankan pentingnya efisiensi sistem distribusi dalam menjaga ketahanan pangan dan keterjangkauan harga, karena biaya dalam rantai pasok turut memengaruhi harga yang diterima konsumen.

Di Indonesia, kelancaran distribusi juga menjadi perhatian dalam menjaga stabilitas harga. Badan Pusat Statistik (BPS) secara rutin mencatat bahwa kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi salah satu kelompok pengeluaran yang memengaruhi dinamika inflasi nasional. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya sistem distribusi yang efisien untuk menjaga keseimbangan pasokan dan permintaan.

Melalui pengembangan angkutan retail, KAI terus memperluas layanan logistik berbasis rel yang mendukung kebutuhan industri, perdagangan, hingga distribusi berbagai komoditas. Pertumbuhan volume angkutan retail menjadi indikator meningkatnya kepercayaan pelanggan terhadap kereta api sebagai moda transportasi barang yang aman, terjadwal, dan efisien.

“KAI akan terus meningkatkan kualitas layanan angkutan barang dengan menghadirkan solusi logistik yang semakin terintegrasi. Optimalisasi transportasi berbasis rel diharapkan dapat memperkuat konektivitas antarwilayah serta mendukung ekosistem logistik nasional yang lebih kompetitif,” tutup Anne.(fahmi)

Baca Lainnya

KAI Services Latih Frontliner Tangani Kebakaran hingga Evakuasi Korban

22 Oktober 2026 - 19:28 WIB

Whoosh Dukung Sport Tourism, Permudah Pelari Bandung ke Jakarta

22 Oktober 2026 - 11:54 WIB

KAI Angkut 50,75 Juta Ton Barang hingga September 2026, Angkutan Nonbatu Bara Tumbuh

22 Oktober 2026 - 10:05 WIB

Hemat Biaya hingga Tekan Polusi, Commuter Line Jabodetabek Layani 349 Juta Pengguna

22 Oktober 2026 - 09:26 WIB

Menembus Bukit Sejak Zaman Kolonial, Ini 10 Terowongan Kereta Api Tertua

22 Oktober 2026 - 07:46 WIB

Hingga September, Penumpang Transjakarta-MRT-LRT Jakarta Tembus 368,4 Juta

22 Oktober 2026 - 07:39 WIB

KAI Layani 394 Juta Pelanggan, Integrasi Kereta dan Transportasi Kota Makin Luas

22 Oktober 2026 - 05:31 WIB

Kereta Api Terhubung dengan LRT, BRT hingga Bandara, Ini Data Pelanggan KAI Group

21 Oktober 2026 - 23:26 WIB

Sebaran Angkutan Barang KAI di Jawa dan Sumatra Tembus 9,15 Juta Ton

21 Oktober 2026 - 11:19 WIB

3 Tahun Beroperasi, Whoosh Kini Sepenuhnya Ditangani SDM Indonesia melalui Keberhasilan Transfer Pengetahuan

21 Oktober 2026 - 11:16 WIB

Trending di PERON