Wartatrans.com, JAKARTA, — Proses pencarian talenta untuk Dhot Design The Movie semakin seru. Memasuki episode ke-17, program Main Drama Casting menghadirkan delapan peserta dengan karakter dan kemampuan berbeda untuk memperebutkan kesempatan menjadi bagian dari film live-action yang diadaptasi dari serial animasi populer Dhot Design karya Indra Sanjaya, atau yang akrab disapa Pak Badhot, bekerja sama dengan MD Pictures.
Tak sekadar mengandalkan kemampuan akting, para peserta dituntut mampu memahami karakter yang dimainkan, mulai dari ekspresi, dialog, gestur hingga membangun emosi sesuai kebutuhan adegan.

Salah satu peserta yang mencuri perhatian adalah Kholbi (28) asal Jakarta. Datang dengan membawa karakter Kona, Kholbi harus membuktikan bahwa dirinya mampu menerjemahkan karakter animasi tersebut ke dalam permainan live-action.
Menurut Kholbi, Kona merupakan sosok yang menghibur, tetapi di saat bersamaan juga memiliki sifat yang cukup menyebalkan.
Pada penampilan pertama, Kholbi memerankan adegan Kona bersama karakter ayahnya. Namun, penampilannya belum sepenuhnya memuaskan para juri. Sejumlah catatan diberikan, terutama terkait penghayatan karakter.
Tak menyerah, Kholbi mendapat kesempatan kedua untuk memperbaiki penampilannya. Ia mencoba mengubah cara berbicara, ekspresi, hingga pembawaan karakter Kona.
Hasilnya, penampilan kedua Kholbi mendapat respons lebih positif. Karakter Kona mulai terasa lebih kuat dan terlihat melalui dialog serta ekspresi yang ditampilkan.
Perjuangan Kholbi pun berlanjut ke tahap berikutnya. Tantangan yang diberikan semakin berat karena ia harus berhadapan langsung dengan para expert.
Salah satu tantangan paling menarik terjadi ketika Kholbi dipasangkan dengan Karan Mahtani. Keduanya harus beradu akting sebagai anggota geng motor yang tengah terlibat konflik.
Adegan tersebut menuntut Kholbi tidak hanya mampu membangun emosi, tetapi juga merespons lawan main secara spontan.
Situasi semakin panas ketika konflik dalam adegan berkembang. Kholbi terus mempertahankan karakter yang dimainkan dan memberikan respons terhadap setiap aksi Karan.
Bahkan, dalam satu momen, Kholbi sampai mendorong Karan Mahtani sebagai bagian dari adegan yang mereka mainkan.
Aksi tersebut menjadi salah satu momen yang cukup mencuri perhatian dalam proses casting. Berhadapan langsung dengan seorang expert dalam adegan penuh tensi, Kholbi tetap berusaha menjaga karakter dan mengikuti perkembangan situasi.
Sayangnya, keberanian tersebut belum cukup untuk mengantarkan Kholbi meraih Dream Ticket.
Meski gagal mendapatkan tiket impian, penampilan Kholbi menunjukkan satu hal penting: proses casting bukan sekadar mencari peserta yang mampu berakting, tetapi juga melihat sejauh mana seorang talenta mampu menerima arahan, mengembangkan karakter, berimprovisasi, serta menghadapi tekanan ketika berada di depan para expert.
Episode ke-17 Main Drama Casting pun kembali memperlihatkan bahwa perjalanan menuju layar lebar tidak selalu mudah. Para peserta harus melewati berbagai tantangan untuk membuktikan bahwa mereka layak menjadi bagian dari Dhot Design The Movie.
Dengan karakter-karakter yang semakin beragam dan tantangan yang semakin sulit, pencarian talenta dalam *Main Drama Casting* masih terus berlanjut.
Siapa yang akhirnya mampu merebut kesempatan dan menjadi bagian dari Dhot Design The Movie?*** (Byl)






























