Wartatrans.com, JAKARTA– Panggung pembukaan satu dekade Indonesia Drum & Perkusi Festival (IDPFest) 2026 tak hanya menjadi ajang unjuk kebolehan para drummer dan pemain perkusi dari berbagai daerah. Dua musisi muda kakak beradik, Dica Melo dan Madeena, ikut mencuri perhatian lewat penampilan mereka di Teater Kecil, Taman Ismail Marzuki (TIM), Sabtu (5/9/2026).
Sorotan paling kuat tertuju kepada Dica Melo. Di tengah penampilan Orchestra IDPFest yang melibatkan 101 pemain perkusi dari berbagai penjuru Indonesia, aksi Dica sebagai salah satu drummer dinilai mampu mencuri perhatian penonton.

Founder IDPFest, Ekki Soekarno, bahkan secara khusus mengapresiasi penampilan drummer muda tersebut. Menurut Ekki, permainan Dica terlihat menonjol dibandingkan para drummer lainnya dan mendapat respons luar biasa dari penonton.
“Penampilan Dica sangat menonjol. Bahkan beberapa kali mendapat standing applause dari penonton. Ini tentu membanggakan, apalagi dia tampil bersama para pemain perkusi dari seluruh Indonesia,” ujar Ekki Soekarno seusai pertunjukan.
Ekki sendiri saat itu bertindak sebagai konduktor Orchestra IDPFest yang menyatukan 101 pemain perkusi dalam sebuah pertunjukan kolaboratif. Kehadiran Dica di tengah komposisi besar tersebut justru menjadi salah satu momen yang mencuri perhatian.
Menariknya, Dica mengaku tidak menyangka permainan yang ditampilkannya mendapat sambutan semeriah itu.
“Saya benar-benar nggak menyangka mendapat apresiasi seperti ini. Buat saya sangat membanggakan, apalagi bisa tampil di acara sebesar IDPFest dan disaksikan langsung oleh Menteri Kebudayaan Bapak Fadli Zon serta para pejabat negara,” kata Dica.
Jika Dica menunjukkan energi lewat permainan drum, sang kakak, Madeena, hadir dengan warna berbeda. Bersama Conrad dan Indrasabil, Madeena tampil dalam format trio dan membawakan tiga lagu bernuansa kebangsaan dan personal, yakni Garuda, Dari Sabang Sampai Marauke, dan Sempurnaku.
Penampilan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa panggung IDPFest bukan sekadar ruang bagi para drummer, tetapi juga menjadi tempat bagi generasi muda untuk menunjukkan kemampuan bermusik mereka di hadapan publik dan tokoh-tokoh penting kebudayaan nasional.
Madeena mengaku bersyukur mendapat kesempatan tampil dalam perhelatan yang memasuki usia satu dekade tersebut.
“Bersyukur sekali mendapat kepercayaan tampil di acara sekeren ini. Apalagi penampilannya disaksikan Menteri Kebudayaan, Direktur Perfilman, Musik dan Media Kementerian Kebudayaan dan para pejabat lainnya. Ini menjadi pengalaman yang sangat berarti bagi saya,” ungkap Madeena.
Kehadiran Dica dan Madeena memperlihatkan bahwa regenerasi musik Indonesia terus tumbuh. Di tengah perayaan 10 tahun IDPFest, keduanya menjadi representasi talenta muda yang mulai berani mengambil panggung besar dan bersanding dengan para musisi perkusi dari berbagai generasi dan daerah.*** (Byl)






























