Menu

Mode Gelap
KAI Expo 2026, KCIC Tebar Diskon 20 Persen untuk Group Reservation dan Edutrip Whoosh BMKG-Bakamla Siapkan Integrasi InaWIS-NMSS, Perkuat Maritim Nusantara Adi Bing Slamet Dilantik Ketua Paski Jabar, Dukungan Menteri Kebudayaan Membuatnya Makin Percaya Diri Menhub Dudy: Tingkatkan Kewaspadaan di Wilayah Terdampak Karhutla! Riwayat Bandara AH Nasution dan Jejak Kebijakan di Sekitarnya (Seri 2 dari 2 Tulisan) KAI Commuter Bagikan 2.500 Kopi dan 700 Suvenir di Hari Pelanggan Nasional 2026

SENI BUDAYA

Adi Bing Slamet Dilantik Ketua Paski Jabar, Dukungan Menteri Kebudayaan Membuatnya Makin Percaya Diri

badge-check


 Adi Bing Slamet Dilantik Ketua Paski Jabar,  Dukungan Menteri Kebudayaan Membuatnya Makin Percaya Diri Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA– Persatuan Seniman Komedi Indonesia (PaSKI) Jawa Barat memasuki babak baru. Aktor sekaligus komedian senior Adi Bing Slamet resmi dipercaya memimpin PaSKI Jabar periode 2026–2030. Bukan sekadar meneruskan roda organisasi, Adi membawa misi besar: mengubah PaSKI menjadi rumah para pelawak sekaligus kekuatan baru dalam ekosistem ekonomi kreatif Jawa Barat.

Pelantikan Adi Bing Slamet sebagai Ketua PaSKI Jawa Barat dilakukan pada 27 Agustus 2026oleh Ketua Umum PaSKI Pusat, Jarwo Kwat.

Bagi Adi, jabatan tersebut bukan sebuah kehormatan semata, melainkan amanah yang harus dijawab dengan kerja nyata.

“Alhamdulillah saya dipercaya mengemban amanah teman-teman komedian asal Jawa Barat. Ini tugas yang tidak mudah. Tapi kalau dipikul bareng-bareng, insya Allah bisa berjalan,” kata Adi Bing Slamet.

Adi menyadari, persoalan yang dihadapi para seniman komedi tidak hanya soal panggung dan kesempatan tampil. Ada persoalan regenerasi, kesejahteraan, profesionalisme, pendataan anggota hingga bagaimana organisasi mampu menciptakan peluang ekonomi bagi para anggotanya.

Karena itu, langkah pertama yang akan dilakukan adalah membenahi fondasi organisasi.

Pada periode 2026–2027, PaSKI Jabar akan melakukan konsolidasi, pendataan anggota, memperkuat komunikasi internal, serta menghidupkan kembali aktivitas organisasi di berbagai daerah.

“Dengan konsolidasi, kami akan menimba masalah dari anggota. Setelah mengetahui masalah dan harapan anggota, baru kita rangkum untuk kemudian dilaksanakan,” tegasnya.

Bagi Adi, mendengar suara anggota menjadi kunci. Sebab, organisasi tidak boleh hanya sibuk membuat kegiatan, tetapi harus mampu menjawab persoalan nyata yang dihadapi para seniman komedi.

Dari Panggung ke Ekonomi Kreatif

Setelah fondasi organisasi diperkuat, PaSKI Jabar akan memasuki tahap ekspansi pada 2028–2029.

Jaringan organisasi akan diperluas ke berbagai wilayah Jawa Barat. Produksi karya dan kegiatan komedi akan ditingkatkan, sementara kerja sama dengan pemerintah, swasta, komunitas, industri kreatif hingga berbagai pemangku kepentingan akan diperkuat.

Yang lebih penting, PaSKI Jabar mulai diarahkan menuju kemandirian ekonomi organisasi.

Artinya, pelawak tidak hanya diposisikan sebagai penghibur di atas panggung, tetapi juga sebagai pelaku industri kreatif yang memiliki potensi ekonomi.

Program-program kreatif, produksi pertunjukan, kolaborasi, pelatihan hingga berbagai bentuk usaha kreatif diharapkan dapat membuka ruang pendapatan baru bagi organisasi maupun anggotanya.

Jabar Comedy Center Jadi Target Besar

Ambisi tersebut tidak berhenti pada program kerja tahunan. PaSKI Jabar juga menyiapkan visi jangka panjang yang ditargetkan mulai terlihat pada 2030.

Salah satu gagasan besarnya adalah membangun Jabar Comedy Center. Pusat komedi tersebut diharapkan menjadi ruang berkumpul, belajar, berkarya sekaligus mengembangkan talenta-talenta komedi Jawa Barat.

Tak kalah penting adalah rencana membangun Digital Archive Komedi Jawa Barat. Arsip digital ini diproyeksikan mendokumentasikan perjalanan komedi di Jawa Barat, mulai dari tokoh, karya, komunitas hingga sejarah perkembangan seni komedi.

Gagasan tersebut menjadi penting karena dunia komedi Indonesia memiliki sejarah panjang yang tidak semuanya terdokumentasikan dengan baik.

PaSKI Jabar ingin memastikan para pelawak senior dan karya-karya mereka tidak sekadar menjadi cerita masa lalu, tetapi menjadi bagian dari warisan budaya yang bisa dipelajari generasi berikutnya.

Regenerasi Jadi Harga Mati

Di tengah munculnya berbagai platform digital dan perubahan pola konsumsi hiburan masyarakat, regenerasi menjadi tantangan yang tidak bisa diabaikan.

PaSKI Jabar pun menempatkan lahirnya komedian-komedian baru sebagai salah satu agenda penting.

Generasi muda akan didorong mendapatkan ruang untuk belajar, tampil dan berkembang. Pada saat yang sama, regenerasi kepengurusan juga disiapkan agar organisasi tidak bergantung pada figur tertentu.

Dengan demikian, kepemimpinan Adi Bing Slamet diharapkan menjadi jembatan antara generasi senior dan generasi baru komedian Jawa Barat.

Peta jalan PaSKI Jabar 2026–2030 pun dirumuskan secara sederhana namun ambisius: membangun fondasi, mengembangkan ekosistem, lalu meninggalkan legacy.

Adi: Dukungan Menteri Kebudayaan Bikin Kami Makin Percaya Diri

Dalam menjalankan agenda tersebut, Adi mengaku bersyukur mendapat dukungan dari pemerintah, khususnya Kementerian Kebudayaan.

Ia secara khusus menyampaikan apresiasi kepada Menteri Kebudayaan **Fadli Zon** yang dinilainya memberikan perhatian terhadap keberadaan dan perkembangan para seniman komedi.

“Saya berterima kasih kepada semua pihak, khususnya Kementerian Kebudayaan, dalam hal ini Bapak Fadli Zon selaku Menteri Kebudayaan yang mendukung setiap langkah PaSKI Jabar. Ini membuktikan kalau pemerintah peduli terhadap para pelawak,” ungkapnya.

Dukungan tersebut sekaligus menjadi energi baru bagi PaSKI Jabar untuk membuktikan bahwa komedi bukan sekadar hiburan untuk membuat orang tertawa.

Di balik tawa, ada profesi, kreativitas, sejarah, budaya dan potensi ekonomi yang layak diperjuangkan.

Kini, setelah pelantikan usai, pekerjaan sebenarnya baru dimulai. Adi Bing Slamet dan jajaran PaSKI Jabar ditantang membuktikan bahwa empat tahun ke depan bukan sekadar periode kepengurusan, melainkan momentum untuk membuat komedi Jawa Barat benar-benar naik kelas.*** (Byl)

Baca Lainnya

Yon Bayu dan Kegelisahan Seniman Jakarta terhadap Masa Depan DKJ

4 September 2026 - 10:31 WIB

FKSTIM Persoalkan Pengukuhan 25 Anggota DKJ, Soroti Komposisi dan Proses Seleksi

4 September 2026 - 09:18 WIB

KAI Services Hadir di Mini Soccer U-17, Dorong Generasi Muda Tumbuh Lewat Olahraga

4 September 2026 - 05:12 WIB

Motif Pucuk Ni Jepang Karya Ansar Salihin Resmi Tercatat Hak Cipta Di Kementerian Hukum

2 September 2026 - 21:15 WIB

Eks Bassist Zivilia Gabung The Orion, Formasi Baru Siap Tancap Gas dengan Tiga Single

1 September 2026 - 09:30 WIB

Ada Apa Gerangan? Pemikir Revolusioner Tentang Aceh Berdiskusi dan Berekspresi di Halaman Jeda

31 Agustus 2026 - 08:08 WIB

Indra Adhari Rilis ‘Lima Tahun’ Dimomen HUT RI: September Rilis Single di Label Internasional Malaysia!

31 Agustus 2026 - 02:12 WIB

Sempat Memanas Gegara Lagu, Valdy Nyonk dan Ecko Show Akhirnya Berdamai

30 Agustus 2026 - 13:12 WIB

Gubernur Jateng Mengingatkan DCF 2026 Agar Menjaga Identitas Daerah

30 Agustus 2026 - 09:32 WIB

Aset Master Lagu Diduga Dialihkan Tanpa Izin, Valdy Nyong Somasi Label Ide Timur 

30 Agustus 2026 - 08:50 WIB

Trending di SENI BUDAYA