Wartatrans.com, JAKARTA – Perjalanan The Orion memasuki babak baru. Band asal Madura tersebut kini memiliki amunisi baru setelah Idam, mantan bassist Zivilia, resmi bergabung dan melengkapi formasi bersama Tias (vokal) dan Hilman (gitar).
Kehadiran Idam bukan sekadar menambah personel. Bagi The Orion, bergabungnya bassist berpengalaman itu menjadi momentum untuk kembali menegaskan eksistensi sekaligus memperluas perjalanan musik mereka.

Idam mengaku tertarik memperkuat The Orion setelah melihat kegigihan Tias dalam mempertahankan band dan terus berkarya meski harus melewati berbagai tantangan.
“Saya melihat perjuangan Tias. Sampai dia rela bertahan hidup di Jakarta dengan berjualan nasi goreng. Dari situ saya melihat semangat dan kesungguhannya,” ujar Idam.
Menurut Idam, semangat tersebut menjadi salah satu alasan dirinya mantap bergabung. Ia melihat The Orion bukan sekadar proyek musik, tetapi sebuah band yang dibangun dengan perjuangan dan keyakinan terhadap karya.
Tias pun menyambut kehadiran Idam dengan optimistis. Setelah sempat mengalami bongkar pasang personel, The Orion akhirnya menetapkan tiga nama sebagai formasi inti.
“Sekarang kami menetapkan tiga personel: saya sebagai vokal, Hilman gitar, dan Idam bass. Menurut saya, formasi ini sangat ideal,” kata Tias.
Bukan hanya memperkenalkan wajah baru, The Orion juga langsung tancap gas dengan menyiapkan tiga single sekaligus. Ketiga lagu tersebut adalah “Dedek Jangan Nakal”, “Manisan”, dan “Terang Menunggu”.
Tiga karya anyar itu melanjutkan perjalanan The Orion setelah sebelumnya merilis “Maafkan Aku” dan “Purnama”.
“Maafkan Aku” sendiri menjadi salah satu lagu yang membuka jalan lebih lebar bagi The Orion. Lagu tersebut mendapat perhatian setelah dibawakan ulang oleh sejumlah penyanyi dan kreator konten, di antaranya Endah Ungu dan Indah Yastami. Versi cover tersebut bahkan telah meraih puluhan juta views di berbagai platform digital.
Capaian itu menjadi modal penting bagi The Orion untuk terus melangkah. Tias menyadari perjalanan mereka untuk mencapai popularitas yang lebih besar tidaklah mudah, namun ia memilih untuk tetap optimistis.
“Perjuangan kami memang tidak mudah, tetapi saya yakin The Orion masih punya perjalanan panjang dan suatu saat bisa dikenal lebih luas,” tuturnya.
Kini The Orion berada di bawah naungan Positif Art, management sekaligus label yang sebelumnya menangani sejumlah grup dan musisi populer, seperti Kangen Band, T2, Wali, Hello, hingga Zivilia.
Dengan formasi baru dan tiga single yang segera diperkenalkan, The Orion berharap momentum ini menjadi titik penting untuk memperkuat eksistensi mereka di industri musik Tanah Air.*** (Byl)






























