Menu ✖

Mode Gelap
Sekjen PBB Sambangi Hambalang, Prabowo Bahas Perdamaian Dunia dan Palestina Tarif Terjangkau, 14,16 Juta Pelanggan Manfaatkan KA PSO KAI hingga September 2026 Trafik Kargo IPCC Melonjak 19,57% hingga Kuartal III 2026 ASDP: Kebakaran KMP Batumandi di Sekitar Pulau Merak Besar, Penumpang Selamat ACCADEMI dan Kemenko Polkam Samakan Perspektif Komunikasi Publik di Era Tsunami Informasi Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, Investasi Capai Rp3.923 Triliun dan Serap 5,48 Juta Tenaga Kerja

PERON

Stasiun Karet Ditutup Mulai 1 September, Penumpang KRL Dialihkan ke BNI City

badge-check


 Stasiun Karet Ditutup Mulai 1 September, Penumpang KRL Dialihkan ke BNI City Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – Pengguna KRL atau Commuter Line yang selama ini memanfaatkan Stasiun Karet perlu menyesuaikan perjalanan mulai Selasa (1/9/2026).

KAI Commuter menutup sementara layanan naik dan turun penumpang di Stasiun Karet seiring dimulainya pekerjaan integrasi dengan Stasiun Sudirman Baru atau BNI City.

Direktur Utama KAI Commuter Purnomo Sidi mengatakan, seluruh aktivitas naik dan turun pengguna KRL yang sebelumnya dilakukan di Stasiun Karet akan dialihkan ke Stasiun Sudirman Baru/BNI City selama pekerjaan berlangsung.

“Selama proses pekerjaan tersebut, layanan naik dan turun pengguna Commuter Line dialihkan ke Stasiun Sudirman Baru/BNI City,” ujar Purnomo dalam keterangan resmi yang dikutip Senin (31/8/2026).

Pekerjaan integrasi Stasiun Karet dengan Stasiun BNI City dijadwalkan berlangsung mulai 1 September hingga 31 Desember 2026. Setelah proses pembangunan dan penataan selesai, fasilitas integrasi ditargetkan mulai beroperasi pada awal 2027.

Integrasi tersebut merupakan bagian dari upaya peningkatan layanan Commuter Line Jabodetabek, terutama dalam penataan alur pengguna, penguatan aspek keselamatan operasional, serta pembenahan akses di sekitar stasiun.

Selama masa pekerjaan, pengguna yang sebelumnya beraktivitas di Stasiun Karet akan diarahkan menggunakan akses selasar di sisi stasiun untuk menuju Stasiun BNI City.

KAI Commuter juga telah menyiapkan sejumlah fasilitas pendukung. Gate elektronik, loket, dan hall di sisi barat Stasiun BNI City telah tersedia dan nantinya terhubung dengan akses dari arah Karet.

Dari sisi perjalanan kereta, tidak terdapat perubahan pada jumlah perjalanan Commuter Line Cikarang. Saat ini terdapat 264 perjalanan Commuter Line dari dan menuju lintas Kampung Bandan/Cikarang yang melewati kawasan Stasiun Karet dan Stasiun Sudirman Baru/BNI City.

Dengan integrasi tersebut, perubahan hanya terjadi pada lokasi naik dan turun pengguna yang sebelumnya berada di Stasiun Karet dan selanjutnya dilayani melalui Stasiun Sudirman Baru/BNI City.

Adapun layanan Commuter Line Bandara Soekarno-Hatta atau Basoetta di Stasiun BNI City tetap berjalan seperti biasa. Tidak ada perubahan pada pola layanan naik dan turun penumpang KA Bandara selama pekerjaan integrasi berlangsung.

Data KAI Commuter menunjukkan Stasiun Karet mencatat 2,17 juta pengguna yang naik dan 2,12 juta pengguna yang turun sepanjang Januari-Juli 2026. Sementara Stasiun BNI City atau Sudirman Baru melayani 940.478 pengguna yang naik dan 662.808 pengguna yang turun pada periode yang sama.

Jika digabungkan, kedua stasiun tersebut mencatat sekitar 5,90 juta aktivitas naik dan turun pengguna Commuter Line Jabodetabek sepanjang Januari-Juli 2026.

Stasiun Karet Disiapkan Jadi Selasar Penghubung

Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI Bobby Rasyidin sebelumnya menjelaskan, bangunan Stasiun Karet ke depan tidak sepenuhnya hilang dari fungsi kawasan. Bangunan tersebut akan ditata menjadi concourse atau selasar yang menghubungkan kawasan Karet dengan Stasiun BNI City.

Untuk memudahkan perpindahan pengguna, KAI menyiapkan travelator di dalam bangunan tersebut. Selasar menuju BNI City juga direncanakan dibuat tertutup dan dilengkapi pendingin udara sehingga pengguna tidak perlu berjalan jauh dalam kondisi terbuka.

“Kami akan bikin selasar, ojol nanti masuk ke dalam. Penumpang bisa tap in dari Karet dan pakai travelator ke BNI City. Masih komplain, panas, Pak. Saya tutup travelatornya pakai AC. Komplain apalagi coba?” tutur Bobby.

Selain pembangunan selasar dan travelator, akses menuju kawasan BNI City juga akan didukung rencana pembangunan jembatan penyeberangan orang (JPO) yang menghubungkan kawasan seberang Hotel Shangri-La dengan Stasiun BNI City.

Pembangunan JPO tersebut masih dalam proses Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Fasilitas ini diharapkan dapat memperpendek akses masyarakat menuju stasiun tanpa harus berjalan memutar.

KAI Commuter menyatakan pekerjaan integrasi dilakukan dengan mengedepankan aspek keselamatan dan kehati-hatian, mengingat kawasan Stasiun Karet selama ini menjadi bagian dari aktivitas harian pengguna transportasi publik dan masyarakat sekitar.

Dengan integrasi tersebut, Stasiun BNI City nantinya diharapkan mampu mengambil peran lebih besar sebagai simpul perjalanan Commuter Line sekaligus memperkuat konektivitas dengan moda transportasi publik lainnya di kawasan Jakarta.(fahmi)

 

Baca Lainnya

Tarif Terjangkau, 14,16 Juta Pelanggan Manfaatkan KA PSO KAI hingga September 2026

20 Oktober 2026 - 18:10 WIB

KAI Divre III Palembang Amankan 52 Barang Tertinggal, Nilainya Tembus Rp133 Juta

20 Oktober 2026 - 16:46 WIB

Jelang Musim Tanam, Angkutan Pupuk KAI Meningkat 31,47 Persen

20 Oktober 2026 - 10:43 WIB

Satu KRL INKA Kembali Beroperasi di Lintas Bogor

20 Oktober 2026 - 10:36 WIB

KAI Catat Jutaan Perjalanan Antarkota, Rute Gambir-Yogyakarta Tembus 1 Juta

19 Oktober 2026 - 19:32 WIB

Penumpang Stasiun Sukabumi Naik 7 Persen, Tembus 613 Ribu pada 2026

19 Oktober 2026 - 17:29 WIB

Tiga Kereta Api Andalan Priangan Makin Diminati, Layani 1,1 Juta Pelanggan

19 Oktober 2026 - 17:16 WIB

Warteg on Train Hadir di KA Batavia, Penumpang Kini Bisa Pilih Lauk Favorit di Kereta

19 Oktober 2026 - 15:21 WIB

KAI Hubungkan Kota-Kota Kuliner Nusantara, Tiga KA Catat 2,11 Juta Pelanggan

19 Oktober 2026 - 14:39 WIB

Dua Rangkaian KRL INKA Masih Diperbaiki, 7 Perjalanan Bogor Dibatalkan

19 Oktober 2026 - 04:15 WIB

Trending di PERON