Wartatrans.com, JAKARTA – Proses integrasi Stasiun Karet dengan Stasiun BNI City mulai dikerjakan pada 1 September 2026 sebagai bagian dari upaya memperkuat konektivitas transportasi publik di kawasan pusat Jakarta.
Penataan ini diarahkan untuk memudahkan perpindahan pengguna Commuter Line dengan berbagai moda transportasi yang telah terhubung di kawasan tersebut.

KAI Commuter bersama PT Kereta Api Indonesia (Persero) menyiapkan integrasi kedua stasiun tersebut untuk mendukung terbentuknya simpul transportasi perkotaan yang lebih terintegrasi.
VP Corporate Secretary KAI Commuter Karina Amanda mengatakan, pengembangan kawasan stasiun menjadi bagian dari transformasi fungsi stasiun yang tidak lagi hanya sebagai tempat naik dan turun penumpang, tetapi juga sebagai bagian dari ekosistem mobilitas perkotaan.
“KAI Commuter terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan layanan transportasi publik perkotaan yang terintegrasi. Stasiun tidak lagi sekadar tempat naik-turun pengguna Commuter Line, tetapi menjadi simpul ekosistem mobilitas dan kota terintegrasi,” ujar Karina.
Integrasi Stasiun Karet-BNI City juga memiliki posisi strategis karena kawasan tersebut telah terhubung dengan sejumlah layanan transportasi publik. Pengguna dapat mengakses KA Bandara Soekarno-Hatta atau KA Basoetta, MRT Jakarta, LRT Jabodebek, serta TransJakarta.
Dengan konektivitas tersebut, pengembangan integrasi diharapkan dapat memperlancar perpindahan penumpang antarmoda sekaligus meningkatkan akses masyarakat menuju berbagai pusat kegiatan di kawasan Jakarta.
Penguatan integrasi tersebut dilakukan seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan transportasi publik. Hingga Juli 2026, KAI Commuter mencatat telah melayani 242.932.764 pengguna di seluruh wilayah operasionalnya.
Wilayah Jabodetabek menjadi kontributor terbesar dengan sekitar 210,46 juta perjalanan atau 86,6 persen dari total pengguna Commuter Line.
Karina mengatakan tingginya angka perjalanan di Jabodetabek menunjukkan peran Commuter Line yang semakin penting dalam menopang mobilitas masyarakat di kawasan aglomerasi ibu kota.
“Ini membuktikan bahwa jaringan Commuter Line Jabodetabek sudah menjadi urat nadi utama mobilitas masyarakat di kawasan aglomerasi ibu kota,” katanya.
Selain integrasi Stasiun Karet-BNI City, KAI Commuter bersama KAI Group juga terus meningkatkan kapasitas dan fasilitas stasiun untuk menyesuaikan pertumbuhan pengguna. Salah satunya dilakukan melalui peningkatan panjang peron Stasiun Bogor yang kini telah dapat melayani rangkaian Commuter Line dengan formasi 12 kereta atau SF12.
Pengembangan tersebut menjadi bagian dari strategi KAI Group dalam membangun transportasi publik yang saling terhubung, baik melalui integrasi antarmoda maupun penataan kawasan berbasis Transit-Oriented Development (TOD).
Melalui penguatan simpul transportasi dan integrasi antarmoda, KAI Commuter menargetkan perjalanan masyarakat di kawasan perkotaan dapat berlangsung lebih mudah, efisien, nyaman, dan terjangkau.(fahmi)



