Menu ✖

Mode Gelap
Kereta Api Terhubung dengan LRT, BRT hingga Bandara, Ini Data Pelanggan KAI Group Little Harbour, Dermaga Aman bagi Anak dan Ruang Tenang bagi Orang Tua di Pelindo Regional 2 Suasana Panas Terjadi Saat Pembacaan Vonis Bupati Pati Non Aktif Sudewo Setelah Vakum Sejak 2010, Dewan Kesenian Aceh Tengah Diupayakan Aktif Kembali Wujudkan Pelabuhan Bersih dan Bebas Pungli, IPC TPK Bersama Mitra Operasional Deklarasikan Komitmen Bersama Kemenhub dan TNI AD Kerja Sama Pemanfaatan Aset Negara di Bandara Kalimarau

PERON

Pengguna Capai 242,9 Juta, KAI Commuter Perkuat Integrasi Stasiun dan Antarmoda

badge-check


 Pengguna Capai 242,9 Juta, KAI Commuter Perkuat Integrasi Stasiun dan Antarmoda Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – KAI Commuter terus mengembangkan peran stasiun dari sekadar tempat naik dan turun penumpang menjadi simpul mobilitas perkotaan yang terintegrasi dengan berbagai moda transportasi dan aktivitas kawasan. Pengembangan tersebut dilakukan seiring meningkatnya jumlah pengguna Commuter Line di berbagai wilayah Indonesia.

VP Corporate Secretary KAI Commuter Karina Amanda mengatakan, transformasi stasiun menjadi bagian dari ekosistem mobilitas dan kota terintegrasi didukung oleh tingginya kebutuhan masyarakat terhadap transportasi publik perkotaan.

“Sepanjang 2026, per Juli lalu Commuter Line berhasil melayani 242.932.764 orang di seluruh wilayah operasinya. Jadi, stasiun pun sudah menjadi tempat yang memiliki peran lebih luas bagi pengguna transportasi ini,” kata Karina, Senin (31/8/2026).

Menurut dia, tingginya volume perjalanan tersebut menunjukkan stasiun memiliki fungsi yang semakin luas dalam mendukung mobilitas masyarakat, terutama di kawasan perkotaan dan aglomerasi.

Dari jumlah tersebut, wilayah Jabodetabek menjadi penyumbang terbesar dengan sekitar 210,46 juta perjalanan atau 86,6 persen dari total pengguna Commuter Line.

“Ini membuktikan bahwa jaringan Commuter Line Jabodetabek sudah menjadi urat nadi utama mobilitas masyarakat di kawasan aglomerasi ibu kota,” ujarnya.

Selain Jabodetabek, penggunaan layanan Commuter Line juga tercatat cukup tinggi di sejumlah wilayah lain. Commuter Line Bandara Soekarno-Hatta melayani sekitar 1,39 juta pengguna, Commuter Line Merak 2,83 juta orang, wilayah Bandung 11,87 juta orang, Yogyakarta 6,32 juta orang, serta wilayah Surabaya sekitar 10 juta orang.

Sementara itu, layanan Kereta Petani dan Pedagang lintas Rangkasbitung-Merak yang menghubungkan kawasan permukiman dengan sentra produksi, pasar tradisional, dan pusat kegiatan ekonomi di Banten telah digunakan 31.884 orang sepanjang 2026.

Karina menilai keberadaan transportasi publik dengan tarif terjangkau turut memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat. Penghematan biaya perjalanan dapat mengurangi beban pengeluaran masyarakat maupun pelaku usaha.

“Dengan tarif yang terjangkau tentunya penghematan biaya perjalanan dapat memberikan dampak langsung terhadap dunia usaha dan juga masyarakat pengguna Commuter Line,” katanya.

Menurut Karina, penghematan biaya transportasi tersebut dapat dialihkan untuk berbagai kebutuhan lain, seperti pembelian bahan baku, penambahan modal usaha, menjaga kualitas produk, maupun memenuhi kebutuhan keluarga.

Peningkatan kebutuhan mobilitas masyarakat juga sejalan dengan kondisi kawasan metropolitan Indonesia. Analisis Badan Pusat Statistik (BPS) 2025 menunjukkan kawasan metropolitan masih didominasi penduduk usia produktif dengan intensitas perjalanan harian yang tinggi, terutama untuk menuju pusat ekonomi, pendidikan, dan layanan publik.

Jabodetabek, Bandung Raya, Yogyakarta, dan Surabaya menjadi sejumlah kawasan dengan arus komuter yang tinggi sehingga membutuhkan layanan transportasi publik berkapasitas besar, terjadwal, dan saling terhubung.

Seiring pertumbuhan tersebut, KAI Group bersama KAI Commuter terus mendorong peningkatan kualitas layanan, kenyamanan perjalanan, serta integrasi antarmoda. Salah satu pengembangannya dilakukan melalui penataan stasiun strategis dan kawasan berbasis Transit-Oriented Development (TOD).

Terbaru, proses pekerjaan integrasi Stasiun Karet dengan Stasiun BNI City mulai dikembangkan pada 1 September 2026. Kawasan tersebut juga telah memiliki konektivitas dengan sejumlah moda transportasi, antara lain KA Bandara Soekarno-Hatta (Basoetta), MRT Jakarta, LRT Jabodebek, dan TransJakarta.

Penguatan kapasitas infrastruktur stasiun juga terus dilakukan. Salah satunya melalui peningkatan panjang peron Stasiun Bogor yang kini telah dapat digunakan untuk melayani rangkaian Commuter Line dengan formasi 12 kereta atau SF12.

KAI Commuter menyatakan pengembangan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun sistem transportasi perkotaan yang tidak hanya mengutamakan kapasitas angkutan, tetapi juga kemudahan perpindahan antarmoda dan aksesibilitas kawasan.

Dengan penguatan layanan dan integrasi tersebut, KAI Commuter terus memperluas kontribusinya dalam membangun sistem mobilitas perkotaan yang efisien, terjangkau, nyaman, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat di berbagai kota di Indonesia.(fahmi)

 

 

Baca Lainnya

Kereta Api Terhubung dengan LRT, BRT hingga Bandara, Ini Data Pelanggan KAI Group

21 Oktober 2026 - 23:26 WIB

Sebaran Angkutan Barang KAI di Jawa dan Sumatra Tembus 9,15 Juta Ton

21 Oktober 2026 - 11:19 WIB

3 Tahun Beroperasi, Whoosh Kini Sepenuhnya Ditangani SDM Indonesia melalui Keberhasilan Transfer Pengetahuan

21 Oktober 2026 - 11:16 WIB

KAI Services Buka Pendaftaran Pelatihan Satpam Gada Pratama hingga 25 Oktober 2026

21 Oktober 2026 - 11:12 WIB

Tarif Terjangkau, 14,16 Juta Pelanggan Manfaatkan KA PSO KAI hingga September 2026

20 Oktober 2026 - 18:10 WIB

KAI Divre III Palembang Amankan 52 Barang Tertinggal, Nilainya Tembus Rp133 Juta

20 Oktober 2026 - 16:46 WIB

Jelang Musim Tanam, Angkutan Pupuk KAI Meningkat 31,47 Persen

20 Oktober 2026 - 10:43 WIB

Satu KRL INKA Kembali Beroperasi di Lintas Bogor

20 Oktober 2026 - 10:36 WIB

KAI Catat Jutaan Perjalanan Antarkota, Rute Gambir-Yogyakarta Tembus 1 Juta

19 Oktober 2026 - 19:32 WIB

Penumpang Stasiun Sukabumi Naik 7 Persen, Tembus 613 Ribu pada 2026

19 Oktober 2026 - 17:29 WIB

Trending di PERON