Menu

Mode Gelap
KKP Tangkap Kapal Pencuri Ikan Filipina, 25 Rumpon Ilegal Ditertibkan di Maluku Utara KAI Commuter Tambah 13 Perjalanan KRL Lintas Bogor, Operasional Kembali Normal InJourney Tegaskan Komitmen Optimalisasi Layanan Kesiapsiagaan di Seluruh Bandara InJourney Airports Penutupan Bandara Wunopito NTT Diperpanjang hingga Besok Pukul 07.00 WITA Cuaca Aceh Tengah Perlu Diwaspadai, Masyarakat Diminta Antisipasi Hujan Lebat TPA Aisyiyah Jayan, Adakan Acara Maulid Nabi, Cahaya Kelahiran Sang Penghulu Semesta

PERON

Pengguna Capai 242,9 Juta, KAI Commuter Perkuat Integrasi Stasiun dan Antarmoda

badge-check


 Pengguna Capai 242,9 Juta, KAI Commuter Perkuat Integrasi Stasiun dan Antarmoda Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – KAI Commuter terus mengembangkan peran stasiun dari sekadar tempat naik dan turun penumpang menjadi simpul mobilitas perkotaan yang terintegrasi dengan berbagai moda transportasi dan aktivitas kawasan. Pengembangan tersebut dilakukan seiring meningkatnya jumlah pengguna Commuter Line di berbagai wilayah Indonesia.

VP Corporate Secretary KAI Commuter Karina Amanda mengatakan, transformasi stasiun menjadi bagian dari ekosistem mobilitas dan kota terintegrasi didukung oleh tingginya kebutuhan masyarakat terhadap transportasi publik perkotaan.

“Sepanjang 2026, per Juli lalu Commuter Line berhasil melayani 242.932.764 orang di seluruh wilayah operasinya. Jadi, stasiun pun sudah menjadi tempat yang memiliki peran lebih luas bagi pengguna transportasi ini,” kata Karina, Senin (31/8/2026).

Menurut dia, tingginya volume perjalanan tersebut menunjukkan stasiun memiliki fungsi yang semakin luas dalam mendukung mobilitas masyarakat, terutama di kawasan perkotaan dan aglomerasi.

Dari jumlah tersebut, wilayah Jabodetabek menjadi penyumbang terbesar dengan sekitar 210,46 juta perjalanan atau 86,6 persen dari total pengguna Commuter Line.

“Ini membuktikan bahwa jaringan Commuter Line Jabodetabek sudah menjadi urat nadi utama mobilitas masyarakat di kawasan aglomerasi ibu kota,” ujarnya.

Selain Jabodetabek, penggunaan layanan Commuter Line juga tercatat cukup tinggi di sejumlah wilayah lain. Commuter Line Bandara Soekarno-Hatta melayani sekitar 1,39 juta pengguna, Commuter Line Merak 2,83 juta orang, wilayah Bandung 11,87 juta orang, Yogyakarta 6,32 juta orang, serta wilayah Surabaya sekitar 10 juta orang.

Sementara itu, layanan Kereta Petani dan Pedagang lintas Rangkasbitung-Merak yang menghubungkan kawasan permukiman dengan sentra produksi, pasar tradisional, dan pusat kegiatan ekonomi di Banten telah digunakan 31.884 orang sepanjang 2026.

Karina menilai keberadaan transportasi publik dengan tarif terjangkau turut memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat. Penghematan biaya perjalanan dapat mengurangi beban pengeluaran masyarakat maupun pelaku usaha.

“Dengan tarif yang terjangkau tentunya penghematan biaya perjalanan dapat memberikan dampak langsung terhadap dunia usaha dan juga masyarakat pengguna Commuter Line,” katanya.

Menurut Karina, penghematan biaya transportasi tersebut dapat dialihkan untuk berbagai kebutuhan lain, seperti pembelian bahan baku, penambahan modal usaha, menjaga kualitas produk, maupun memenuhi kebutuhan keluarga.

Peningkatan kebutuhan mobilitas masyarakat juga sejalan dengan kondisi kawasan metropolitan Indonesia. Analisis Badan Pusat Statistik (BPS) 2025 menunjukkan kawasan metropolitan masih didominasi penduduk usia produktif dengan intensitas perjalanan harian yang tinggi, terutama untuk menuju pusat ekonomi, pendidikan, dan layanan publik.

Jabodetabek, Bandung Raya, Yogyakarta, dan Surabaya menjadi sejumlah kawasan dengan arus komuter yang tinggi sehingga membutuhkan layanan transportasi publik berkapasitas besar, terjadwal, dan saling terhubung.

Seiring pertumbuhan tersebut, KAI Group bersama KAI Commuter terus mendorong peningkatan kualitas layanan, kenyamanan perjalanan, serta integrasi antarmoda. Salah satu pengembangannya dilakukan melalui penataan stasiun strategis dan kawasan berbasis Transit-Oriented Development (TOD).

Terbaru, proses pekerjaan integrasi Stasiun Karet dengan Stasiun BNI City mulai dikembangkan pada 1 September 2026. Kawasan tersebut juga telah memiliki konektivitas dengan sejumlah moda transportasi, antara lain KA Bandara Soekarno-Hatta (Basoetta), MRT Jakarta, LRT Jabodebek, dan TransJakarta.

Penguatan kapasitas infrastruktur stasiun juga terus dilakukan. Salah satunya melalui peningkatan panjang peron Stasiun Bogor yang kini telah dapat digunakan untuk melayani rangkaian Commuter Line dengan formasi 12 kereta atau SF12.

KAI Commuter menyatakan pengembangan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun sistem transportasi perkotaan yang tidak hanya mengutamakan kapasitas angkutan, tetapi juga kemudahan perpindahan antarmoda dan aksesibilitas kawasan.

Dengan penguatan layanan dan integrasi tersebut, KAI Commuter terus memperluas kontribusinya dalam membangun sistem mobilitas perkotaan yang efisien, terjangkau, nyaman, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat di berbagai kota di Indonesia.(fahmi)

 

 

Baca Lainnya

KAI Commuter Tambah 13 Perjalanan KRL Lintas Bogor, Operasional Kembali Normal

10 September 2026 - 10:29 WIB

Whoosh Tetap Melaju di Tengah Erupsi Anak Krakatau, Ini Langkah Pengamanan KCIC

10 September 2026 - 07:15 WIB

Aktivitas Pelanggan Stasiun Ketapang Tembus 553 Ribu, Naik 8,5 Persen hingga Agustus 2026

10 September 2026 - 06:08 WIB

KAI Services Dukung Penataan Stasiun Bogor, Fokus pada Parkir hingga Keamanan

10 September 2026 - 05:26 WIB

Angkutan Perkebunan KAI Tembus 683.214 Ton, Tumbuh 91,77 Persen hingga Agustus 2026

9 September 2026 - 23:10 WIB

Subsidi TransJakarta dan MRT Diusulkan Tambah Rp934 Miliar

9 September 2026 - 19:08 WIB

Menelusuri Jejak Kereta Api Masa Lalu lewat KAI Explore Kedungjati–Tuntang

9 September 2026 - 13:54 WIB

Pengguna Stasiun Sudirman Baru Naik 300 Persen Usai Pengalihan Layanan dari Stasiun Karet

9 September 2026 - 13:46 WIB

Dinkes Kabupaten Bogor Buka Tiga Posko Kesehatan, Tangani Dampak Asap Kebakaran TPA Galuga

8 September 2026 - 17:49 WIB

KAI Services Perpanjang Kerja Sama dengan Keraton Yogyakarta Kelola Loko Cafe Malioboro

8 September 2026 - 14:45 WIB

Trending di PERON