Menu

Mode Gelap
Stasiun Karet Ditutup Mulai 1 September, Penumpang KRL Dialihkan ke BNI City TPK Koja Pastikan Kelancaran Operasional dan Pelayanan Terminal Tetap Terjaga Kapal Perintis: Primadona Transportasi di Indonesia Timur KAI Commuter Integrasikan Stasiun Karet-BNI City mulai 1 September Pengguna Capai 242,9 Juta, KAI Commuter Perkuat Integrasi Stasiun dan Antarmoda Pelayanan dengan Hati Bawa Prama KAI Services Iwan Kurniawan Raih SPARK Agustus 2026

PERON

Pengguna Capai 242,9 Juta, KAI Commuter Perkuat Integrasi Stasiun dan Antarmoda

badge-check


 Pengguna Capai 242,9 Juta, KAI Commuter Perkuat Integrasi Stasiun dan Antarmoda Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – KAI Commuter terus mengembangkan peran stasiun dari sekadar tempat naik dan turun penumpang menjadi simpul mobilitas perkotaan yang terintegrasi dengan berbagai moda transportasi dan aktivitas kawasan. Pengembangan tersebut dilakukan seiring meningkatnya jumlah pengguna Commuter Line di berbagai wilayah Indonesia.

VP Corporate Secretary KAI Commuter Karina Amanda mengatakan, transformasi stasiun menjadi bagian dari ekosistem mobilitas dan kota terintegrasi didukung oleh tingginya kebutuhan masyarakat terhadap transportasi publik perkotaan.

“Sepanjang 2026, per Juli lalu Commuter Line berhasil melayani 242.932.764 orang di seluruh wilayah operasinya. Jadi, stasiun pun sudah menjadi tempat yang memiliki peran lebih luas bagi pengguna transportasi ini,” kata Karina, Senin (31/8/2026).

Menurut dia, tingginya volume perjalanan tersebut menunjukkan stasiun memiliki fungsi yang semakin luas dalam mendukung mobilitas masyarakat, terutama di kawasan perkotaan dan aglomerasi.

Dari jumlah tersebut, wilayah Jabodetabek menjadi penyumbang terbesar dengan sekitar 210,46 juta perjalanan atau 86,6 persen dari total pengguna Commuter Line.

“Ini membuktikan bahwa jaringan Commuter Line Jabodetabek sudah menjadi urat nadi utama mobilitas masyarakat di kawasan aglomerasi ibu kota,” ujarnya.

Selain Jabodetabek, penggunaan layanan Commuter Line juga tercatat cukup tinggi di sejumlah wilayah lain. Commuter Line Bandara Soekarno-Hatta melayani sekitar 1,39 juta pengguna, Commuter Line Merak 2,83 juta orang, wilayah Bandung 11,87 juta orang, Yogyakarta 6,32 juta orang, serta wilayah Surabaya sekitar 10 juta orang.

Sementara itu, layanan Kereta Petani dan Pedagang lintas Rangkasbitung-Merak yang menghubungkan kawasan permukiman dengan sentra produksi, pasar tradisional, dan pusat kegiatan ekonomi di Banten telah digunakan 31.884 orang sepanjang 2026.

Karina menilai keberadaan transportasi publik dengan tarif terjangkau turut memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat. Penghematan biaya perjalanan dapat mengurangi beban pengeluaran masyarakat maupun pelaku usaha.

“Dengan tarif yang terjangkau tentunya penghematan biaya perjalanan dapat memberikan dampak langsung terhadap dunia usaha dan juga masyarakat pengguna Commuter Line,” katanya.

Menurut Karina, penghematan biaya transportasi tersebut dapat dialihkan untuk berbagai kebutuhan lain, seperti pembelian bahan baku, penambahan modal usaha, menjaga kualitas produk, maupun memenuhi kebutuhan keluarga.

Peningkatan kebutuhan mobilitas masyarakat juga sejalan dengan kondisi kawasan metropolitan Indonesia. Analisis Badan Pusat Statistik (BPS) 2025 menunjukkan kawasan metropolitan masih didominasi penduduk usia produktif dengan intensitas perjalanan harian yang tinggi, terutama untuk menuju pusat ekonomi, pendidikan, dan layanan publik.

Jabodetabek, Bandung Raya, Yogyakarta, dan Surabaya menjadi sejumlah kawasan dengan arus komuter yang tinggi sehingga membutuhkan layanan transportasi publik berkapasitas besar, terjadwal, dan saling terhubung.

Seiring pertumbuhan tersebut, KAI Group bersama KAI Commuter terus mendorong peningkatan kualitas layanan, kenyamanan perjalanan, serta integrasi antarmoda. Salah satu pengembangannya dilakukan melalui penataan stasiun strategis dan kawasan berbasis Transit-Oriented Development (TOD).

Terbaru, proses pekerjaan integrasi Stasiun Karet dengan Stasiun BNI City mulai dikembangkan pada 1 September 2026. Kawasan tersebut juga telah memiliki konektivitas dengan sejumlah moda transportasi, antara lain KA Bandara Soekarno-Hatta (Basoetta), MRT Jakarta, LRT Jabodebek, dan TransJakarta.

Penguatan kapasitas infrastruktur stasiun juga terus dilakukan. Salah satunya melalui peningkatan panjang peron Stasiun Bogor yang kini telah dapat digunakan untuk melayani rangkaian Commuter Line dengan formasi 12 kereta atau SF12.

KAI Commuter menyatakan pengembangan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun sistem transportasi perkotaan yang tidak hanya mengutamakan kapasitas angkutan, tetapi juga kemudahan perpindahan antarmoda dan aksesibilitas kawasan.

Dengan penguatan layanan dan integrasi tersebut, KAI Commuter terus memperluas kontribusinya dalam membangun sistem mobilitas perkotaan yang efisien, terjangkau, nyaman, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat di berbagai kota di Indonesia.(fahmi)

 

 

Baca Lainnya

Stasiun Karet Ditutup Mulai 1 September, Penumpang KRL Dialihkan ke BNI City

31 Agustus 2026 - 21:44 WIB

KAI Commuter Integrasikan Stasiun Karet-BNI City mulai 1 September

31 Agustus 2026 - 20:48 WIB

Pelayanan dengan Hati Bawa Prama KAI Services Iwan Kurniawan Raih SPARK Agustus 2026

31 Agustus 2026 - 20:11 WIB

KAI Perkuat Safety at Scale di Tengah Pertumbuhan Pelanggan 8,32 Persen

30 Agustus 2026 - 21:46 WIB

KAI Percepat Peningkatan Keselamatan Perlintasan Sebidang, 145 Titik Sudah Terealisasi

29 Agustus 2026 - 17:59 WIB

Stasiun Karet dan BNI City Mulai Diintegrasikan, Layanan Penumpang KRL Dialihkan

29 Agustus 2026 - 16:46 WIB

KAI Siapkan Transformasi Menuju World-Class Railway Operator 2030

29 Agustus 2026 - 14:40 WIB

KAI Siapkan Transformasi Stasiun Gambir Jadi Hub Transportasi Terintegrasi

28 Agustus 2026 - 21:41 WIB

Pelindo Regional 2 Banten Perkuat Kolaborasi dengan Pengguna Jasa melalui Voice of Customer

28 Agustus 2026 - 20:11 WIB

Tiga Tahun Beroperasi, LRT Jabodebek Layani 75,9 Juta Pelanggan dan Perkuat Mobilitas Perkotaan

28 Agustus 2026 - 17:00 WIB

Trending di PERON