Menu

Mode Gelap
KAI Siapkan Transformasi Stasiun Gambir Jadi Hub Transportasi Terintegrasi PNM Tak Hanya Dampingi Usaha, Harapan Pendidikan Anak Nasabah Ikut Dijaga Radio Rimba Raya Resmi Ditetapkan Sebagai Situs Cagar Budaya Keselamatan Muatan Kapal Diperkuat, Kemenhub Siapkan Pelaksanaan CIC 2026 Bhayangkari dan Polwan Peduli, Korban Kebakaran Muara Angke, Salurkan Ratusan Paket Bantuan Kunjungi Green Port Terminal Teluk Lamong, Kemenhub Apresiasi Komitmen TTL Wujudkan Net Zero Emission 2060

PERON

KAI Siapkan Transformasi Stasiun Gambir Jadi Hub Transportasi Terintegrasi

badge-check


 KAI Siapkan Transformasi Stasiun Gambir Jadi Hub Transportasi Terintegrasi Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI menyiapkan transformasi Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, untuk memperkuat konektivitas transportasi publik sekaligus meningkatkan fungsi stasiun sebagai pintu gerbang perjalanan kereta api jarak jauh.

Pengembangan tersebut dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan posisi Gambir yang berada di kawasan strategis ibu kota. Stasiun ini berdekatan dengan Monumen Nasional (Monas), pusat pemerintahan, kawasan perkantoran, hotel, hingga berbagai ruang publik.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, pengembangan Stasiun Gambir tidak hanya berorientasi pada peningkatan fasilitas perkeretaapian, tetapi juga diarahkan untuk membangun konektivitas dengan berbagai moda transportasi dan aktivitas perkotaan.

“Gambir memiliki peran strategis dalam ekosistem transportasi Jakarta. Pengembangannya diarahkan untuk memperkuat fungsi Gambir sebagai gerbang perjalanan KA Jarak Jauh sekaligus mendukung konektivitas masyarakat menuju pusat aktivitas Jakarta,” ujar Anne.

Hampir 3,9 Juta Pelanggan

Besarnya aktivitas perjalanan di Stasiun Gambir tercermin dari jumlah pelanggan yang dilayani. Sepanjang Januari hingga Juli 2026, tercatat 3.871.579 pelanggan menggunakan stasiun tersebut.

Jumlah itu terdiri atas 1.990.205 pelanggan yang berangkat dan 1.881.374 pelanggan yang tiba di Gambir. Angka tersebut memperlihatkan posisi Gambir sebagai salah satu simpul utama perjalanan KA Jarak Jauh di Jakarta.

KAI melalui kajian pengembangan New Gambir mengarahkan transformasi stasiun menjadi pusat pengalaman perjalanan yang memadukan fungsi mobilitas dengan aspek hospitality, leisure, dan pengembangan nilai tambah kawasan.

Konsep tersebut menempatkan Gambir sebagai bagian dari hub interkoneksi yang dapat menghubungkan perjalanan KA Jarak Jauh dengan KRL, MRT, BRT, serta kawasan Monas.

Anne mengatakan, pengembangan Gambir juga perlu ditempatkan dalam konteks penguatan jaringan transportasi publik Jabodetabek secara keseluruhan.

“KAI melihat setiap stasiun memiliki peran masing-masing dalam satu sistem transportasi. Manggarai berperan sebagai pusat perpindahan antarlintas, sementara Gambir dikembangkan sebagai gerbang KA Jarak Jauh di pusat Jakarta serta bagian dari penguatan akses menuju kawasan strategis,” katanya.

Peluang Layanan Commuter Line

Saat ini, Stasiun Gambir melayani 34 perjalanan KA reguler setiap hari dengan sekitar 78 aktivitas pemberhentian untuk proses naik dan turun pelanggan KA Jarak Jauh.

Di kawasan tersebut juga terdapat jalur layang yang digunakan perjalanan Commuter Line pada lintas Jakarta Kota–Bogor dan Jakarta Kota–Nambo.

Meski demikian, KAI menegaskan perjalanan Commuter Line yang melintas di kawasan Gambir saat ini belum melayani naik dan turun penumpang di Stasiun Gambir.

Wacana pengembangan layanan Commuter Line di stasiun tersebut masih membutuhkan kajian dan persiapan secara menyeluruh. Sejumlah aspek yang harus diperhitungkan antara lain kesiapan infrastruktur, kapasitas lintas, sistem operasi, keselamatan, serta koordinasi dengan regulator.

“Apabila layanan Commuter Line di Gambir dikembangkan, maka berbagai aspek harus dipersiapkan secara menyeluruh, mulai dari fasilitas pelayanan pelanggan, kesiapan peron, alur perpindahan, kapasitas lintas, kelistrikan, persinyalan, hingga pola operasi. Keselamatan dan keandalan perjalanan tetap menjadi prioritas utama,” ujar Anne.

Mobilitas KRL Terus Tumbuh

Kebutuhan integrasi transportasi di kawasan Gambir semakin penting seiring pertumbuhan mobilitas masyarakat Jabodetabek.

Data KAI mencatat perjalanan KRL Jabodetabek meningkat dari 217.964.892 perjalanan pada 2022 menjadi 344.621.825 perjalanan pada 2025. Dengan demikian, terjadi tambahan 126.656.933 perjalanan atau tumbuh 58,11 persen dalam kurun tiga tahun.

Salah satu lintas dengan tingkat mobilitas tinggi adalah Bogor Line. Pada 2025, lintas tersebut melayani 153.538.393 perjalanan atau menyumbang 44,55 persen dari total perjalanan KRL Jabodetabek.

Bogor Line juga melintasi kawasan Gambir, tetapi hingga kini belum melayani naik dan turun pelanggan di Stasiun Gambir.

“Pertumbuhan perjalanan KRL menunjukkan kebutuhan masyarakat terhadap konektivitas menuju pusat Jakarta terus meningkat. Karena itu, kesiapan Gambir perlu dilihat sebagai bagian dari pengembangan sistem transportasi yang terintegrasi, termasuk apabila ke depan terdapat pengembangan layanan Commuter Line di stasiun ini,” jelas Anne.

KAI menyatakan transformasi Gambir menjadi bagian dari agenda penguatan transportasi publik Jabodetabek. Melalui konsep New Gambir, pembenahan stasiun diarahkan untuk meningkatkan kapasitas transportasi kawasan sekaligus mendukung konektivitas antarwilayah dan modernisasi simpul transportasi strategis.

Pengembangan tersebut diharapkan membuat Stasiun Gambir semakin mampu menjawab kebutuhan masyarakat, baik sebagai titik keberangkatan dan kedatangan KA Jarak Jauh maupun sebagai bagian dari pusat aktivitas masyarakat di Jakarta.

“Transformasi Gambir disiapkan secara bertahap dengan memperhatikan kebutuhan pelanggan, kesiapan operasional, dan pengembangan transportasi publik Jakarta ke depan,” tutup Anne.(fahmi)

 

 

Baca Lainnya

Pelindo Regional 2 Banten Perkuat Kolaborasi dengan Pengguna Jasa melalui Voice of Customer

28 Agustus 2026 - 20:11 WIB

Tiga Tahun Beroperasi, LRT Jabodebek Layani 75,9 Juta Pelanggan dan Perkuat Mobilitas Perkotaan

28 Agustus 2026 - 17:00 WIB

KRL Rangkasbitung Hanya Beroperasi hingga Palmerah Imbas Kerumunan Massa

28 Agustus 2026 - 13:42 WIB

KRL Rangkasbitung Kembali Normal, 10 Perjalanan Sempat Terlambat hingga 52 Menit

28 Agustus 2026 - 00:23 WIB

JPL 183 Rangkasbitung Ditutup Permanen 4 September, Warga Dialihkan ke JPO

27 Agustus 2026 - 19:29 WIB

Belajar dari Insiden KA Malabar, KAI Daop 1 Jakarta: Disiplin di Perlintasan Lindungi Nyawa dan Perjalanan

27 Agustus 2026 - 18:03 WIB

KAI Commuter Siagakan 126 Personel di Stasiun Strategis Antisipasi Aksi Massa

27 Agustus 2026 - 11:26 WIB

KAI Terapkan B50, Tekan Emisi Karbon Operasional Kereta Api

26 Agustus 2026 - 22:22 WIB

KAI Services Perkuat Kemitraan Strategis melalui Mitra Gathering 2026

26 Agustus 2026 - 14:10 WIB

Mobilitas Sumatra Meningkat, KA Rajabasa Layani 534.748 Pelanggan hingga Juli 2026

26 Agustus 2026 - 12:35 WIB

Trending di PERON