Wartatrans.com, BENER MERIAH — Kepedulian tak selalu datang dalam bentuk besar. Di pelosok Gayo, sepotong pipa, sepasang sepatu, atau seragam sekolah bisa berarti banyak bagi mereka yang membutuhkan.
Hal itu dilakukan Komunitas Gayo Peduli (KGP) dalam rangkaian aksi sosial di Bener Meriah dan Aceh Tengah, Ahad-Senin, 30-31 Agustus 2026.

Pada Ahad, KGP menyumbangkan pipa HDPE 3 inci PN10 sepanjang 100 meter untuk masyarakat Kampung Simpang Renggali, Kecamatan Mesidah, Bener Meriah. Bantuan tersebut diperuntukkan bagi kebutuhan infrastruktur air di kawasan terpencil.
Sehari kemudian, KGP bergerak ke Jagong Jeget, Aceh Tengah. Sasaran kali ini adalah anak-anak yang menjadi korban kebakaran.
Sebanyak 46 pasang seragam Pramuka dan puluhan pakaian baru disalurkan kepada siswa SD Negeri 1 Jagong Jeget dan SMP Negeri 16 Jagong Jeget. Mereka kehilangan sejumlah perlengkapan akibat kebakaran yang menimpa tempat tinggal warga.
KGP juga memberikan perhatian khusus kepada tiga anak yatim dari Kampung Simpang Renggali. Selly Maulina, Rahmadani, dan Saini Akbar menerima seragam Pramuka serta sepatu yang disesuaikan dengan ukuran masing-masing.
Bantuan tidak berhenti pada kebutuhan pendidikan dan pakaian. KGP juga menyerahkan besi senilai Rp10 juta untuk kebutuhan pembangunan Masjid di Lut Kucak, Bener Meriah.
Rangkaian bantuan itu memperlihatkan pola kerja KGP yang menyasar kebutuhan langsung masyarakat: air untuk kawasan terpencil, pakaian dan perlengkapan sekolah bagi korban kebakaran, serta material untuk rumah ibadah.
Di tengah keterbatasan akses dan kondisi geografis wilayah Gayo, KGP memilih mendatangi mereka yang membutuhkan.
Sebab, bagi masyarakat di pelosok, kepedulian bukan sekadar angka bantuan. Ia hadir dalam bentuk yang bisa digunakan dan dirasakan sehari-hari.*** (Jasa)


























