Menu

Mode Gelap
KKP Tangkap Kapal Pencuri Ikan Filipina, 25 Rumpon Ilegal Ditertibkan di Maluku Utara KAI Commuter Tambah 13 Perjalanan KRL Lintas Bogor, Operasional Kembali Normal InJourney Tegaskan Komitmen Optimalisasi Layanan Kesiapsiagaan di Seluruh Bandara InJourney Airports Penutupan Bandara Wunopito NTT Diperpanjang hingga Besok Pukul 07.00 WITA Cuaca Aceh Tengah Perlu Diwaspadai, Masyarakat Diminta Antisipasi Hujan Lebat TPA Aisyiyah Jayan, Adakan Acara Maulid Nabi, Cahaya Kelahiran Sang Penghulu Semesta

EKOBIS

Pelaku Usaha Makin Selektif Pilih Mal

badge-check


 Pelaku Usaha Makin Selektif Pilih Mal Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – Pasar ritel Jakarta memasuki fase yang semakin selektif. Pengelola pusat perbelanjaan tidak lagi cukup menyediakan ruang, sementara retailer semakin mempertimbangkan lokasi yang mampu mendukung penjualan, citra merek, dan pertumbuhan konsumen.

Research Colliers Indonesia mencatat ruang kosong pada kuartal II 2026 paling tinggi berada di Jakarta Selatan di luar kawasan pusat bisnis atau CBD, sekitar 21 persen.

Jakarta Utara menyusul sekitar 20 persen. Kondisi tersebut menunjukkan pemulihan pasar ritel belum merata.

Kurasi pelaku usaha (tenant) kini bukan sekadar cara mengisi ruang kosong. Pengelola harus memastikan tenant yang dipilih sesuai dengan karakter pengunjung dan saling melengkapi, sementara retailer mencari lokasi yang dapat mendukung penjualan dan pertumbuhan merek.

Pada Rabu (26/8/2026), Head of Retail Services Colliers Indonesia Sander Halsema mengatakan pemilik pusat perbelanjaan perlu membangun komposisi tenant yang lebih strategis dengan mempertimbangkan profil pelanggan, pola belanja, preferensi gaya hidup, serta arah bisnis mal.

“Bagi pemilik pusat perbelanjaan, penting untuk membangun tenant mix yang lebih strategis dan sesuai dengan profil pelanggan, pola belanja, preferensi gaya hidup, serta arah atau posisi bisnis mal untuk jangka panjang,” kata Halsema.

Menurutnya, retailer juga perlu memilih lokasi yang sesuai dengan target konsumen, memiliki potensi produktivitas yang baik, dan mendukung pertumbuhan permintaan.

Di sisi konsumen, aktivitas belanja masih relatif terjaga. Bank Indonesia mencatat Indeks Penjualan Riil (IPR) Juni 2026 sebesar 225,0, tumbuh 0,7 persen secara bulanan. Namun secara tahunan, IPR masih terkontraksi 3,0 persen.

Kondisi itu membuat pemilihan tenant semakin penting. Pengelola perlu menghadirkan kombinasi merek lokal dan internasional, F&B, lifestyle, layanan, serta hiburan yang sesuai dengan karakter pengunjung.

Konsep tersebut terlihat pada Extended Concourse Stasiun MRT Bundaran HI. Area multifungsi seluas sekitar 4.439 meter persegi itu memiliki area retail sekitar 1.387 meter persegi yang disiapkan untuk berbagai tenant.

Department Head Commercial MRT Jakarta Ricky Agung Kresna Putra mengatakan, komposisi tenant akan dibuat lebih beragam dan berorientasi pada tujuan kunjungan.

“Tenancy mix Extended Concourse MRT Bundaran HI akan dikembangkan dengan konsep yang lebih beragam dan destination-oriented,” kata Ricky.

Konsep tersebut mencakup F&B, lifestyle, fashion, dan services. Extended Concourse juga diarahkan menjadi bagian dari ekosistem komersial yang terintegrasi dengan aktivitas transportasi.

Persaingan mal Jakarta akhirnya bukan sekadar soal siapa memiliki ruang paling banyak. Penentunya semakin bergeser pada kemampuan memilih tenant yang tepat, membaca konsumen, dan menciptakan alasan bagi pengunjung untuk datang kembali. (Artha Tidar)

 

Baca Lainnya

AirNav Indonesia Sabet TOP GRC Awards 2026 #5 Star

10 September 2026 - 08:24 WIB

Angkutan Perkebunan KAI Tembus 683.214 Ton, Tumbuh 91,77 Persen hingga Agustus 2026

9 September 2026 - 23:10 WIB

APPSI Dorong Pasar Rakyat Berinovasi, dari Pusat Kuliner hingga Pemasok MBG

9 September 2026 - 21:02 WIB

Direktur Operasi dan Teknik PJM Pastikan Kesiapan Operasional dan Keselamatan di Banten dan Panjang

9 September 2026 - 20:31 WIB

Hari Pelanggan Nasional 2026, Pelindo Regional 2 Banten Hadirkan Pelayanan Prima dengan Melayani Sepenuh Hati di Pelabuhan Ciwandan

9 September 2026 - 20:21 WIB

Garuda Indonesia Periksa Armada Terdampak Abu Vulkanik Sebelum Kembali Terbang

9 September 2026 - 11:23 WIB

Harga Kopi Gelondong Arabika Gayo Bervariasi, Tertinggi di Bener Meriah Capai Rp26 Ribu

9 September 2026 - 11:19 WIB

Dunia Bahas Masa Depan AI Melalui Bandara”Bali Harmony Encounter Week 2026″

9 September 2026 - 10:53 WIB

SCI: Penundaan Arus Ekspor-Impor Dampak Erupsi GAK via Bandara Soetta Senilai USD168 Juta

9 September 2026 - 05:24 WIB

Hotel Milik Pemprov DKI Jakarta Masuk Radar Saat Menkeu Soroti Utang Daerah

8 September 2026 - 20:50 WIB

Trending di EKOBIS