Wartatrans.com, LEMBAR – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) terus memperkuat budaya keselamatan dan kesiapsiagaan awak kapal dalam menghadapi berbagai potensi keadaan darurat.
Upaya tersebut dilakukan melalui safety meeting dan latihan keadaan darurat di KMP Portlink II, Sabtu (29/8/2026).

Kegiatan di Cabang Lembar yang berlangsung pukul 09.00 tersebut diikuti oleh perwira deck, perwira mesin, seluruh ABK KMP Portlink II, serta Supervisor K4L.
Kegiatan menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesadaran dan kepedulian setiap personel terhadap aspek keselamatan sekaligus memastikan kesiapan ABK dalam memberikan respons yang cepat dan tepat ketika menghadapi kondisi darurat di kapal.
Direktur Utama ASDP Heru Widodo menyampaikan bahwa keselamatan harus menjadi budaya yang melekat dalam setiap aktivitas operasional, khususnya di kapal yang memiliki berbagai potensi risiko dan membutuhkan kesiapan personel setiap saat.
“Keselamatan tidak hanya bergantung pada ketersediaan peralatan, tetapi juga pada kesiapan dan kemampuan setiap personel dalam menggunakannya. Karena itu, latihan secara berkala menjadi penting agar respons terhadap keadaan darurat dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan terkoordinasi,” tutur Heru.
Dalam safety meeting tersebut, menurutnya, materi difokuskan pada penyegaran kembali penggunaan alat keselamatan, khususnya fireman outfit atau pakaian pemadam kebakaran.
ABK juga kembali diingatkan mengenai prosedur penggunaan perlengkapan tersebut dengan target seluruh perlengkapan dapat terpasang secara lengkap dalam waktu yang cepat dan tepat.
General Manager Cabang Lembar Anis Adinizam menjelaskan, selain penyegaran penggunaan alat keselamatan, safety meeting juga membahas temuan Non-Conformity (NC) dari audit internal K4L yang dilaksanakan pada 13 Agustus 2026.
Pembahasan tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan setiap temuan dapat ditindaklanjuti dan menjadi pembelajaran untuk memperkuat penerapan aspek keselamatan di kapal.
“Kami terus perkuat adalah kecepatan dan ketepatan dalam menangani setiap kondisi darurat. Dengan latihan yang dilakukan secara konsisten, ABK diharapkan tidak hanya memahami prosedur, tetapi juga terbiasa bertindak secara sigap ketika menghadapi situasi yang membutuhkan respons segera,” jelas Anis.
Selain safety meeting, kegiatan juga dilanjutkan dengan latihan keadaan darurat orang jatuh ke laut (man overboard).
Latihan ini ditujukan untuk memastikan ABK memahami peran masing-masing serta mampu menjalankan prosedur penanganan secara terkoordinasi ketika menghadapi kondisi tersebut.
Komitmen terhadap kesiapsiagaan juga dilakukan melalui program latihan keadaan darurat yang terjadwal secara berkala.
Berdasarkan jadwal latihan keadaan darurat kapal, pada September 2026 KMP Portlink II akan melaksanakan latihan untuk sejumlah skenario, meliputi kebakaran, meninggalkan kapal, orang cedera, kapal kandas, kerusakan mesin induk, serta kapal tubrukan.
“Rangkaian latihan tersebut menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk membangun kebiasaan respons cepat di lingkungan kapal. Melalui simulasi berbagai skenario, setiap ABK diharapkan semakin memahami prosedur, tugas, dan koordinasi yang harus dilakukan sehingga penanganan keadaan darurat dapat berlangsung secara efektif serta meminimalkan risiko terhadap keselamatan penumpang, awak kapal, kapal, dan lingkungan,” urainya.
ASDP menegaskan bahwa aspek keselamatan menjadi prioritas utama dalam penyelenggaraan layanan penyeberangan.
Penguatan kompetensi dan kesiapsiagaan awak kapal melalui safety meeting, evaluasi, serta latihan keadaan darurat secara berkala akan terus dilakukan sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam menghadirkan layanan penyeberangan yang aman dan andal bagi masyarakat. (omy)



