Menu

Mode Gelap
ASDP Perkuat Kesiapsiagaan ABK Portlink II Hadapi Keadaan Darurat Pelindo, KSOP, dan Pelni Kolaborasi Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Bencana di NTT FIFGROUP Raih Indonesia Best Multifinance Awards 2026 Pelindo Regional 2 Bersama BNN Jakarta Utara Dorong Pelajar SMAN 80 Jakarta Jadi Generasi Bersih Narkoba Uji Coba Optimalisasi EAZI di TPK Berlian Berhasil Pangkas Waktu Pergantian Kapal Menjadi 29 Menit Indonesia Luncurkan Logo Pencalonan Kembali sebagai Anggota Dewan ICAO

ANJUNGAN

ASDP Perkuat Kesiapsiagaan ABK Portlink II Hadapi Keadaan Darurat

badge-check


 ASDP Perkuat Kesiapsiagaan ABK Portlink II Hadapi Keadaan Darurat Perbesar

Wartatrans.com, LEMBAR – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) terus memperkuat budaya keselamatan dan kesiapsiagaan awak kapal dalam menghadapi berbagai potensi keadaan darurat.

Upaya tersebut dilakukan melalui safety meeting dan latihan keadaan darurat di KMP Portlink II, Sabtu (29/8/2026).

Kegiatan di Cabang Lembar yang berlangsung pukul 09.00 tersebut diikuti oleh perwira deck, perwira mesin, seluruh ABK KMP Portlink II, serta Supervisor K4L.

Kegiatan menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesadaran dan kepedulian setiap personel terhadap aspek keselamatan sekaligus memastikan kesiapan ABK dalam memberikan respons yang cepat dan tepat ketika menghadapi kondisi darurat di kapal.

Direktur Utama ASDP Heru Widodo menyampaikan bahwa keselamatan harus menjadi budaya yang melekat dalam setiap aktivitas operasional, khususnya di kapal yang memiliki berbagai potensi risiko dan membutuhkan kesiapan personel setiap saat.

“Keselamatan tidak hanya bergantung pada ketersediaan peralatan, tetapi juga pada kesiapan dan kemampuan setiap personel dalam menggunakannya. Karena itu, latihan secara berkala menjadi penting agar respons terhadap keadaan darurat dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan terkoordinasi,” tutur Heru.

Dalam safety meeting tersebut, menurutnya, materi difokuskan pada penyegaran kembali penggunaan alat keselamatan, khususnya fireman outfit atau pakaian pemadam kebakaran.

ABK juga kembali diingatkan mengenai prosedur penggunaan perlengkapan tersebut dengan target seluruh perlengkapan dapat terpasang secara lengkap dalam waktu yang cepat dan tepat.

General Manager Cabang Lembar Anis Adinizam menjelaskan, selain penyegaran penggunaan alat keselamatan, safety meeting juga membahas temuan Non-Conformity (NC) dari audit internal K4L yang dilaksanakan pada 13 Agustus 2026.

Pembahasan tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan setiap temuan dapat ditindaklanjuti dan menjadi pembelajaran untuk memperkuat penerapan aspek keselamatan di kapal.

“Kami terus perkuat adalah kecepatan dan ketepatan dalam menangani setiap kondisi darurat. Dengan latihan yang dilakukan secara konsisten, ABK diharapkan tidak hanya memahami prosedur, tetapi juga terbiasa bertindak secara sigap ketika menghadapi situasi yang membutuhkan respons segera,” jelas Anis.

Selain safety meeting, kegiatan juga dilanjutkan dengan latihan keadaan darurat orang jatuh ke laut (man overboard).

Latihan ini ditujukan untuk memastikan ABK memahami peran masing-masing serta mampu menjalankan prosedur penanganan secara terkoordinasi ketika menghadapi kondisi tersebut.

Komitmen terhadap kesiapsiagaan juga dilakukan melalui program latihan keadaan darurat yang terjadwal secara berkala.

Berdasarkan jadwal latihan keadaan darurat kapal, pada September 2026 KMP Portlink II akan melaksanakan latihan untuk sejumlah skenario, meliputi kebakaran, meninggalkan kapal, orang cedera, kapal kandas, kerusakan mesin induk, serta kapal tubrukan.

“Rangkaian latihan tersebut menjadi bagian dari upaya berkelanjutan untuk membangun kebiasaan respons cepat di lingkungan kapal. Melalui simulasi berbagai skenario, setiap ABK diharapkan semakin memahami prosedur, tugas, dan koordinasi yang harus dilakukan sehingga penanganan keadaan darurat dapat berlangsung secara efektif serta meminimalkan risiko terhadap keselamatan penumpang, awak kapal, kapal, dan lingkungan,” urainya.

ASDP menegaskan bahwa aspek keselamatan menjadi prioritas utama dalam penyelenggaraan layanan penyeberangan.

Penguatan kompetensi dan kesiapsiagaan awak kapal melalui safety meeting, evaluasi, serta latihan keadaan darurat secara berkala akan terus dilakukan sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam menghadirkan layanan penyeberangan yang aman dan andal bagi masyarakat. (omy)

 

Baca Lainnya

Uji Coba Optimalisasi EAZI di TPK Berlian Berhasil Pangkas Waktu Pergantian Kapal Menjadi 29 Menit

31 Agustus 2026 - 17:31 WIB

Bandara Soekarno-Hatta Masuk 10 Besar Dunia versi APH, Banyak Pilihan Kulinernya!

31 Agustus 2026 - 16:34 WIB

Dampak Ekonomi Gempa NTT Tembus Rp2,2 Triliun? Industri Asuransi Menghitung Exposure

31 Agustus 2026 - 09:11 WIB

Semangat Travel Wellness Hadir dalam GATF 2026 di Bali

31 Agustus 2026 - 08:50 WIB

Ketua Iperindo Harap Ada Kebijakan Fiskal Bagi Pembangunan Kapal Baru

31 Agustus 2026 - 08:40 WIB

Kemenhub Kembali Salurkan Bantuan, 7,9 Ton untuk Korban Gempa NTT

30 Agustus 2026 - 07:04 WIB

Agnez Mo Inspirasi Perdana di Indonesia Berkarya Besutan InJourney Airports

29 Agustus 2026 - 16:33 WIB

Kapal PELNI Angkut 300 Ton Bantuan ke NTT

29 Agustus 2026 - 16:24 WIB

Pemprov DKI Jakarta Tawarkan 37 Proyek Senilai Rp115 Triliun

29 Agustus 2026 - 09:09 WIB

Terus Dukung Pemulihan NTT, Kemenhub dan PT Meratus Salurkan Bantuan

29 Agustus 2026 - 08:27 WIB

Trending di ANJUNGAN