Wartatrans.com, JAKARTA – Kembali ikut pencalonan sebagai anggota International Civil Asociation Organization (ICAO), Indonesia melalui Kementerian Perhubungan meluncurkan logo.
“Hari ini kita meluncurkan logo untuk pencalonan Indonesia sebagai anggota Dewan ICAO, dan kita berharap mendapatkan dukungan dari negara-negara sahabat,” tutur Dirjen Perhubungan Udara Lukman F Laisa di Jakarta, Senin (31/8/2026).

Menurutnya, sebelum tahun 2001, Indonesia pernah menjadi anggota Dewan ICAO dan setelah 25 tahun ini, maka kita akan mengikuti pemilihan kembali.
Didukung ada empat slot yang tersedia, dari 36 anggota menjadi 40 negara.
Indonesia akan masuk ke kategori 3 anggota dewan ICAO, yang mengatur negara-negara yang memastikan representatif geografis.
“Indonesia memiliki rekam jejak kontribusi internasional di ICAO dan aktif kontribusi developing peserta dari 80 negara ICAO,” ucapnya.
Di antaranya adalah capacity building sumber daya manusia Afrika dan itu sudah dilakukan 2015 hingga 2017 sebesar 400 ribu USD. Kemudian juga melakukan hal yang sama di tahun 2017 sampai tahun 2026.
Hasil audit keselamatan penerbangan Indonesia memeroleh nilai 78,85%.
“Jadi artinya di atas 69,6% rata-rata Asia-Pesik dan kemudian untuk global 70,6% Terkait dengan keselamatan Aspek keselamatan,” ungkap Lukman.
Namun begitu, pihaknya terus meningkatkan lagi ratingnya di antaranya dengan update regulasi penerbangan yang berkembang dinamis.
Dengan kontribusi yang besar dan peluang yang ada, Indonesia optimistis mampu menjadi anggota Dewan ICAO.
“Pemilihannya akan dilaksanakan pada November tahun ini di kantor pusat ICAO di Montreal, Kanada,” tutupnya. (omy)



