Menu ✖

Mode Gelap
Arif H. Rumagesan Resmi Dilantik Jadi Sekda Fakfak DAMRI Sampaikan Permohonan Maaf Atas Potensi Gangguan Perjalanan Akibat Kelangkaan BBM ​Seleksi Ketat! 60 Calon Kepala Sekolah di Fakfak Ikuti Pelatihan dan OJT Hingga 28 Oktober Peringati Maulid Nabi, POC IND Aceh Gelar Kopdar ke-II di Bireuen, Perkuat Silaturahmi dan Solidaritas Mari Mengendalikan Truk ODOL dari Gerbang Kawasan Industri Dua Rangkaian KRL INKA Masih Diperbaiki, 7 Perjalanan Bogor Dibatalkan

BANDARA

Kemenhub Gelar Rakorwil, Perkuat Aksesibilitas Penerbangan di Papua

badge-check


 Pembukaan Rakorwil Penerbangan di Papua Perbesar

Pembukaan Rakorwil Penerbangan di Papua

Wartatrans.com, SORONG – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (DItjen Hubud) menggelar Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) Kantor Otoritas Bandar Udara (OBU) Wilayah IX dan X di Sorong, Papua Barat Daya, 26 – 27 Agustus 2026.

Forum ini mengangkat tema “memperkuat sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI/Polri, dan operator untuk mewujudkan penerbangan yang selamat, aman, nyaman, andal, dan berkelanjutan di Papua.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara Lukman F. Laisa mengatakan, transportasi udara merupakan urat nadi konektivitas dan bagian penting dari kehadiran negara di Papua.

“Pada 2026, Papua ditopang 82 bandar udara, 155 lapangan terbang (yang terverifikasi), dan 200 rute perintis yang mendukung akses masyarakat terhadap kesehatan, pendidikan, logistik, dan penanganan darurat,” ungkapnya dalam keterangan resmi, Ahad (30/8/2026).

Dengan kondisi geografis, cuaca, dan topografi yang menantang, tugas insan penerbangan di Papua membutuhkan dedikasi dan ketangguhan. Karena itu, keselamatan dan keamanan harus menjadi prioritas utama

Dalam pelaksanaan Instruksi Menteri Perhubungan Nomor IM 3 Tahun 2026 tentang Peningkatan Keselamatan pada Sarana dan Prasarana Transportasi, Ditjen Hubud memperkuat langkah preventif, khususnya di wilayah pegunungan dan ekstrem.

Melalui ramp inspection, pengawasan berbasis risiko, penguatan regulasi dan mitigasi teknis, kelaikudaraan avionik dan navigasi, mountainous safety meeting, pedoman operasi wilayah pegunungan, evaluasi berkelanjutan, serta dukungan ketersediaan suku cadang dan kelaikudaraan.

Sementara itu, hasil audit keamanan penerbangan 2026 menunjukkan rata-rata kepatuhan di atas 75 persen.

Namun, insiden di Satpel Bandara Koroway Batu dan Lapangan Terbang Balinggama menjadi pengingat pentingnya penguatan perlindungan personel dan armada penerbangan perintis.

“Penerbangan perintis merupakan bentuk kehadiran negara. Namun, keselamatan dan keamanan merupakan tanggung jawab bersama. Koordinasi pemerintah, TNI/Polri, operator, penyelenggara bandar udara, dan seluruh stakeholder harus diperkuat,” urai Lukman.

Dia menegaskan, bila standar keselamatan dan keamanan tidak terpenuhi, maka dapat dilakukan pengurangan atau penghentian rute perintis.

“Ini bukan mengurangi pelayanan, tetapi bentuk tanggung jawab untuk melindungi masyarakat dan insan penerbangan,” ujarnya.

Di bidang navigasi, Ditjen Hubud mendorong ATM Automation di Jayapura, restrukturisasi ruang udara Nabire dan Manokwari, serta peremajaan fasilitas komunikasi dan surveillance guna memperkuat konektivitas, termasuk untuk wilayah perbatasan, daerah afirmasi, kawasan ekonomi, dan daerah rawan bencana.

Ditjen Hubud juga mendorong pengembangan drone kargo sebagai alternatif distribusi logistik ke wilayah yang sulit dijangkau.

“Pemanfaatan drone kargo harus tetap memenuhi aspek regulasi ruang udara, sertifikasi, keamanan, dan keselamatan penerbangan,” imbuh dia.

Sebagai tindak lanjut Rakorwil, seluruh pemangku kepentingan menandatangani Naskah Komitmen Bersama sebagai bentuk kesepakatan untuk memperkuat penyelenggaraan penerbangan di Papua.

Komitmen tersebut mencakup kepatuhan terhadap seluruh standar kebandarudaraan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, penguatan sinergi dan koordinasi dalam mencegah serta menindak potensi gangguan keamanan penerbangan perintis, serta ketegasan operasional dengan melakukan pengurangan atau penghentian rute perintis apabila tidak terpenuhi aspek keselamatan, keamanan, dan standar kebandarudaraan.

“Komitmen ini menegaskan bahwa aksesibilitas harus berjalan seiring dengan keselamatan dan keamanan. Kita ingin transportasi udara di Papua semakin kuat, andal, dan berkelanjutan,” tutupnya. (omy)

 

Baca Lainnya

Dampak Karhutla pada Penerbangan Meluas hingga Sulawesi dan Sumatera Bagian Utara

18 Oktober 2026 - 10:00 WIB

Gandeng EIGER, Garuda Daur Ulang Pelampung dan Pelapis Kursi Pesawat jadi Koleksi Menarik

17 Oktober 2026 - 18:16 WIB

Kapal Laut jadi Alternatif Saat Asap Karhutla Ganggu Penerbangan di Papua

16 Oktober 2026 - 15:42 WIB

Gapura Angkasa Sukses Dukung Gelaran MotoGP Mandalika 2026

16 Oktober 2026 - 15:10 WIB

Menhub Dudy Imbau Maskapai Penuhi Hak-Hak Penumpang Terdampak Penutupan Bandara Riyadh

16 Oktober 2026 - 11:17 WIB

Kemenhub Pantau Dampak Karhutla pada Operasional 16 Bandara di Wilayah Papua

16 Oktober 2026 - 10:20 WIB

INACA Beri Penghargaan 5 Bandara

15 Oktober 2026 - 21:06 WIB

Momentum HUT Ke-56, INACA Ajak Semua Stakeholder Perkuat Industri Penerbangan

15 Oktober 2026 - 20:57 WIB

Sikapi Eskalasi Geopolitik Timteng, Garuda Perkuat Mitigasi Operasional

15 Oktober 2026 - 15:31 WIB

Pelayanan Selama MotoGP Sukses, BIZAM Lombok: Operasional Aman dan Zero Accident

14 Oktober 2026 - 14:29 WIB

Trending di BANDARA