Wartatrans.com, BIREUEN — Platform Over Cellular Indonesia (POC IND) Aceh menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang dirangkai dengan kegiatan kopi darat (Kopdar) ke-II di Puncak Telaga Maneh, Kabupaten Bireuen, Aceh, Sabtu (17/10/2026).
Kegiatan tersebut menjadi momentum mempererat silaturahmi, memperkuat persaudaraan, sekaligus membangun solidaritas antaranggota POC IND dari berbagai kabupaten dan kota di Aceh.
Acara berlangsung khidmat dan penuh keakraban. Hadir Ketua POC IND Aceh Edi Sahputra, Ketua POC IND Wilayah Bireuen Zulkifli, SE, para ketua wilayah, serta anggota komunitas dari sejumlah daerah di Aceh.
Selain menjadi ajang temu kangen, kegiatan ini juga dimaknai sebagai upaya memperkuat nilai-nilai keislaman melalui peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Semangat meneladani akhlak Rasulullah, menjaga persaudaraan, serta menumbuhkan kepedulian terhadap sesama menjadi pesan utama dalam pertemuan tersebut.
Bireuen Jadi Tuan Rumah, Perkuat Kekompakan
Ketua POC IND Wilayah Bireuen, Zulkifli, SE, selaku koordinator kegiatan menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus dan anggota yang telah berpartisipasi menyukseskan Kopdar ke-II.
Ia juga menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada Kabupaten Bireuen sebagai tuan rumah.
Menurutnya, keberhasilan kegiatan tersebut tidak terlepas dari kerja sama, dukungan, dan kekompakan seluruh anggota POC IND Aceh.
Zulkifli berharap kebersamaan yang telah terbangun tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi terus berkembang menjadi ikatan persaudaraan yang kuat dan berkelanjutan.
Edi Sahputra: POC IND Aceh Harus Hadir untuk Sesama
Sementara itu, Ketua POC IND Aceh, Edi Sahputra, berharap kegiatan kopdar dapat menjadi agenda berkelanjutan yang dilaksanakan secara bergilir di berbagai kabupaten dan kota di Aceh.
Menurutnya, pertemuan langsung antaranggota sangat penting untuk membangun komunikasi, mempererat hubungan emosional, serta memperkuat koordinasi organisasi.
Edi juga mendorong perluasan keanggotaan POC IND Aceh hingga menjangkau seluruh kabupaten dan kota di provinsi tersebut.
Perluasan jaringan komunitas dinilai penting, bukan hanya untuk mempererat persaudaraan, tetapi juga meningkatkan peran sosial anggota di tengah masyarakat.
Salah satu yang menjadi perhatian adalah pentingnya komunikasi dan koordinasi antarwilayah ketika terjadi bencana alam maupun kondisi darurat.
Dengan jaringan komunikasi yang luas dan solid, anggota POC IND Aceh diharapkan mampu saling berbagi informasi, memberikan dukungan, serta membantu masyarakat sesuai kemampuan masing-masing.
Dari Silaturahmi Menuju Kepedulian Sosial
Kopdar ke-II POC IND Aceh di Bireuen menjadi bukti bahwa komunitas komunikasi tidak sekadar menjadi ruang bertukar informasi, tetapi juga dapat berkembang menjadi wadah persaudaraan dan kepedulian sosial.
Melalui semangat Maulid Nabi Muhammad SAW, para anggota diingatkan bahwa kekuatan sebuah komunitas bukan hanya terletak pada luasnya jaringan komunikasi, melainkan juga pada ketulusan menjaga persaudaraan dan kesediaan membantu sesama.
Dari Puncak Telaga Maneh, Bireuen, POC IND Aceh membawa pesan sederhana namun bermakna: komunikasi menyatukan, persaudaraan menguatkan, dan kepedulian menjadi wujud nyata kebersamaan.*** (Jasa)






















