Wartatrans.com, BIREUEN — Endatoe Foundation melalui lini edukasinya, Endatoe Academy, kembali menggelar diskusi virtual dalam rangkaian Endatoe Talk: Webinar Future Technology bertajuk “Mengenal AI Orchestration: Cara Baru Mengendalikan AI di Atas Sekadar Prompting”. Kegiatan ini diselenggarakan pada Jumat (16/10) malam secara daring dan dipandu oleh Furqan Jamali.
Webinar ini menghadirkan narasumber muda bertalenta di bidang teknologi, Fauzul Azkia, seorang technopreneur asal Aceh sekaligus alumni Pendidikan Ekonomi Universitas Syiah Kuala.
Fauzul dikenal sebagai founder FOID AI (foidai.app), sebuah platform berbasis AI untuk pengoptimalan layanan pelanggan UMKM, serta CTO Puleh Indonesia yang bergerak di bidang agritech limbah nilam. Ia juga meraih penghargaan Juara 1 Pitching Competition Wirausaha Merdeka 2024 dan Juara 1 AI Talent Hub Indonesia 2025.
Dalam pemaparannya, Fauzul membedah batasan penggunaan prompting konvensional pada Large Language Models (LLM) yang sering mengalami kendala seperti halusinasi informasi maupun fenomena Lost in the Middle. Ia menekankan pentingnya beralih dari sekadar pengguna pasif (prompter) menjadi arsitek sistem yang mampu mengelola dan mengorkestrasi berbagai alat AI secara terpadu (AI Orchestration).
“Menggunakan AI bukan lagi sekadar memberi perintah acak dalam satu prompt, melainkan merancang alur kerja cerdas (workflow) tempat AI bertindak sebagai agen atau asisten yang terhubung dengan data dan sistem kita,” ujar Fauzul saat memaparkan materi.
Ia juga membagikan Framework I.D.A (Identifikasi, Desain Alur, dan Akselerasi dengan Tools) serta mengenalkan pentingnya pendekatan Human-in-the-Loop agar kontrol dan keputusan strategis tetap berada di tangan manusia. Melalui contoh studi kasus konkret, peserta diajak memahami penerapan AI Agent, RAG (Retrieval-Augmented Generation), hingga integrasi alat kecerdasan buatan untuk kebutuhan akademik, riset, maupun operasional profesional.
Perwakilan Endatoe Foundation menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen lembaga untuk mendorong literasi digital dan penguasaan teknologi masa depan bagi pemuda serta mahasiswa di Aceh dan Indonesia.
“Melalui Endatoe Academy, Endatoe Foundation ingin memastikan generasi muda tidak hanya menjadi konsumen teknologi, tetapi mampu memanfaatkan potensi Artificial Intelligence secara bijak, produktif, dan terstruktur untuk memecahkan berbagai tantangan sosial maupun ekonomi,” ungkap Furqan Jamali dari Endatoe Foundation.
Program webinar ini turut didukung oleh BEM FIKOM Universitas Almuslim serta Pixelara Digital Academy sebagai bagian dari kolaborasi penguatan ekosistem digital berbasis komunitas.*** (Jasa/Furqon)






















