Wartatrans.com, TANGERANG – Momentum syukuran Hari Ulang Tahun (HUT) ke-56 INACA digelar di Cengkareng Heliport (CHP) Toos Sanitioso, Cengkareng, Tangerang, Kamis (15/10/2026).
INACA sebagai satu-satunya asosiasi maskapai penerbangan Indonesia telah menemani perjalanan maskapai penerbangan nasional yang panjang, penuh lika-liku dan naik turun.
“INACA mengucapkan terimakasih dan apresiasi kepada semua stakeholder yang telah turut serta membangun maskapai penerbangan nasional hingga sampai pada tahap sekarang,” tutur Ketua Umum INACA, Denon Prawiraatmadja.
Pihaknya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada segenap stakeholder.
Terutama kepada pemerintahan Presiden Prabowo beserta kementerian dan lembaga yang telah memberikan dukungan dan arahan pada maskapai penerbangan nasional sehingga menjadi lebih baik.
Terima kasih juga kepada operator penerbangan, baik itu teman-teman di seluruh maskapai penerbangan, pengelola bandara, Airnav, groundhandling, Pertamina, Jasa Raharja dan lainnya.
Tak lupa, INACA juga mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada stakeholder dari luar negeri seperti pabrikan pesawat Boeing, Embraer, Airbus, penyedia sistem maskapai penerbangan dan institusi lainnya.
Selain itu juga terima kasih kepada asosiasi-asosiasi terkait yang telah memberikan dukungan selama ini.
“Selanjutnya, kami juga mengajak semua stakeholder untuk ke depannya lebih menguatkan dan mengembangkan maskapai penerbangan nasional,” katanya.
Seperti diketahui, pascapandemi Covid-19 hinhga saat ini, maskapai penerbangan global dan nasional terus menerus mengalami tantangan.
Tantangan terbesar tentu dari faktor eksternal penerbangan seperti krisis geopolitik di berbagai belahan dunia seperti di Rusia-Ukraina serta di Timur Tengah, yang memengaruhi industri penerbangan dari berbagai hal.
Seperti harga avtur yang naik tinggi, pasokan sparepart yang terkendala, adanya beberapa rute yang ditutup dan berbahaya untuk diterbangi seperti di Timur Tengah, serta kenaikan nilai tukar USD terhadap rupiah.
Namun demikian sebagai bagian dari sebuah bangsa yang besar, maskapai penerbangan Indonesia diyakini akan mampu menghadapi semua tantangan tersebut.
“Kita tidak tahu perkembangan geopolitik global akan seperti apa. Namun kita tidak boleh berhenti karena transportasi udara bagi Indonesia yang wilayahnya berbentuk kepulauan sudah menjadi kebutuhan mutlak bagi pertumbuhan ekonomi dan perkembangan perikehidupan masyarakat. Untuk itu kami mengajak segenap stakeholder untuk menguatkan dan mengembangkan industri penerbangan nasional, sehingga membuat maskapai penerbangan juga menjadi kuat, berdaya saing tinggi dan memberikan manfaat kepada masyarakat melalui konektivitas transportasi udara,” paparnya.
Mengingat kondisi geografis wilayah Indonesia yang merupakan kepulauan, maka konektivitas transportasi udara menjadi sangat penting.
Maskapai penerbangan, baik itu untuk penerbangan berjadwal, tidak berjadwal dan penerbangan kargo mempunyai peranan yang sangat penting.
Maskapai penerbangan menurutnya, berperan dalam melancarkan lalu lintas orang di dalam pulau dan antar pulau. Maskapai penerbangan juga mendukung pengembangan industri lain seperti industri pertambangan, perikanan, perkebunan dan juga dapat mengatasi kemacetan lalu lintas perkotaan dengan advance air mobility (AAM) serta membantu kesehatan masyarakat dengan ambulance terbang.
“Selain itu maskapai penerbangan juga berperan mengembangkan industri e-commerce dengan pengangkutan kargo dengan cepat dan aman,” ujar dia.
INACA juga mengajak stakeholder lain untuk lebih berperan mengembangkan industri penerbangan dengan mengikuti perkembangan global.
Seperti penyediaan energi alternatif untuk mendukung penerbangan hijau (net zero emmision) tahun 2060, yaitu dengan penyediaan sustainable aviation fuel (SAF) serta energi listrik tanpa bahan fosil untuk pesawat.
“Kita memiliki sumber daya yang melimpah untuk pembuatan SAF dan energi listrik yang minim emisi seperti dari angin, sinar matahari, gas bumi dan lainnya. Kita juga mempunyai sumber daya manusia yang berlimpah dan berkualitas tinggi yang mampu mengembangkan industri penerbangan nasional. Kami yakin dengan orkestrasi dari pemerintah, industri penerbangan dan maskapai penerbangan akan mampu menghadapi tantangan dan menjadi lebih tangguh untuk ke depannya,” pungkas Denon. (omy)



























