Wartatrans.com, JAKARTA – Maskapai nasional Garuda Indonesia menggandeng brand lokal EIGER Adventure untuk mengolah kembali perlengkapan pesawat yang telah habis masa guna operasionalnya menjadi produk koleksi fungsional (collectible items) nan menarik.
Melalui kolaborasi ini, material pesawat berupa rompi pelampung (life vest) dan pelapis kursi (seat cover) dimanfaatkan kembali menjadi berbagai varian pouch untuk menyimpan perlengkapan perjalanan serta kebutuhan sehari-hari.
“Inisiatif ini menjadi bagian dari komitmen Garuda dalam memperkuat penerapan prinsip green airline, khususnya melalui pengelolaan sumber daya yang lebih bertanggungjawab,” tutur Direktur Utama Garuda Indonesia Thomas Oentoro, Sabtu (17/10/2026).
Bersama EIGER Adventure sebagai salah satu brand lokal Indonesia, Garuda mengembangkan pendekatan upcycling, yang memungkinkan material penerbangan memiliki fungsi baru sekaligus nilai tambah melalui inovasi dan kreativitas produk.
Kolaborasi tersebut juga merupakan bagian dari keikutsertaan Garuda dalam The Aviation Challenge (TAC) 2026, ajang internasional yang digelar SkyTeam dengan dukungan IATA untuk mendorong inovasi dan praktik keberlanjutan di industri penerbangan.
Thomas menyampaikan, kolaborasi ini mencerminkan upaya Perusahaan untuk terus mengembangkan praktik keberlanjutan, yang memberikan manfaat nyata, baik bagi pengelolaan sumber daya maupun pengalaman pelanggan.
“Komitmen menuju green airline tidak hanya diwujudkan melalui efisiensi operasional penerbangan, tetapi juga bagaimana kami dapat mengelola sumber daya secara lebih bertanggungjawab. Bersama EIGER, kami ingin menunjukkan bahwa material pesawat yang telah menyelesaikan fungsi operasionalnya masih dapat dimanfaatkan kembali menjadi produk yang fungsional dan bernilai tambah, sekaligus membuka ruang inovasi bersama brand lokal Indonesia,” urainya.
Produk hasil kolaborasi tersebut diperkenalkan melalui showcase flight GA118 rute Jakarta-Kualanamu pada 6 Oktober 2026, dengan sebanyak 200 produk koleksi disiapkan untuk memperkenalkan inovasi ini kepada pelanggan.
Dalam pengembangannya, Garuda menyediakan sekitar 60 kilogram material life vest dan 30 kilogram seat cover, yang diolah menjadi beberapa varian pouch, termasuk produk berbahan pelapis kursi berwarna hitam dan cokelat.
Dengan mempertahankan karakter material aslinya, setiap produk menghadirkan ciri khas tersendiri sebagai barang koleksi yang membawa bagian dari cerita penerbangan Garuda.
“Bagi pelanggan maupun pencinta dunia aviasi, produk ini bukan sekadar perlengkapan perjalanan, tetapi juga kesempatan untuk memiliki bagian dari perjalanan Garuda dalam bentuk yang berbeda. Kami berharap kolaborasi ini dapat menginspirasi semakin banyak pemanfaatan kembali material yang sudah tidak digunakan, sekaligus memperkuat kontribusi brand lokal dalam menghadirkan inovasi yang lebih berkelanjutan,” ungkap Thomas.
Ke depan, kata dia, Garuda akan terus memperluas penerapan prinsip keberlanjutan melalui optimalisasi pemanfaatan material operasional penerbangan serta membuka peluang kolaborasi yang lebih luas dengan berbagai mitra strategis, termasuk brand lokal dan pelaku industri kreatif nasional.
Langkah ini menjadi bagian dari komitmen Perusahaan dalam memperkuat inisiatif green airline, mendorong praktik ekonomi sirkular, serta menghadirkan inovasi yang tidak hanya mendukung pengelolaan sumber daya secara bertanggungjawab, tetapi juga menciptakan nilai tambah bagi pelanggan, mitra, dan ekosistem industri penerbangan. (omy)




























