Menu

Mode Gelap
Polres Pelabuhan Tanjung Priok Sasar Titik Rawan, Pastikan Kamtibmas Tetap Kondusif Program IPCC GEMBIRA Beri Dampak Nyata, IPCC Raih InvestorTrust CSR Awards 2026 Meriahkan HUT RI, Pelindo Jasa Maritim Beri Penghargaan kepada Kelurahan Tabaringan PNJ Bekali Pelaku Usaha Kota Depok dengan Pelatihan Basic Warehouse Operation Hadapi Manila Digger, Persib Pangkas Waktu Perjalanan dari Bandara Husein Dampak Ekonomi Gempa NTT Tembus Rp2,2 Triliun? Industri Asuransi Menghitung Exposure

BANDARA

Hadapi Manila Digger, Persib Pangkas Waktu Perjalanan dari Bandara Husein

badge-check


 Ist Perbesar

Ist

Wartatrans.com, JAKARTA – Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyebutkan, reaktivasi Bandara Internasional Husein Sastranegara dapat memudahkan mobilitas Persib Bandung dalam menghadapi kompetisi Asia.

Persib dijadwalkan menghadapi Manila Digger dalam playoff AFC Champions League Two (ACL Two), sementara jika lolos akan menghadapi FC Seoul, Melbourne Victory, dan The Cong-Viettel di fase grup.

Farhan melihat reaktivasi Husein dari perspektif konektivitas Kota Bandung. Rencana penerbangan menuju Singapura dan Malaysia mulai Oktober akan menjadi akses yang lebih praktis bagi Persib ketika menjalani agenda pertandingan di kawasan Asia Tenggara.

“Dengan adanya reaktivasi Bandara Husein maka terutama nanti Oktober ini ada penerbangan ke Singapura, ke Malaysia. Itu jadi lebih memudahkan untuk transit,” ujar Farhan di Bandung, Rabu (26/8/2026).

Persib harus melewati Manila Digger lebih dulu untuk mendapatkan tiket ke fase grup ACL Two. Jika lolos, Persib akan berada di Grup E bersama FC Seoul dari Korea Selatan, Melbourne Victory dari Australia, dan The Cong-Viettel dari Vietnam.

Bagi Marc Klok, manfaat konektivitas Husein terasa langsung pada waktu perjalanan.

“Saya sangat senang karena ini membantu tim, membantu saya dan keluarga untuk bisa bepergian lebih cepat. Tidak perlu pakai bus atau apa pun. Hanya 30 menit dari bandara. Ini sangat baik buat kota ini,” ujar Klok di Bandung.

Pengalaman perjalanan Persib setelah menyelesaikan rangkaian pemusatan latihan di Bali menunjukkan manfaat penerbangan langsung dari Bandung.

Pada Rabu (19/8/2026), rombongan Persib tiba di Bandara Husein setelah terbang dari Bali sehingga tidak perlu lebih dulu mendarat di Jakarta dan melanjutkan perjalanan darat menuju Bandung.

Kiper Persib Fitrah Maulana merasakan perbedaan tersebut. “Biasanya kita harus ke Halim dulu jauh-jauh, naik bus, membuang-buang waktu lah istilahnya. Jadi kalau langsung ke Bandung kan dekat,” ujarnya setelah tiba di Husein, Rabu (19/8/2026).

Bagi klub dengan agenda pertandingan yang padat, pemangkasan mata rantai perjalanan berpotensi menghemat waktu dan energi pemain. Efisiensi juga dapat muncul dari berkurangnya kebutuhan transportasi darat antara Bandung dan bandara di Jakarta.

Sebagai ilustrasi, jika perjalanan darat melibatkan 30 orang dengan tarif Rp130.000-Rp200.000 per orang sekali jalan, kebutuhan transportasi Bandung-Jakarta pulang-pergi mencapai sekitar Rp7,8 juta-Rp12 juta.

Angka tersebut merupakan simulasi redaksi berdasarkan asumsi tarif, bukan biaya aktual perjalanan Persib.

Simulasi itu belum memasukkan biaya kendaraan khusus, tol, bahan bakar, bagasi, serta kebutuhan logistik tim.

Karena itu, besaran penghematan aktual baru dapat dihitung berdasarkan pola perjalanan dan biaya operasional yang benar-benar dikeluarkan Persib.

Pengamat penerbangan Alvin Lie mengingatkan bahwa manfaat reaktivasi Husein tidak hanya bergantung pada pembukaan rute.

Kesiapan fasilitas dan akses penumpang juga perlu diperhatikan, termasuk transportasi umum menuju dan dari bandara.

“Fasilitas bandara harus dipersiapkan, termasuk akses transportasi umum seperti bus dan taksi yang akan melayani penumpang dari dan menuju bandara,” ujar Alvin, belum lama ini.

Persib menjadi salah satu contoh konkret manfaat konektivitas udara dari Bandung. Bagi klub, keuntungan utamanya terletak pada pemangkasan waktu dan potensi efisiensi biaya, sedangkan bagi Bandara Husein, keberlanjutan rute akan bergantung pada permintaan dan tingkat keterisian penerbangan.

Jika konektivitas menuju Singapura dan Malaysia dapat dipertahankan, manfaatnya tidak hanya dirasakan Persib.

Rute tersebut juga dapat membuka akses yang lebih praktis bagi wisatawan, pelaku usaha, dan kegiatan olahraga dari Bandung menuju kawasan Asia Tenggara. (Artha Tidar)

Baca Lainnya

Panggung AFC U-20, Menguji Jalur EPA hingga 3.000 Menit Bermain

31 Agustus 2026 - 09:03 WIB

Dirjen Perhubungan Udara Tinjau Bandara Terdampak Gempa NTT

30 Agustus 2026 - 16:16 WIB

Kemenhub Gelar Rakorwil, Perkuat Aksesibilitas Penerbangan di Papua

30 Agustus 2026 - 07:21 WIB

adidas Kembali, 4 Klub Jadi Pijakan Baru di BRI Super League 2026/2027

30 Agustus 2026 - 06:40 WIB

Agnez Mo Inspirasi Perdana di Indonesia Berkarya Besutan InJourney Airports

29 Agustus 2026 - 16:33 WIB

League Cup 2026 Tambah Laga, Kompetisi Indonesia Hadapi Tantangan Kalender dan Geografi

29 Agustus 2026 - 08:21 WIB

Citilink Salurkan 91,5 Ton Bantuan Gempa NTT melalui Delapan Penerbangan

27 Agustus 2026 - 20:01 WIB

I.League Berlakukan 3.000 Menit Bermain Jadi Insentif Finansial Bagi Pesepakbola Muda

27 Agustus 2026 - 17:32 WIB

InJourney Airports Salurkan Bantuan bagi Masyarakat Terdampak Gempa NTT

26 Agustus 2026 - 09:48 WIB

Liga 2 Jadi PT LUI, Bidik Bisnis dari 875 Ribu Penonton

25 Agustus 2026 - 05:55 WIB

Trending di OLAH RAGA