Menu ✖

Mode Gelap
Cari Inspirasi Liburan Akhir Pekan? Ini 10 Stasiun KAI dengan Pertumbuhan Pelanggan Tertinggi KAI Commuter Batalkan 7 Perjalanan KRL Bogor pada Senin 19 Oktober Aplikasi All Indonesia Kini Terhubung ke Whoosh AHY Run Jawa Tengah 2026 dapat Apresiasi Baik dari Menko IPK, Gubernur Jateng, dan Masyarakat Pengawasan Kendaraan ODOL di Pelabuhan Tanjung Perak Diperkuat Anggota DPRD Jawa Barat Prihatin atas Karhutla di Sejumlah Wilayah Indonesia

OLAH RAGA

Panggung AFC U-20, Menguji Jalur EPA hingga 3.000 Menit Bermain

badge-check


 Panggung AFC U-20, Menguji Jalur EPA hingga 3.000 Menit Bermain Perbesar

Wartatrans.com, JAKARTA – Sedikitnya 12 dari 23 pemain yang ditetapkan pelatih Timnas U-20 Indonesia Nova Arianto untuk Kualifikasi Piala Asia U-20 2027 memiliki rekam jejak di kompetisi Elite Pro Academy (EPA) yang dapat diverifikasi.

Lebih dari separuh skuad itu menunjukkan bahwa kompetisi usia muda masih menjadi salah satu jalur menuju tim nasional.

Namun, jalur tersebut tidak berhenti di kompetisi junior. Di antara 23 pemain yang dipanggil Nova, Arkhan Kaka sudah memiliki dua caps bersama Timnas Indonesia senior.

Penyerang Garudayaksa FC itu menjalani debut senior saat Indonesia menghadapi Myanmar pada Piala AFF 2024 dan kembali tampil melawan Filipina.

Skuad yang diumumkan Sabtu (29/8/2026) itu akan menghadapi Malaysia, Laos, dan Australia di Grup H. Kualifikasi berlangsung 31 Agustus hingga 6 September 2026 di Laos.

Nova juga menyertakan tiga pemain yang berkarier di klub luar negeri, Welber Jardim, Amar Brkic, dan Eizar Jacob. Sebelum kualifikasi, Garuda Muda menjalani pemusatan latihan di Thailand serta pertandingan uji coba.

“Secara fokus kami adalah melihat perkembangan pemain selama ini baik dari sisi fisik, taktik dan mental dan saya senang semua pemain berprogres dengan baik,” kata Nova Arianto, pelatih Timnas U-20 Indonesia, Selasa (25/8/2026).

Rekam jejak EPA terlihat pula pada Er Deva Aulia Egon. Kiper yang kini memperkuat Kendal Tornado itu sebelumnya tampil bersama tim muda Persis Solo dan meraih penghargaan Kiper Terbaik EPA Super League U-20 2025/2026.

Ia kemudian masuk dalam 23 pemain yang dipanggil Nova.

Sejumlah pemain lain juga tercatat memiliki pengalaman di kompetisi EPA sebelum masuk skuad Nova.

Fakta tersebut menunjukkan kompetisi usia muda dapat menjadi bagian dari jalur pembentukan pemain, tetapi keberhasilannya tidak cukup diukur dari prestasi di kelompok umur.

Persija Jakarta U-20 menjadi juara EPA Super League U-20 2025/2026 setelah mengalahkan Malut United U-20 1-0 pada final di Bekasi, Minggu (17/5/2026). Setelah kompetisi junior selesai, tantangan berikutnya adalah memastikan pemain memperoleh kesempatan bermain di level senior.

Di sinilah persoalan transisi muncul. Pemain dapat berkembang dalam kompetisi kelompok usia, tetapi belum tentu mendapat kepercayaan ketika masuk tim senior yang memiliki tuntutan hasil.

I.League mencoba mendorong perubahan melalui skema insentif pemain muda pada Super League 2026/2027. Akumulasi 3.000 menit menjadi salah satu dasar pemberian insentif kepada klub yang memberikan kesempatan bermain kepada pemain muda.

“Kita sudah ada formulanya, setelah melewati minimal memainkan katakanlah 3.000 menit, maka akan ada insentif dalam bentuk kontribusi finansial kepada klub-klub yang memang memberikan kepercayaan kepada para pemain muda tersebut,” kata Asep Saputra, Direktur Kompetisi I.League, dalam League Talk di Jakarta, Jumat (19/6/2026).

Skema itu membuat menit bermain menjadi jembatan setelah kompetisi junior. Namun, 3.000 menit bukan tujuan akhir. Nilainya baru terlihat jika kesempatan tersebut menghasilkan pemain yang mampu berkembang di sepak bola senior.

Ukuran berikutnya adalah Asia. Indonesia pernah menjadi juara bersama pada 1961 dan dua kali menjadi runner-up, pada 1967 dan 1970. Indonesia belum kembali ke final Piala Asia U-20 sejak 1970.

Karena itu, tiga laga di Grup H bukan sekadar perebutan tiket ke putaran final 2027.

Laga tersebut menjadi ujian apakah kompetisi usia muda, pengalaman senior seperti yang dimiliki Arkhan Kaka, dan kesempatan bermain di level profesional mulai menghasilkan pemain yang siap bersaing di Asia. (Artha Tidar)

Baca Lainnya

AHY Run Jawa Tengah 2026 dapat Apresiasi Baik dari Menko IPK, Gubernur Jateng, dan Masyarakat

18 Oktober 2026 - 18:13 WIB

Pimpin PABERSI Sulteng, Farid Podungge Bidik Prestasi Atlet di PON 2028

17 Oktober 2026 - 20:13 WIB

26 UMKM Binaan PLN UID Jakarta Raup Rp200 Juta Selama FIFA ASEAN Cup

7 Oktober 2026 - 17:19 WIB

Suasana Tegang Menyelimuti Nobar Final FIFA ASEAN Cup 2026 di Kantor Gubernur Jateng

6 Oktober 2026 - 09:31 WIB

Timnas Juara FIFA ASEAN Cup, Presiden Siapkan Bonus Ekstra

6 Oktober 2026 - 07:54 WIB

AFC Dorong Asian Nations League, Beban Biaya Perjalanan jadi Sorotan

5 Oktober 2026 - 16:22 WIB

Indonesia 9-2 Bangladesh, FIFA ASEAN Cup Turut Dorong Ekonomi Bandung

2 Oktober 2026 - 18:55 WIB

Peluncuran Buku Dampak MotoGP Mandalika, InJourney: Tegaskan Peran Sport Tourism sebagai Penggerak Ekonomi

1 Oktober 2026 - 08:21 WIB

BNI Apresiasi Pembinaan PBSI, Bulu Tangkis Sumbang 6 Medali di Asian Games 2026

30 September 2026 - 10:44 WIB

Indonesia-Malaysia Imbang 0-0 di Laga Kedua Grup A FIFA ASEAN Cup 2026

29 September 2026 - 07:21 WIB

Trending di OLAH RAGA