Wartatrans.com, JAKARTA – Mantap, persaingan bank di Super League 2026/2027 mulai bergerak dari perebutan ruang logo menuju ekosistem suporter.
Sedikitnya empat dari 18 klub peserta memiliki kerja sama komersial dengan bank, dengan aktivasi yang menyasar layanan digital, transaksi, loyalitas dan manfaat langsung bagi suporter.

Arema FC memperpanjang kerja sama dengan Super App Bale by BTN sebagai sponsor utama Super League 2026/2027.
Chief Business & Commercial Officer Arema FC Irma Prianti mengatakan kemitraan diarahkan pada aktivasi yang mendekatkan layanan digital Bale by BTN dengan ekosistem klub dan Aremania.
“Harapannya, kolaborasi ini bisa semakin dekat dengan Aremania melalui berbagai program yang akan dijalankan sepanjang musim. Kami ingin kemitraan ini memberikan pengalaman yang positif bagi suporter sekaligus memperkuat hubungan Bale by BTN dengan keluarga besar Arema FC,” kata Irma Prianti, Sabtu (22/8/2026).
Pola serupa terlihat di klub lain. Empat klub yang memiliki partner perbankan teridentifikasi adalah Arema FC dengan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk melalui Bale by BTN, Persib Bandung dengan PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (Bank BJB), Persija Jakarta dengan Bank Jakarta, serta Bali United FC dengan PT Bank KB Indonesia Tbk (KB Bank).
Komposisi itu berarti sedikitnya 22,2 persen klub peserta memiliki keterkaitan komersial dengan perbankan. Bagi bank, klub menjadi kanal untuk menjangkau komunitas suporter yang memiliki ikatan emosional sekaligus potensi transaksi berulang.
Di Persib Bandung, Bank BJB mengaktifkan kerja sama melalui program early access pembelian jersi musim 2026/2027. Program tersebut menyediakan 1.500 paket bagi nasabah dan Bobotoh.
“Kolaborasi Bank BJB bersama Persib kami hadirkan tidak hanya dalam bentuk dukungan terhadap perjalanan klub, tetapi juga melalui pengalaman yang dapat dirasakan secara langsung oleh nasabah dan Bobotoh,” ujar Direktur Utama Bank BJB Ayi Subarna, Sabtu (22/8/2026).
Sementara itu, kerja sama Persija Jakarta dengan Bank Jakarta diperluas ke ekosistem keuangan digital, termasuk Persija Store, Persija Cafe, Persija Access dan program literasi keuangan bagi The Jakmania.
“Bukan sekadar sponsorship, tetapi bagaimana dua ekosistem besar Jakarta dapat menciptakan value yang lebih luas bagi masyarakat,” ujar Direktur Utama Bank Jakarta Agus Haryoto Widodo, Ahad (9/8/2026).
Perubahan pola tersebut menunjukkan sponsorship olahraga mulai diposisikan sebagai pintu masuk ke ekosistem klub. Bank tidak hanya mengejar eksposur merek, tetapi berupaya menghubungkan layanan keuangan dengan aktivitas klub dan kebutuhan suporter.
Dari sisi ekonomi kompetisi, I.League menyebut pendapatan operator kompetisi mencapai Rp705 miliar per musim untuk penyelenggaraan Super League dan Championship. Angka tersebut bukan nilai sponsorship, tetapi menunjukkan besarnya aktivitas ekonomi yang mengitari kompetisi.
Musim 2026/2027 akan menjadi arena untuk menguji seberapa jauh loyalitas fanbase dapat dikonversi menjadi transaksi, penggunaan layanan digital dan hubungan pelanggan jangka panjang.
Bagi bank, nilai sponsorship akhirnya tidak hanya ditentukan oleh berapa banyak logo terlihat, tetapi seberapa dalam mereka masuk ke ekosistem suporter. (Artha Tidar)
































